Den Baguse Ngarso Meninggal Dunia, Yogyakarta Kehilangan Seniman Besar
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar

Den Baguse Ngarso
TERAS MALIOBORO–Dunia seni pertunjukan Yogyakarta diselimuti duka. Seniman senior Drs. Susilo Nugroho, yang dikenal luas masyarakat lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarso, meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) sore di usia 67 tahun.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh rekan sesama seniman, Bambang Paningron. “Iya betul,” kata Bambang saat dikonfirmasi. Konfirmasi serupa juga datang dari budayawan Gregorius Budi Subanar atau Romo Banar.
Almarhum menghembuskan napas terakhir di kediamannya di Jalan Cuwiri, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut keterangan keluarga, Susilo ditemukan tidak kunjung bangun di rumah. Kerabat kemudian memanggil petugas kesehatan untuk memeriksa kondisinya dan memastikan bahwa Susilo telah meninggal dunia.
Rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU Krapyak, Bantul, pada Selasa (22/9/2026) pukul 16.00 WIB. Rumah duka di Mantrijeron dilaporkan telah dipadati pelayat.
Sosok di Balik Den Baguse Ngarso
Lahir di Yogyakarta pada 5 Januari 1959, Susilo Nugroho mulai menekuni seni peran sejak masih pelajar SLTA pada 1977. Ia bukan lulusan sekolah seni. Ia menyelesaikan pendidikan di SD Suryodiningratan II (1971), SMP Pangudi Luhur I (1974), SMA Kolese De Britto (1977), dan IKIP Sanata Dharma jurusan Ekonomi (1982).
Namanya melejit lewat peran sebagai Den Baguse Ngarso dalam serial legendaris Mbangun Deso di TVRI Yogyakarta yang tayang era 1990-an. Karakter priyayi yang angkuh, keras, merasa paling tahu, dan gemar menyampaikan pendapat menyengat itu menjadi ikon yang paling melekat padanya. f045
Selain di televisi, kiprahnya kokoh di dunia teater. Pada 1983, bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, dan kawan-kawan, ia mendirikan Teater Gandrik, di mana ia kerap menjadi pemeran sentral, penulis naskah, dan sutradara ketoprak.
Rekan-rekan mengenangnya sebagai pelawak yang berani menyampaikan kritik sosial dan pemerintahan melalui humor khasnya. Keluarga mengenang almarhum sebagai sosok yang serius di rumah, namun humoris saat nongkrong bersama tetangga di angkringan sehari sebelum berpulang.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Jogja. Di media sosial, ucapan belasungkawa mengalir. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar