InfraNexia Resmi Jadi Raksasa Fiber 112.000 KM, RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 6 Okt 2026
- comment 0 komentar

Jajaran Komisaris dan Direksi baru Telkom. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Langkah bersejarah diambil PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Bukan sekadar ganti direksi, Telkom resmi melepas lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan bernilai fantastis Rp85,7 triliun ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).
Keputusan monumental ini diketok dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom 2026 yang digelar daring, Selasa (30/9/2026). Sebagai transaksi afiliasi, aksi korporasi ini telah mengantongi restu pemegang saham independen sesuai POJK No. 42/2020.
Lewat penandatanganan akta pemisahan di Telkom Landmark Tower, Telkom dan InfraNexia menuntaskan Spin-Off InfraCo Tahap 2. Ini adalah jantung dari strategi TLKM 30, transformasi Telkom dari Operating Holding menjadi Strategic Holding dengan model HoldCo-OpCo.
“Kepercayaan yang diberikan atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal,” ujar Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno.
Bukan Monopoli, InfraNexia Buka Jaringan untuk Kompetitor
Ada yang menarik dari spin-off ini. InfraNexia tidak akan memonopoli jaringan. Perusahaan ini akan menjalankan model bisnis carrier-neutral dan open-access.
Artinya, jaringan 112.000 kilometer fiber optic milik Telkom, termasuk 26.000 KM Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, kini bisa disewa dan dipakai bersama oleh operator lain, ISP, perusahaan cloud, hingga data center.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan skala besar memberi fleksibilitas baru.
“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra,” kata Seno.
Senada, Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menyebut ini sebagai era baru AI Ready Infrastructure.
“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri. Kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, tanpa mitra harus mengembangkan infrastrukturnya secara mandiri,” tegas Lukman.
Dengan 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia, InfraNexia kini menjadi fondasi infrastruktur digital nasional dengan semangat Flowing Through Nusantara.
Susunan Pengurus Baru Telkom Pasca RUPSLB 2026
RUPSLB juga menyepakati perombakan pengurus. Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama. Sementara Nanang Hendarno resmi menjadi Direktur Utama Telkom.
Jajaran direksi baru diperkuat nama-nama seperti Veranita Yosephine, Willy Saelan, Budi Satria Dharma Purba, hingga Seno Soemadji. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar