Breaking News
Trending Tags
Beranda » SPORT » MilkLife Soccer Challenge, Turnamen Sepak Bola Putri Terbesar di Yogyakarta Pecahkan Rekor Peserta 2025

MilkLife Soccer Challenge, Turnamen Sepak Bola Putri Terbesar di Yogyakarta Pecahkan Rekor Peserta 2025

  • account_circle Chaidir
  • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Siapa sangka, turnamen sepak bola putri yang dulu hanya diikuti ratusan siswi kini menjelma jadi ajang raksasa dengan ribuan pemain muda yang berlaga penuh semangat. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2025–2026 yang digelar pada 14–19 Oktober di Stadion Tridadi dan Lapangan Sidomoyo Sleman, mencatat lonjakan luar biasa: 1.619 siswi dari 84 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah ikut ambil bagian. Angka ini bukan hanya rekor baru, tapi juga bukti bahwa gairah sepak bola putri di Kota Pelajar kian membara. Dari KU 10 yang diikuti 69 tim hingga KU 12 dengan 80 tim, suasana lapangan seakan tak pernah sepi oleh sorak, tawa, dan semangat juang para pesepak bola muda.

Pada edisi sebelumnya, jumlah peserta terus meroket dari 449 siswi di Seri 1 tahun 2024 menjadi 1.203 di Seri 2 tahun yang sama. Kini, Yogyakarta kembali mencatatkan kenaikan signifikan hingga 1.364 pemain—sebuah fenomena yang tak hanya mengejutkan, tetapi juga membanggakan dunia olahraga usia dini. Tren positif ini menjadi sinyal kuat bahwa sepak bola putri telah menjadi magnet baru bagi sekolah-sekolah dasar di Yogyakarta dan sekitarnya. Antusiasme tersebut bahkan membuat panitia kewalahan menerima pendaftaran karena banyak sekolah mendaftar di menit-menit terakhir. “Kami sampai harus menambah sesi pertandingan di pagi hari untuk mengakomodasi seluruh peserta,” ujar salah satu panitia dengan nada bangga.

Menariknya, terdapat 11 sekolah baru yang tahun ini ikut meramaikan persaingan di MLSC Yogyakarta Seri 1 2025–2026, seperti MI Al Islam Giwangan, MI An Nuur, SD Cahaya Bangsa Utama, SD Kanisius Condongcatur, SD Muhammadiyah Bausasran, SD Muhammadiyah Kronggahan, SD Muhammadiyah Sidoarum, SDN Triharjo, SDN Banyakan, SDN Pengkol, dan SD Muhammadiyah Prambanan. Kehadiran sekolah-sekolah baru ini menunjukkan bahwa semangat olahraga putri kini telah menembus berbagai lapisan pendidikan dasar, baik negeri maupun swasta, umum maupun madrasah.

Kisah paling mengharukan datang dari SD Muhammadiyah Prambanan. Hanya dengan dua minggu persiapan, tim debutan ini berhasil menembus babak 16 besar KU 10. Bagas Widyatmoko, sang pelatih, tak menyangka hasil yang diraih anak asuhnya. “Pertama kali saya dan pihak sekolah mengetahui adanya turnamen MLSC ini justru dari informasi orangtua murid. Sekolah kemudian memfasilitasi dan ternyata ada 20 siswi yang berminat. Kami lakukan seleksi dan akhirnya membentuk tim berisi 12 pemain. Persiapan hanya dua pekan, tapi mereka bermain luar biasa. Saya terharu sekaligus bangga,” katanya dengan mata berbinar.

Baca Juga : Vivid, Mentor yang Pernah jadi Model Sampul

Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini kini menjelma jadi ajang pencetak bintang-bintang muda. Tahun lalu, MLSC Yogyakarta sukses menelurkan sejumlah talenta berbakat, salah satunya Ayla Dva Khala Ahisma, pemain muda yang terpilih mewakili Indonesia di Junior Soccer School and League (JSSL) Singapore 7’s 2025. Tak berhenti di situ, Ayla juga masuk dalam daftar 45 pemain yang mengikuti seleksi Timnas Putri U-16 untuk berlaga di Piala AFF U-16 Putri 2025. Kisah sukses Ayla menjadi inspirasi nyata bagi ribuan siswi yang kini berlaga di lapangan hijau.

Tahun 2025 ini, MLSC mengalami peningkatan di berbagai sisi. Selain jumlah peserta yang meningkat pesat, penyelenggara juga memperluas cakupan kota menjadi 10 lokasi penyelenggaraan, yakni Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Jakarta. Penambahan Bekasi dan Malang menjadi langkah strategis untuk menjaring lebih banyak talenta potensial di daerah yang memiliki tradisi sepak bola kuat. Setiap kota akan menggelar dua seri turnamen, yang akan berujung pada MLSC All Stars, mempertemukan pemain-pemain terbaik dari seluruh Indonesia.

Tidak hanya jumlah kota yang bertambah, aspek teknis pertandingan juga ditingkatkan. Dimensi lapangan KU 12 kini diperluas dari 24 x 40 meter menjadi 26 x 42 meter untuk memberi ruang bermain yang lebih realistis. Titik penalti diubah menjadi 6 meter dari sebelumnya 5 meter, sementara laga semifinal, final, dan delapan besar KU 10 kini menggunakan lapangan KU 12. Penyesuaian ini disesuaikan dengan Peraturan Umum PSSI untuk pengembangan usia dini, sehingga pemain mendapatkan pengalaman yang lebih mendekati standar profesional.

Di luar pertandingan utama, MLSC juga tetap menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8, yang diikuti oleh 92 siswi dari 19 sekolah. Festival ini menjadi wadah pembibitan dan pengenalan sepak bola sejak dini, di mana semangat bermain lebih diutamakan ketimbang hasil. Selain itu, terdapat Skill Challenge yang menguji lima aspek penting permainan: 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target. Kegiatan ini dirancang agar siswi dapat mengasah keterampilan individu sekaligus mengukur kemajuan teknik yang mereka pelajari.

Di tengah gegap gempita turnamen, satu nama mencuri perhatian: Nadia Shakila Azzahra, siswi kelas 3 SD Muhammadiyah Karangploso, yang kini memimpin daftar top skor KU 12 dengan 26 gol. Wajahnya polos, tapi naluri mencetak golnya tajam. “Kuncinya latihan dan semangat. Saya ikut SSB juga biar makin terampil. Senang bisa ikut MLSC lagi, ini turnamen favorit saya,” ujar Nadia dengan senyum lebar. Ia dan timnya kini bersiap menghadapi babak delapan besar, dengan tekad menembus final dan membawa pulang trofi juara.

Melihat antusiasme luar biasa ini, tak berlebihan bila MLSC Yogyakarta disebut sebagai barometer kebangkitan sepak bola putri Indonesia. Ribuan siswi yang turun berlaga bukan hanya menunjukkan semangat kompetisi, tetapi juga mengirim pesan kuat: bahwa lapangan hijau kini bukan lagi milik anak laki-laki semata. Dari Yogyakarta, gelombang perubahan itu bergerak — menghadirkan optimisme baru bagi masa depan sepak bola putri Tanah Air.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal, hasil pertandingan, klasemen, hingga daftar pencetak gol, publik dapat mengunjungi www.milklifesoccer.com atau mengikuti akun resmi MilkLife Soccer Challenge di Instagram (@milklifesoccer), TikTok, dan YouTube. Siapa tahu, dari lapangan-lapangan kecil di Yogyakarta inilah, lahir nama besar berikutnya yang akan membela Merah Putih di kancah dunia. (Chaidir)

  • Penulis: Chaidir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luncurkan Skuad Lengkap, Jakarta Livin’ by Mandiri (JLM) Siap Tancap Gas di Proliga 2026

    Luncurkan Skuad Lengkap, Jakarta Livin’ by Mandiri (JLM) Siap Tancap Gas di Proliga 2026

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Menjelang Proliga 2026 Putri, Bank Mandiri resmi meluncurkan skuad Jakarta Livin’ by Mandiri (JLM) sekaligus mengumumkan susunan lengkap tim voli putri profesionalnya. Peluncuran ini menandai kesiapan JLM untuk bersaing di level tertinggi kompetisi voli nasional, sekaligus mempertegas akselerasi peran bank berkode emiten BMRI ini dalam pengembangan prestasi olahraga nasional. Tak sekadar membentuk […]

  • Sulap Mangrove Jadi Produk Ekonomis di Cilacap

    Sulap Mangrove Jadi Produk Ekonomis di Cilacap

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hutan mangrove (bakau) seringkali dipandang sebatas kawasan konservasi atau pencegah abrasi. Namun, di Kelurahan Karangtalun, Cilacap Utara, mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 37 Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menyulap komoditas lokal yang melimpah ini menjadi berbagai produk bernilai ekonomis tinggi. Melalui acara bertajuk “Pemanfaatan Mangrove menjadi Produk”, kelompok KKN UNS tidak […]

  • Jogja Printing Expo 2026 Jadi Momentum Emas Transformasi Bisnis Kreatif Nasional

    Jogja Printing Expo 2026 Jadi Momentum Emas Transformasi Bisnis Kreatif Nasional

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di tengah gempuran digitalisasi yang kian masif, industri percetakan justru menunjukkan taringnya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif. Pembukaan Jogja Printing Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026), menjadi bukti nyata bahwa sektor grafika bukan hanya bertahan, melainkan sedang melakukan lompatan besar menuju industri berbasis teknologi tinggi. Pameran ini kini menjadi titik temu […]

  • Waspada Bahaya Sisa Obat. IAI Sleman Luncurkan Program “Sleman Resik Obat” Selamatkan Keluarga dan Lingkungan

    Waspada Bahaya Sisa Obat. IAI Sleman Luncurkan Program “Sleman Resik Obat” Selamatkan Keluarga dan Lingkungan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Praktik membuang sisa obat atau obat kedaluwarsa secara sembarangan terbukti berpotensi membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. Merespons tantangan ini, Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Sleman meluncurkan sebuah program revolusioner bertajuk “Sleman Resik Obat”. Kegiatan peluncuran ini, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, berlangsung di Lapangan Pemda Sleman, […]

  • Kenes Pelipurlara Putri Borong Gelar Duta Anti Narkoba 2025, Setelah Sabet Emas ISIF Bali

    Kenes Pelipurlara Putri Borong Gelar Duta Anti Narkoba 2025, Setelah Sabet Emas ISIF Bali

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Nama Kenes Pelipurlara Putri kembali menguat di kancah nasional. Pelajar SMA Islam Al Azhar 34 Internasional Yogyakarta itu berhasil meraih dua gelar pada malam puncak Duta Pelajar Anti Narkoba Indonesia 2025 yang digelar di El Hotel Jakarta, Minggu (16/11/2025). Kenes dinobatkan sebagai The Winner of Duta Pelajar Anti Narkoba Indonesia 2025 sekaligus […]

  • Tak Perlu Ribet, Resep Sederhana Ini Berhasil Menurunkan Prevalensi Stunting Gunungkidul ke 16,62 Persen

    Tak Perlu Ribet, Resep Sederhana Ini Berhasil Menurunkan Prevalensi Stunting Gunungkidul ke 16,62 Persen

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gunungkidul membuktikan inovasi lokal adalah kunci sukses melawan stunting. Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Gerakan Ayah Teladan yang diluncurkan pemerintah daerah membuahkan hasil luar biasa, membuat prevalensi stunting anjlok signifikan. Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS), Joko Parwoto, mengumumkan penurunan drastis prevalensi stunting di Bumi Handayani. […]

expand_less