Orang Lain Menyingkir, Ipda Purnomo Justru Merangkul Ribuan ODGJ Selama 10 Tahun
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 29 Sep 2026
- comment 0 komentar

Aksi Ipda Purnomo mencukur rambut ODGJ. (ig @purnomopolisibaik)
TERAS MALIOBORO–Di saat banyak orang memilih menjauh saat melihat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di jalanan, seorang polisi di Lamongan justru mendekat, memeluk, memandikan, dan merawatnya hingga sembuh. Dia adalah Ipda Purnomo.
Purnomo adalah anggota Sat Binmas Polres Lamongan yang kini menjabat sebagai Kepala Unit Binpol. Namun, publik lebih mengenalnya lewat kanal YouTube Purnomo Belajar Baik, akun yang menampilkan interaksinya dengan ODGJ secara langsung dengan pendekatan komunikasi terapeutik yang hangat.
Perjalanan kemanusiaannya dimulai 10 tahun lalu. Berawal dari keprihatinan melihat ODGJ telantar, ia mendirikan Yayasan Berkah Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan. Di yayasan sederhana itu, ia merawat ratusan ODGJ yang terlantar dan ia temukan di jalanan.
Hingga kini, tercatat 286 ODGJ masih dalam perawatannya. Sebanyak 105 dirawat gratis total, sementara sisanya menerapkan sistem subsidi silang. Tak tanggung-tanggung, total biaya operasional yayasan mencapai Rp1,5 miliar per bulan, yang berasal dari donatur dan seluruh penghasilan konten media sosialnya.
Perjuangannya tidak mudah. Selama 8 tahun, yayasan ini telah membantu sekitar 5.000 ODGJ sembuh dan kembali tersenyum bersama keluarga. Bahkan data terbaru menyebut, selama 10 tahun ia telah merehabilitasi sekitar 7.000 ODGJ dari berbagai daerah.
Proses pemulihan tidak hanya medis, tapi juga spiritual. Baginya, kebahagiaan terbesar bukanlah penghargaan, melainkan melihat mereka sembuh.
“Melihat mereka sembuh dan kembali tersenyum, itu kebahagiaan terbesar,” ujar Purnomo.
Dedikasinya pun mendapat apresiasi. Pada 2 Juni 2026, Kapolres Lamongan memberikan piagam penghargaan atas pengabdiannya.
Purnomo selalu menegaskan, tugas polisi bukan hanya menegakkan hukum.
“Tugas kita sebagai polisi bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga hadir membawa kemanfaatan dan menjadi pelindung bagi mereka yang lemah,” ujarnya.
Namun, warga dan pengikutnya di akun YouTube kini dibuat was was. Ipda Purnomo tiba-tiba mengumumkan akan menonaktifkan monetisasi di medosnya terutama akun YouTube. Langkahnya ini bermula dari kedatangan tamu yang terus menanyakan pendapatannya dari akun dimaksud.
“Assalamualaikum, sore ini saya kedatangan tamu dari pihak yang mengaku sering mengecek pendapatan penghasilan saya dari media sosial. Hari ini saya sampaikan, saya langsung kasih nomor rekening,” ujar Purnomo dalam pernyataannya yang dikutip banyak media.
Ia memastikan, meski YouTube ditutup, aksi kemanusiaannya tidak akan berhenti. Ke depan, ia hanya akan membuat konten video pendek berisi ajakan untuk berbuat baik. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar