Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Dosen UGM Soroti Korupsi BGN, Pelibatan Pemda Dinilai Kunci Selamatkan Program Makan Bergizi Gratis

Dosen UGM Soroti Korupsi BGN, Pelibatan Pemda Dinilai Kunci Selamatkan Program Makan Bergizi Gratis

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi alarm serius bagi keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah besarnya harapan publik terhadap program unggulan pemerintah tersebut, muncul desakan agar tata kelola MBG segera dibenahi, terutama dengan memperkuat peran pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaannya.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele, S.IP., M.Si., menilai persoalan hukum yang menjerat mantan pimpinan BGN bukan sekadar kesalahan individu. Menurutnya, kasus tersebut mencerminkan lemahnya sistem tata kelola yang sejak awal mengiringi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Gabriel mengatakan, model pengelolaan MBG yang sangat terpusat membuat ruang pengawasan menjadi terbatas. Keputusan strategis lebih banyak berada di tangan segelintir aktor di tingkat pusat yang bertanggung jawab langsung kepada presiden. Situasi tersebut berpotensi mengurangi transparansi sekaligus mempersempit ruang koreksi dari pihak-pihak yang berada lebih dekat dengan pelaksanaan program di lapangan.

“Kalau sebuah program dianggap prioritas oleh presiden, karakter dasarnya adalah tertutup dan sentralistis. Hanya sedikit orang yang terlibat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden,” ujarnya dikutip dari laman UGM.ac.id, Selasa (9/6).

Menurut Gabriel, pelibatan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki tata kelola MBG. Selama ini, program dirancang secara nasional dan diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia, padahal setiap daerah memiliki kondisi sosial, ekonomi, geografis, serta tingkat kesiapan yang berbeda.

Ia menilai pemerintah daerah memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan masyarakat setempat, mulai dari pola konsumsi, kondisi sekolah, ketersediaan bahan pangan, hingga kesiapan infrastruktur pendukung. Karena itu, keterlibatan pemda dapat membuat kebijakan lebih adaptif dan efektif.

“Kalau pola kebijakan seperti MBG yang dirumuskan di nasional dan diterapkan di seluruh Indonesia, risikonya adalah kurangnya sensitivitas terhadap konteks lokal. Tingkat kesiapan dan tingkat penerimaannya berbeda-beda,” katanya.

Selain meningkatkan relevansi program, pelibatan pemerintah daerah juga diyakini dapat memperkuat sistem pengawasan. Gabriel menyoroti besarnya anggaran yang dikelola BGN tidak diimbangi dengan mekanisme kontrol yang mampu mendeteksi penyimpangan sejak dini.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan lembaga seperti BPK maupun BPKP selama ini cenderung bersifat reaktif karena baru berjalan setelah masalah muncul ke permukaan. Akibatnya, berbagai persoalan seperti dugaan penyimpangan pengadaan, pemborosan anggaran, hingga penurunan kualitas layanan berpotensi terjadi tanpa terdeteksi lebih awal.

“Godaan untuk mengambil sesuatu itu pasti ada ketika mengelola anggaran besar. Itu bisa diminimalisir dengan sistem kontrol dan sistem akuntabilitas yang memadai,” tegasnya.

Gabriel juga menilai mekanisme kontrol publik terhadap MBG belum berjalan optimal. Berbagai kritik terkait kasus keracunan makanan, kualitas layanan, hingga dugaan pemborosan anggaran kerap tidak memperoleh respons yang memadai. Kondisi tersebut justru memicu meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap program yang sejatinya mendapat dukungan luas.

Ia menambahkan, sebagian besar kritik yang muncul bukan bertujuan menggagalkan MBG, melainkan agar program tersebut berjalan lebih baik dan tepat sasaran. Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Di sisi lain, faktor politik dinilai turut memengaruhi lambatnya respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang muncul. Sebagai program unggulan yang menjadi salah satu janji politik Presiden, MBG memiliki nilai strategis yang tinggi sehingga evaluasi besar-besaran kerap dilakukan secara hati-hati.

Meski demikian, Gabriel mengapresiasi langkah pemerintah yang memproses hukum mantan pimpinan BGN. Namun, ia menegaskan bahwa penindakan hukum tidak boleh berhenti pada individu semata. Kasus tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan reformasi tata kelola secara menyeluruh.

“Kita mengapresiasi ada langkah untuk mencopot lalu menangkap Ketua BGN dan wakilnya. Harapannya tidak berhenti di situ, tetapi menjadi momentum untuk membereskan masalah tata kelola yang luar biasa bobrok terkait proses perencanaan dan pelaksanaan program MBG,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Gabriel mendorong pemerintah melakukan evaluasi komprehensif terhadap desain kelembagaan MBG, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penganggaran hingga pertanggungjawaban. Evaluasi tersebut, menurutnya, perlu melibatkan para ahli independen di bidang gizi, tata kelola pemerintahan, dan keuangan publik.

Ia bahkan mengusulkan penghentian sementara program selama satu hingga dua bulan agar proses evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh. Dengan demikian, perbaikan yang dihasilkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu memperkuat fondasi program yang menyangkut masa depan generasi Indonesia.

Bagi Gabriel, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat. Lebih dari itu, keberhasilan program akan sangat bergantung pada tata kelola yang transparan, sistem pengawasan yang kuat, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelaksanaan di lapangan. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan komitmen kuatnya di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Wilayah ini resmi menjadi penyumbang pelanggan terbesar Indosat di seluruh Indonesia, dengan total 15,4 juta pelanggan hingga kuartal III 2025. Menanggapi kontribusi masif ini, Indosat Region Jawa Tengah & DIY melakukan ekspansi jaringan besar-besaran, menambahkan hampir 550 BTS 4G baru hanya […]

  • Cegah Macet Saat Arus Mudik, Tol Prambanan-Purwomartani Satu Arah

    Cegah Macet Saat Arus Mudik, Tol Prambanan-Purwomartani Satu Arah

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan berbagai strategi dalam mengawal arus mudik Lebaran 2026. Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menemui Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, di Kepatihan Yogyakarta pada Kamis (19/2/2026). Pertemuan ini untuk memastikan sinergi kuat demi menjamin kenyamanan jutaan pemudik yang masuk maupun melintasi DIY. ​Menhub Dudy […]

  • Magister Sosiologi UMM Bekerja Sama dengan FKUB Kota Magelang

    Magister Sosiologi UMM Bekerja Sama dengan FKUB Kota Magelang

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Program Studi Magister Sosiologi pada Direktorat Program Pascasarjana (DPPS) Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan FGD (Focus Group Discussion) tentang Peran, Permasalahan, dan Tantangan FKUB dalam Memperkuat Kota Moderasi Beragama. Kegiatan ini digelar di Ruang Pertemuan Lantai 2, Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang, Senin (20/10/2025). Pada kesempatan tersebut, dua birokrat dan […]

  • Mletik Preneur 2026: Strategi Pegadaian Cetak UMKM Naik Level

    Mletik Preneur 2026: Strategi Pegadaian Cetak UMKM Naik Level

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • 0Komentar

    * Pegadaian gelar pelatihan Mletik Preneur 2026 di Yogyakarta, diikuti 35 pelaku UMKM. * Fokus pada pembiayaan inklusif, digitalisasi usaha, dan peningkatan kapasitas UMKM. * Dibuka peluang kemitraan agen untuk tambah penghasilan dan perluas layanan ke masyarakat. TERAS MALIOBORO -!PT Pegadaian kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) […]

  • Jadikan 13 Delegasi Asing “Duta”, Fadli Zon Buka Pekan Diplomasi Budaya di UPN Yogyakarta

    Jadikan 13 Delegasi Asing “Duta”, Fadli Zon Buka Pekan Diplomasi Budaya di UPN Yogyakarta

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Menteri Kebudayaan, Dr. Fadli Zon, secara resmi menugaskan 13 delegasi internasional dari lima negara untuk menjadi “Sahabat Indonesia” dan duta budaya bagi negaranya masing-masing. Misi diplomatik ini ia sampaikan saat membuka Indonesia International Week (IIW) 2025 yang berpusat di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Jumat (24/10/2025). Acara yang merupakan kerja sama antara Kementerian […]

  • IDM Guyur 3.000 Paket Sembako untuk Warga Borobudur hingga Prambanan

    IDM Guyur 3.000 Paket Sembako untuk Warga Borobudur hingga Prambanan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–InJourney Destination Management (IDM) mempertegas komitmen sosialnya dengan menyalurkan 3.000 paket sembako bagi keluarga pra-sejahtera di sekitar kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Jumat (6/3/2026). Aksi nyata bertajuk “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna” ini bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pengelola destinasi wisata dengan warga lokal. Direktur Utama InJourney Destination […]

expand_less