Menembus Pasifik: Kabel Laut Pukpuk TelkomGroup Jembatani Digitalisasi Indonesia-Papua Nugini
- account_circle Warjono
- calendar_month Sen, 18 Mei 2026
- comment 0 komentar

Peresmian kabel laut lintas batas pertama yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Kabel laut ini memperkuat konektivitas digital di Kawasan Timur Indonesia serta membuka koridor digital baru menuju Asia-Pasifik, Jumat (8/52026). (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Langkah strategis berskala internasional kembali ditorehkan oleh TelkomGroup. Melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), raksasa telekomunikasi Indonesia ini resmi mengoperasikan Sistem Kabel Laut Pukpuk (Puk-Puk 1). Berkolaborasi dengan PNG DataCo, proyek ini menjadi jembatan digital perdana yang menghubungkan langsung jaringan serat optik Indonesia dengan Papua Nugini, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia Timur sebagai pemain kunci dalam peta konektivitas global.
Peresmian infrastruktur monumental ini berlangsung di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026). Hadir langsung untuk meresmikan proyek strategis ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, jajaran direksi TelkomGroup, perwakilan pemerintah daerah Papua, serta delegasi kehormatan dari Papua Nugini.
Keberadaan kabel laut Pukpuk bukan sekadar penambahan pipa kapasitas broadband, melainkan lompatan kuantum bagi kedaulatan digital nasional. Infrastruktur cross-border pertama di kawasan Asia-Pasifik ini menghubungkan Landing Station Jayapura yang dikelola Telin langsung menuju Kumul Telkom Holdings di Papua Nugini. Melalui jalur ini, kapasitas besar dari kabel internasional SEA-US dialirkan ke wilayah-wilayah perbatasan hingga kota terpencil di Papua Nugini via Vanimo.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Angga Raka Prabowo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerataan akses digital adalah fondasi mutlak menuju Indonesia maju dan inklusif. Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada TelkomGroup atas komitmennya membangun infrastruktur berkelanjutan di area frontier.
”Konektivitas harus dibangun secara merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah, termasuk Kawasan Timur Indonesia, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam ekosistem ekonomi digital. Pukpuk Cable menjadi bagian penting dalam menciptakan jaringan yang lebih andal, resilien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara,” ujar Angga Raka Prabowo.
Dampak langsung dari operasionalisasi kabel laut ini adalah melonjaknya ketahanan (resiliensi) jaringan internet di bumi cenderawasih. Kini, Jayapura resmi memiliki dua jalur atau “dua kaki” konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama mengamankan rute domestik melalui Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sedangkan jalur kedua—melalui Kabel Pukpuk ini—menembus Vanimo (Papua Nugini), tersambung ke Manado, hingga terkoneksi langsung ke Los Angeles, Amerika Serikat, via jaringan global SEA-US.
Hadirnya rute alternatif (diversity route) ini memastikan kelangsungan layanan internet di Papua tetap optimal dan bebas dari risiko isolasi digital apabila terjadi gangguan pada salah satu jalur utama. Jayapura kini bertransformasi menjadi hub digital bertaraf internasional di Pasifik Barat.
”Dengan Pukpuk, TelkomGroup tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia Timur adalah bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk memastikan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Kami optimistis inisiatif ini membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global,” ungkap Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom.
Dari sisi diplomasi ekonomi regional, sinergi erat antara Telin dan PNG DataCo ini membuktikan bahwa kedekatan geografis antara Indonesia dan Papua Nugini kini telah diimbangi oleh kedekatan digital yang solid. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengakselerasi pertumbuhan UMKM, memperluas akses pelayanan publik berbasis digital, serta memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan negara.
CEO PNG DataCo, Paul Komboi, menyambut baik selesainya proyek ini. Menurutnya, kerja sama ini didasarkan pada visi bersama untuk saling mendukung dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat lintas batas negara.
”Kabel laut Pukpuk bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan awal dari penguatan hubungan diplomatik dan integrasi digital yang jauh lebih erat antara Papua Nugini dan Indonesia,” tegas Paul Komboi.
Melalui kepemimpinan Telin dalam mengawal proyek dari fase inisiasi, komersialisasi, hingga integrasi sistem, TelkomGroup kembali mempertegas tajinya di kancah internasional. Kabel Pukpuk menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi teknologi mampu meruntuhkan batasan geografis dan menghadirkan masa depan digital yang lebih adil dan terkoneksi bagi seluruh pelosok negeri. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar