AYWS–HAWS Bangun Ekosistem Pendidikan Global Berbasis Nilai Keislaman
- account_circle Chaidir
- calendar_month Ming, 9 Agu 2026
- comment 0 komentar

* Hafidh Asrom menegaskan pendidikan dibangun melalui proses panjang, kini berkembang menjadi 22 sekolah dan 2 pesantren.
* AYWS–HAWS menghadirkan konsep pendidikan terpadu berbasis nilai keislaman dan standar internasional.
*Kolaborasi global, fasilitas modern, dan penguatan bahasa menjadi kunci mencetak generasi berdaya saing dunia.
TERAS MALIOBORO – Semangat membangun pendidikan masa depan yang berakar pada nilai keislaman dan berorientasi global kembali ditegaskan dalam gelaran AYWS–HAWS Expo di Kampus HAWS Magelang, Sabtu (8/8/2026).
Pendiri Hafidh Asrom World Schools (HAWS) dan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS), Drs HA Hafidh Asrom MM, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh insan pendidikan untuk melihat pendidikan sebagai sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan visi besar.
Acara ini dihadiri Wali Kota Magelang, akademisi dari North Illinois University (NIU) Prof. James Cohan, Ph.D. dan Prof. Teresa Wasonga, Ph.D., serta para Kepala Satuan Pendidikan (KSP) se-Kota Magelang dan seluruh unit AYWS–HAWS.
Dalam paparannya, Hafidh Asrom menuturkan bahwa pengembangan lembaga pendidikan yang kini dikenal luas tidak dibangun secara instan. Berawal dari unit SD dan SMP, perjalanan tersebut bahkan sempat mengalami jeda selama dua tahun. Namun, dari proses itulah lahir kekuatan untuk terus melangkah hingga kini berdiri 22 sekolah dan dua pondok pesantren.
Baca Juga : AYWS, Sekolah Islam Profesional dengan Layanan Psikologi Terintegrasi
“Ini adalah perjalanan panjang yang kami rawat dengan komitmen. Kami percaya pendidikan adalah solusi dari berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan nama Al-Azhar bukan sekadar identitas, tetapi merupakan bagian dari sistem pendidikan yang menanamkan nilai akhlakul karimah sebagai fondasi utama. Nilai tersebut menjadi ruh dalam seluruh proses pembelajaran yang dijalankan.
Seiring waktu, pengembangan tidak hanya berhenti pada sekolah formal. AYWS–HAWS juga menghadirkan pondok pesantren modern berbasis boarding school dengan fasilitas unggulan. Salah satunya berada di Kampus Sleman 1 yang terintegrasi dari jenjang KB hingga SMA. Tingginya kepercayaan masyarakat membuat kapasitas pendidikan terus berkembang.
Tidak hanya itu, kawasan Asram Edupark seluas sekitar 12 hektar menjadi salah satu ikon pengembangan pendidikan berbasis pengalaman. Di tempat ini, siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung yang menumbuhkan kemandirian dan kreativitas.
Baca Juga : AYWS Resmi Luncurkan Wellness School, Jawab Tantangan Pendidikan Abad 21
Langkah besar lainnya hadir melalui pengembangan Kampus Gamping yang mengusung konsep internasional. Dengan fasilitas premium dan sistem pembelajaran modern, kampus ini menjadi representasi sekolah masa depan yang mengintegrasikan kualitas akademik, karakter, dan lingkungan belajar yang nyaman.
Hafidh Asrom juga menekankan pentingnya membangun jejaring global. Kerja sama dengan North Illinois University (NIU) menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat posisi AYWS sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional. Selain itu, penguatan kemampuan bahasa hingga delapan bahasa, termasuk bahasa Inggris dan Mandarin, menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan global.
Di berbagai daerah, respons masyarakat terhadap AYWS–HAWS terus meningkat. Di Bantul, antrean pendaftaran siswa bahkan telah berlangsung hingga beberapa tahun ke depan. Sementara di Wonosari, konsep pendidikan terpadu berbasis pesantren dikembangkan dengan dukungan beasiswa besar bagi siswa berprestasi.
Pengembangan ke depan juga tengah dipersiapkan di kawasan Patuk, Gunungkidul, dengan lahan sekitar 15 hektar. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pendidikan sekaligus ekosistem sosial dan ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar.
Lebih dari sekadar institusi pendidikan, AYWS–HAWS ingin menghadirkan ruang hidup bagi masyarakat. Berbagai fasilitas dibuka untuk umum, mulai dari ruang pertemuan hingga konsep integrasi kafe dan perpustakaan, yang mendorong budaya literasi dan interaksi sosial.
Baca Juga : Momentum Bersejarah AYWS: Modernisasi Laboratorium dan Peluncuran Biografi Hafidh Asrom
“Kami ingin sekolah ini menjadi milik bersama, menjadi pusat aktivitas masyarakat, bukan hanya tempat belajar siswa,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya dilakukan oleh guru di kelas, tetapi oleh seluruh elemen yang ada di lingkungan sekolah. Setiap interaksi, dari siswa berangkat hingga pulang, adalah bagian dari proses pembentukan karakter.
Di Magelang, Hafidh Asrom berharap kehadiran HAWS dapat menjadi pemantik tumbuhnya sekolah-sekolah berkualitas lainnya. Ia menilai, kota ini memiliki fondasi keislaman yang kuat, yang dapat dipadukan dengan sistem pendidikan modern bertaraf internasional.
“Kami tidak ingin menjadi satu-satunya. Kami ingin tumbuh bersama, membangun ekosistem pendidikan yang kuat,” katanya.
Menutup paparannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia juga berharap adanya penguatan infrastruktur guna mendukung aktivitas pendidikan yang semakin berkembang.
Dengan langkah yang terus bergerak dan kolaborasi yang semakin luas, AYWS–HAWS menegaskan posisinya bukan hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi sebagai penggerak peradaban—mencetak generasi yang unggul secara global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar