Dari Mental Health Hingga Operasi Medis: Jejak Abadi Tiga RS PKU Muhammadiyah Menjaga Napas Masyarakat Jogja
- account_circle Warjono
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026
- comment 0 komentar

Puncak acara peringatan Milad RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman dan Yogyakarta ditandai dengan pemberian penghargaan untuk para karyawan. (istimewa)
TERAS MALIOBORO – Di bawah naungan Aula Masjid K.H. Sudja’, kompleks RS PKU Muhammadiyah Gamping, sebuah perjalanan panjang lintas generasi dirayakan dalam satu harmoni. Sabtu pagi (14/02/2026), keluarga besar Muhammadiyah berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan merefleksikan pengabdian tiga pilar kesehatan: RS PKU Yogyakarta (103 tahun), RS PKU Gamping (17 tahun), dan RS PKU Sleman (3 tahun).
Resepsi Milad Bersama bertema “Memajukan Kesehatan Bangsa” ini menjadi simbol bahwa napas pelayanan PKU Muhammadiyah telah melampaui satu abad, berevolusi dari layanan kesehatan dasar hingga kini menjadi pusat keunggulan medis di Yogyakarta.
Ketua Panitia Milad, dr. Muhammad Salsabil Lasarik, mengungkapkan bahwa milad kali ini ingin menyentuh sisi kemanusiaan yang lebih luas. Pengabdian PKU tidak lagi hanya terbatas di dalam ruang operasi atau bangsal perawatan, tetapi merambah ke wilayah yang kini menjadi tantangan zaman: kesehatan mental.
“Rangkaian milad kami awali sejak 3 Februari lalu dengan seminar mental health di FK UAD yang diikuti siswa SMA se-DIY. Ini adalah bukti nyata bahwa PKU Muhammadiyah hadir tidak hanya untuk mengobati fisik, tapi juga menjaga kesejahteraan mental dan sosial umat,” jelas dr. Salsabil.
Tak berhenti di situ, spirit melayani ini juga dibawa hingga ke pelosok melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan pengajian di Kulon Progo. Hal ini menegaskan bahwa PKU tetap setia pada akarnya sebagai “Penolong Kesengsaraan Umum” bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menjaga Karakter “Sumeleh” di Era Digital
Dalam sambutannya yang penuh pesan mendalam, perwakilan Pimpinan Muhammadiyah, dr. Taufiqurrohman, S.Ps, M.Kes, mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi medis saat ini hanyalah alat. Inti dari pelayanan PKU adalah kristalisasi teologi Al-Ma’un yang diajarkan K.H. Ahmad Dahlan—sebuah keberpihakan nyata pada dhuafa dan mereka yang membutuhkan.
“Rumah sakit Muhammadiyah harus terus bertransformasi menjadi center of excellence. Namun, sehebat apa pun teknologi medis dan digitalisasi layanan kita, karakteristik yang sumeleh (rendah hati) dan penuh welas asih dalam melayani pasien tanpa memandang latar belakang adalah jati diri yang tidak boleh hilang,” tegas dr. Taufiq.
Dr Taufiq juga mengapresiasi sinergi antara RS PKU Yogyakarta, Gamping, dan Sleman sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Semangat kebersamaan yang terpancar di Masjid K.H. Sudja’ pagi itu mengukuhkan tekad PKU Muhammadiyah untuk terus menjadi pilar utama yang mencerdaskan dan menyehatkan bangsa.
Adapun rangkaian perjalanan Milad PKU Muhammadiyah 2026 diantaranya Seminar Mental Health di FK UAD (Edukasi kesehatan mental bagi generasi Z) pada 3 Februari 2026, kemudian Pengajian Rabu Pahing & Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kulonprogo 4 Februari 2026 dan Resepsi Milad Bersama di Aula Masjid K.H. Sudja’, Sleman (Puncak sinergi tiga generasi) pada 14 Februari 2026. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar