Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » UMKM Tak Perlu Riset dari Nol untuk Produksi Jamu, Irwan Hidayat: Datanya Sudah Ada

UMKM Tak Perlu Riset dari Nol untuk Produksi Jamu, Irwan Hidayat: Datanya Sudah Ada

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Direktur Utama PT Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, melihat masih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ragu mengembangkan bisnis jamu karena menganggap penelitian ilmiah membutuhkan biaya besar. Padahal, menurutnya, hambatan itu kini tidak lagi relevan karena hasil riset mengenai berbagai tanaman obat sudah tersedia dan dapat dimanfaatkan secara terbuka.

Pesan itu disampaikan Irwan saat menjadi pembicara dalam Seminar Festival Jamu Nusantara 2026 di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Jumat (17/7/2026). Di hadapan mahasiswa, akademisi, pelaku UMKM, hingga tenaga kesehatan, ia menegaskan bahwa kini saatnya pelaku usaha fokus membangun produk, bukan mengulang penelitian yang telah dilakukan para peneliti.

“Usaha kecil tidak perlu meneliti sendiri karena hanya akan mengulang-ulang hal yang sama. Penelitian sudah dilakukan oleh banyak orang,” kata Irwan.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang luar biasa, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai tambah. Banyak pelaku UMKM justru berhenti di tahap ide karena merasa tidak memiliki kemampuan melakukan penelitian ilmiah.

Padahal, lanjut Irwan, penelitian mengenai tanaman herbal sudah berkembang sangat pesat. Berbagai publikasi ilmiah, hasil uji praklinis, hingga uji klinis telah tersedia dan dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan produk herbal yang aman dan berkualitas.

“Kekayaan alam kita dapat diolah agar menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Sidoherbalpedia Jadi Jembatan bagi UMKM

Untuk menjembatani kebutuhan pelaku usaha terhadap informasi ilmiah, Sido Muncul meluncurkan Sidoherbalpedia, sebuah portal yang mengumpulkan hasil peninjauan literatur berbagai tanaman obat Indonesia.

Portal tersebut memuat informasi mengenai sekitar 80 bahan baku jamu, mulai dari temulawak, kunyit, daun salam, daun katuk, hingga mahkota dewa. Tidak hanya menjelaskan manfaatnya, tetapi juga memuat kandungan aktif, mekanisme kerja, tingkat keamanan, hasil uji praklinis dan klinis, serta referensi ilmiah yang digunakan.

Irwan mengatakan, portal itu sengaja dibuat agar masyarakat maupun pelaku UMKM tidak perlu mengulang penelitian yang sama.

“Misalnya untuk temulawak, mereka bisa melihat prosesnya, uji keamanannya, dan daftar pustakanya di sana. Jadi bisa dimanfaatkan oleh semua orang, termasuk pelaku UKM,” katanya.

Dengan bekal informasi tersebut, menurut Irwan, pelaku usaha cukup memusatkan perhatian pada proses produksi yang benar, menjaga mutu produk, serta membangun kepercayaan konsumen.

Peluang Besar dari Kekayaan Alam Indonesia

Irwan menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama industri herbal dunia. Ribuan tanaman obat yang tumbuh di Indonesia merupakan kekayaan yang belum sepenuhnya diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Ia mengingatkan bahwa banyak obat modern sebenarnya berawal dari bahan alam yang kemudian dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.

Karena itu, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan baku. Pelaku UMKM didorong naik kelas dengan menghasilkan produk herbal yang memenuhi standar kualitas sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Untuk pasar global, ini menjadi peluang. Semua orang bisa mempraktikkannya, tidak perlu menunggu perusahaan farmasi yang besar,” ujar Irwan.

Kepercayaan Dibangun Lewat Bukti Ilmiah

Irwan juga membagikan pengalaman Sido Muncul yang sejak puluhan tahun lalu memilih membangun bisnis jamu dengan pendekatan ilmiah.

Sejak 1985, perusahaan mulai mengadopsi standardisasi industri farmasi. Langkah itu kemudian diperkuat melalui uji toksisitas dan uji khasiat bersama Universitas Diponegoro pada awal 2000-an hingga akhirnya mampu menghasilkan produk herbal yang diterima luas oleh masyarakat.

Menurutnya, investasi terbesar perusahaan bukan hanya pada mesin produksi, tetapi juga pada laboratorium dan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan pembuktian ilmiah terhadap setiap produk.

“Roh dari setiap usaha adalah penelitian atau riset. Tanpa alat dan SDM yang mumpuni, kami tidak bisa seperti hari ini,” katanya.

Kini, Sido Muncul juga memiliki laboratorium farmakologi sendiri yang digunakan untuk menguji berbagai klaim tanaman herbal secara cepat sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berdasarkan data ilmiah, bukan sekadar tren yang berkembang di media sosial.

Sementara itu, Rektor UKDW Yogyakarta, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, mengatakan pihaknya terus mendorong pengenalan jamu berbasis ilmu pengetahuan kepada generasi muda. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Sido Muncul, UKDW berharap semakin banyak inovasi lahir dari kekayaan tanaman obat Indonesia sehingga mampu memperkuat daya saing jamu nasional di pasar global. (*)

 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIMB Niaga Cetak Laba Rp 6,7 Triliun, Kredit UKM dan KPM Melonjak Jadi Mesin Pertumbuhan

    CIMB Niaga Cetak Laba Rp 6,7 Triliun, Kredit UKM dan KPM Melonjak Jadi Mesin Pertumbuhan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membuktikan ketahanannya di tengah dinamika ekonomi dengan mencatat perolehan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp6,7 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang baik, didominasi oleh segmen retail dan […]

  • Kasus Penipuan Investasi Bodong di Purwokerto: Penyaluran Kredit Sesuai Prosedur, Kerugian Nasabah Tanggungjawab Dika

    Kasus Penipuan Investasi Bodong di Purwokerto: Penyaluran Kredit Sesuai Prosedur, Kerugian Nasabah Tanggungjawab Dika

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Drama kasus penipuan investasi bodong yang menghebohkan warga Purwokerto akan segera selesai. Nurma Handika Sari alias Dika selaku terdakwa tindak pidana penipuan dan penggelapan dana masyarakat, dituntut pidana penjara dua tahun enam bulan, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kamis lalu. Selain pidana badan, jaksa penuntut umum juga menuntut Dika membayar […]

  • 15 Tahun Menanti, Sultan HB X Serahkan Sertifikat Hak Milik Huntap Merapi Kepuharjo

    15 Tahun Menanti, Sultan HB X Serahkan Sertifikat Hak Milik Huntap Merapi Kepuharjo

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Penantian panjang 15 tahun warga terdampak erupsi Gunung Merapi 2010 akhirnya tuntas. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turun langsung menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah Hunian Tetap (Huntap) bagi warga Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Selasa (29/9/2026) di Joglo Kalurahan Kepuharjo, Cangkringan. Penyerahan ini menjadi penanda akhir dari rangkaian pemulihan pascabencana terbesar di […]

  • Lebih dari 800 Kg Bantuan Kesehatan DIY Meluncur ke Sumatera, Biaya Kirim Gratis dari JNE

    Lebih dari 800 Kg Bantuan Kesehatan DIY Meluncur ke Sumatera, Biaya Kirim Gratis dari JNE

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan solidaritas tinggi bagi korban bencana banjir di Sumatera. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, bantuan kemanusiaan berupa 810 kilogram obat-obatan dan alat kesehatan dikirimkan untuk mendukung layanan medis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. ​Pelepasan simbolis truk logistik JNE yang mengangkut 85 koli bantuan ini dilakukan oleh Wakil […]

  • Hafidh Asrom Dipercaya Menjadi Penasihat PWI DIY, Babak Baru Pers Yogyakarta Bermartabat

    Hafidh Asrom Dipercaya Menjadi Penasihat PWI DIY, Babak Baru Pers Yogyakarta Bermartabat

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Di tengah perubahan lanskap media yang bergerak cepat dan kerap tak sabar, Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PWI DIY) mengambil langkah yang sarat makna yaitu  menitipkan marwah pers kepada figur-figur yang dipercaya mampu menjaga arah, nilai, dan kebijaksanaan. Salah satu amanah penting itu disematkan kepada Drs HA Hafidh Asrom MM, tokoh […]

  • Saham Marvell Meroket, Nama Sehat Sutardja Kembali Disebut

    Saham Marvell Meroket, Nama Sehat Sutardja Kembali Disebut

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Investor global lagi heboh. Saham Marvell Technology Inc melesat tajam di bursa Nasdaq beberapa pekan terakhir. Kenaikannya dipicu permintaan chip AI dan data center yang meledak. Di tengah euforia itu, nama pendirinya dari Indonesia, Sehat Sutardja, kembali jadi bahan obrolan. Perlu diketahui, Marvell, perusahaan yang ia dirikan di garasi tahun 1995 bersama adiknya Weili […]

expand_less