Doa, Tangis Haru dan Pelukan Hangat Iringi Ikhtiar Siswa SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta Menjelang Ujian
- account_circle Chaidir
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Doa dan pelukan hangat siswa dan orang tua.
TERAS MALIOBORO – Suasana haru menyelimuti ruang Auditorium Al Hafidh, Kampus Al Azhar Yogyakarta World School (AYWS) Sleman, ketika ratusan siswa kelas IX SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta bersama orang tua mereka berkumpul dalam acara doa dan motivasi bertajuk “Jihad Pelajar: Taklukkan Ujian, Raih Prestasi, Banggakan Orang Tua dan Sang Pencipta.”
Kegiatan pada Jumat (6/3/2026) digelar sebagai bekal menuju Ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan TKAD (Tes Kemampuan Akademik Daerah) ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum spiritual yang menguatkan hati para siswa yang akan segera menghadapi salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
Acara diawali dengan mujahadah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz M Iqbal Ghazali MHI. Dalam suasana yang khusyuk, lantunan doa menggema, dipanjatkan oleh para siswa, orang tua, dan guru yang hadir. Mereka memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan dalam menghadapi ujian yang akan datang. Harapan yang sama terpatri di setiap hati dan berharap semoga perjuangan belajar ini kelak mampu membanggakan kedua orang tua dan Sang Pencipta.
Memasuki sesi utama, suasana berubah menjadi lebih hidup ketika motivator sekaligus trainer pendidikan, Abdi Suardin ST, tampil memberikan motivasi. Dengan gaya penyampaian yang enerjik dan penuh semangat, ia berhasil membangkitkan kepercayaan diri para siswa.
Baca Juga : Lebah atau Lalat?
Ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bagian dari jihad seorang pelajar sebagai perjuangan untuk mengalahkan rasa malas, menaklukkan rasa takut, serta membuktikan bahwa kerja keras akan berbuah keberhasilan.
Namun, puncak acara yang paling dinantikan justru hadir pada sesi sungkem antara siswa dan orang tua.
Sebelum sesi itu dimulai, Abdi Suardin menyampaikan pengantar yang begitu menyentuh hati. Ia mengajak para siswa merenungkan kembali perjalanan hidup mereka sejak kecil, tentang tangan orang tua yang selalu menggandeng, doa yang tak pernah putus dipanjatkan, serta pengorbanan yang sering kali tak terlihat namun terasa sepanjang hidup.
Mengetuk Pintu Hati
Ketika alunan musik lembut mulai terdengar, para siswa perlahan mendekati kedua orang tua mereka. Dengan penuh hormat, mereka menundukkan badan, menggenggam tangan ayah dan ibu, lalu memohon doa restu.
Beberapa siswa terlihat meneteskan air mata, begitu pula para orang tua yang memeluk anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang. Tangis haru dan pelukan hangat seakan meleburkan seluruh perasaan yang selama ini tersimpan—rasa terima kasih, rasa bangga, sekaligus harapan akan masa depan yang lebih baik.
Momen sungkem itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap keberhasilan seorang anak, selalu ada doa yang tak pernah lelah dipanjatkan oleh orang tua.
Baca Juga : Adira Expo Berkah Ramadan Gempur Jogja dengan Promo Bunga Rendah dan Hadiah Umrah
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah sambutan juga disampaikan oleh para pemangku kepentingan di lingkungan Yayasan Al Azhar Yogyakarta. Kepala Satuan Pendidikan SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Fajar Arif Herjayanto, menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memperkuat mental dan spiritual para siswa dalam menghadapi ujian.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua Jamiyah sekaligus perwakilan orang tua murid, Bunda Titik Anayati SE, yang menegaskan bahwa para orang tua akan selalu berdiri di belakang anak-anak mereka dalam setiap langkah perjuangan.
Sementara itu, Wakabid Akademik BPPH AYWS, Suhartini MPd, turut memberikan pesan dan semangat agar para siswa tetap percaya diri, berusaha dengan sungguh-sungguh, serta selalu mengiringi ikhtiar dengan doa.
Koordinator kegiatan, Alvin Haq Shirothie MA, berharap melalui kegiatan bertajuk “Jihad Pelajar” ini para siswa mampu menghadapi ujian dengan hati yang tenang, mental yang kuat, serta optimisme yang tinggi.
“Semoga mereka dapat menaklukkan ujian, meraih prestasi terbaik, dan pada akhirnya membanggakan kedua orang tua serta Sang Pencipta,” ujarnya.
Dan di balik seluruh rangkaian acara tersebut, tersimpan satu pesan yang begitu sederhana namun sangat mendalam bahwa perjuangan seorang pelajar tidak pernah berdiri sendiri—di sana selalu ada doa orang tua yang menjadi kekuatan terbesar dalam setiap langkah menuju masa depan. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar