DIY Tuntaskan “Road to ICIHES 2025” dengan Pengukuhan Duta, Inovator, dan Kawasan Halal
- account_circle Warjono
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Acara Awarding 4 Events Road to The 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025, yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Komitmen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menjadi episentrum ekonomi dan industri halal nasional menuju standar global semakin kokoh. Hal ini ditandai dengan suksesnya acara “Awarding 4 Events Road to The 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025”, yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (4/11/2025) di Hotel Marriott Yogyakarta.
Acara ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan pra-konferensi menuju ICIHES 2025 yang akan dihelat pada November 2025. Tujuannya jelas: memperkuat ekosistem halal Indonesia melalui sinergi riset akademik dan implementasi berdampak, menjadikannya siap bersaing di kancah global.
Tunjukkan Posisi Strategis Yogyakarta
Kehadiran tokoh-tokoh strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, menegaskan posisi penting Yogyakarta dalam peta pengembangan industri halal dunia. Turut hadir dalam acara ini,
Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. (Ketua Dewan Komisioner LPS), Prof. Emeritus Dr. Kosugi Yasushi (Ritsumeikan University, Jepang), Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail (Universiti Kebangsaan Malaysia), Dandan Hermawan (Sekretaris Umum MES DIY), serta perwakilan dari BPD DIY Syariah, OJK DIY, akademisi dari Indonesia, Jepang, Malaysia, pelaku usaha, dan UMKM.
Kehadiran ahli internasional membuktikan bahwa upaya penguatan ekosistem halal di DIY bukan sekadar wacana lokal, melainkan bagian dari diskusi dan rantai nilai halal global.
Apresiasi Nyata untuk Penggerak Ekosistem Halal
Rangkaian acara “Road to ICIHES 2025” ini menjadi platform strategis untuk memberikan apresiasi kepada individu dan kelompok yang berdedikasi tinggi dalam memajukan halal lifestyle dan industri. Penghargaan Duta Halal MES DIY 2025 diberikan kepada Aqmarina Aqilah Dhiyaulhaq dari Universitas Alma Ata. Pengangkatan ini merupakan langkah nyata MES DIY dalam mengakslerasi gerakan halal di kalangan generasi muda.
Penghargaan Tokoh Penggerak Halal DIY 2025 dianugerahkan kepada Mustofa Ahda, sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam pengembangan sertifikasi halal, pendampingan UMKM, dan advokasi kebijakan.
Lahirnya Inovator Melalui “Halal Business Plan Competition (HBPC) 2025”
HBPC 2025 berhasil menjaring inovator bisnis halal baru. Kategori Pelajar: Tim Halal Cyberquest (SMAN 1 Ngaglik) dengan inovasi digitalisasi literasi dan keamanan pangan halal. Kategori Mahasiswa & Umum: Tim LPPTQ PCM Kalasan (PPTQ Daarul Hikmah) yang mengusung model pemberdayaan usaha halal berbasis pesantren.
Penghargaan ini diserahkan oleh Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. (Ketua Departemen Industri Halal MES DIY), menunjukkan fokus pada pengembangan inovasi dan pelaku usaha halal baru.
Deklarasi Kawasan Halal DIY
Momen penting lain adalah Deklarasi Komitmen Kawasan Halal (KKH) DIY x G2RT MES DIY, yang melibatkan tiga wilayah pionir yakni Desa Sumberrejo, Kalurahan Patehan, Desa Salamrejo. Ketiga wilayah ini menyatakan kesiapan untuk dikembangkan sebagai kawasan dengan kategori spesifik yakni Kawasan Industri Halal, Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), dan Pariwisata Ramah Muslim.
Komitmen ini dikuatkan dengan model inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat “G2R Tetrapreneur”, sebuah rujukan nasional yang berbasis gotong royong, kearifan lokal, dan transformasi digital.
Dengan deklarasi ini, keempat rangkaian kegiatan Road to ICIHES 2025 dinyatakan tuntas, siap memasuki tahap integrasi ekosistem yang lebih luas. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar