Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » ​Skandal Data! Dana Pemda Rp 18 Triliun “Hilang”, Menkeu Purbaya Desak Kemendagri Usut Tuntas

​Skandal Data! Dana Pemda Rp 18 Triliun “Hilang”, Menkeu Purbaya Desak Kemendagri Usut Tuntas

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melaporkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah dana mengendap pemerintah daerah (Pemda) di perbankan dengan data Bank Indonesia (BI). Alih-alih mendapatkan pembenaran, laporan Tito justru memancing kecurigaan keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

​Purbaya mempertanyakan validitas temuan Mendagri. Ia berpendapat, perbedaan data ini lebih mencerminkan kelalaian Pemda dalam pencatatan kas mereka sendiri. Alasannya, BI secara sistematis mencatat data uang di perbankan, yang selaras dengan rekaman seluruh bank nasional.

​Tito menyampaikan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan langsung ke rekening kas daerah per September 2025, total dana mengendap hanya tercatat senilai Rp 215 triliun. Angka ini kontras dengan catatan BI yang menunjukkan nominal mencapai lebih dari Rp 233 triliun, menghasilkan selisih mencolok sebesar Rp 18 triliun.

“Ini membuat saya bertanya-tanya, kemana mengalirnya Rp 18 triliun itu? Bank sentral mengacu pada laporan dari bank-bank di seluruh Indonesia. Jika Pemda mencatat angka yang kurang Rp 18 triliun, Pemda mungkin tidak teliti dalam perhitungan atau penulisannya, karena data BI sudah terintegrasi dalam sistem,” ujar Purbaya menanggapi Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025, Senin (20/10/2025).

Minta Investigasi

​Oleh karena itu, Purbaya mendesak Tito segera melakukan investigasi mendalam terhadap ketidakcocokan data simpanan daerah di perbankan tersebut. Purbaya menegaskan ia akan menyambut baik jika ternyata dana selisih tersebut telah Pemda manfaatkan untuk memacu pergerakan ekonomi lokal. Namun, jika sebaliknya, Purbaya meminta agar selisih tersebut diusut hingga tuntas.

​“Kita harus menginvestigasi ke mana selisih Rp 18 triliun itu. Namun, selama daerah membelanjakannya untuk menggerakkan ekonomi, itu bagus. Kuncinya ada di sana. Jangan sampai Pemda justru mentransfer kembali uang itu ke pusat, atau menahannya di bank yang ada di Jakarta,” tutup Purbaya. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    Soal Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Sultan: Kabupaten Kota Tak Boleh Jalan Sendiri

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memimpin langsung seluruh bupati dan wali kota se-DIY dalam sebuah kunjungan maraton ke tiga lokasi pengolahan sampah, Selasa (21/10/2025). Aksi “turun gunung” ini bukan sekadar peninjauan biasa, melainkan langkah strategis untuk menyatukan visi dalam menyambut proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Di hadapan para kepala […]

  • OlympicAD DIY VIII 2025 Digelar: Ribuan Pelajar Muhammadiyah Bertarung Rebut Tiket Nasional

    OlympicAD DIY VIII 2025 Digelar: Ribuan Pelajar Muhammadiyah Bertarung Rebut Tiket Nasional

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Ajang prestisius pencarian talenta terbaik dari sekolah/madrasah Muhammadiyah, Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII tingkat wilayah DIY, kembali bergulir. Sebanyak 1.681 pelajar terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta siap menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi dua tahunan ini yang diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 22–23 November 2025. ​Perhelatan akbar ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan menjadi […]

  • Pendidikan Khas Kejogjaan, Sultan Instruksikan Pemberlakuan di Seluruh Sekolah

    Pendidikan Khas Kejogjaan, Sultan Instruksikan Pemberlakuan di Seluruh Sekolah

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO—Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta seluruh sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) secara serentak. Targetnya, kebijakan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2026-2027. ​Instruksi ini muncul, usai Sultan bertemu dengan Dewan Pendidikan DIY di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Senin (23/02). Sultan ingin nilai-nilai budaya Jogja […]

  • Kombel KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Asah Kompetensi Lewat Workshop Jurnalistik dan AI

    Kombel KB-TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta Asah Kompetensi Lewat Workshop Jurnalistik dan AI

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Semangat belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi terlihat jelas di lingkungan KB–TK Islam Al Azhar 31 Yogyakarta. Sebagai upaya meningkatkan kompetensi, sekolah ini menggelar kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) dengan mengadakan workshop “Dasar-Dasar Jurnalistik Online dan Penggunaan Artificial Intelligence (AI)”, yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Kamis (23/10/2025). Kegiatan yang menghadirkan Chaidir, jurnalis […]

  • Dua Jam Bertemu Wagub, Konjen RI di New York Sebut Serat Nanas  

    Dua Jam Bertemu Wagub, Konjen RI di New York Sebut Serat Nanas  

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO—Konjen RI di New York, Winanto Adi menyebut, Jogja memiliki banyak potensi yang bisa disinergikan dengan New York. Salah satunya adalah potensi pertekstilan khususnya serat nanas. Hal ini terungkap dalam pertemuan selama dua jam antara Winanto Adi dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Senin (17/11/2025) di Gedhong Pare Anom Kompleks Kepatihan Yogyakarta. […]

  • Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA

    Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Bea Cukai Yogyakarta berhasil menggagalkan penyelundupan 54.096 ekor benih bening lobster (baby lobster) di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Minggu (1/3/2026). Penyelundup mencoba membawa komoditas berharga ini menuju Singapura melalui penerbangan internasional pukul 08.33 WIB. Aksi sigap ini bermula saat petugas Avsec mencurigai citra X-Ray dua koper milik penumpang berinisial HK dan AW. Hasil pindai […]

expand_less