Lawan Gempuran AI dengan Rasa, JNE Ajak Mahasiswa UII Olah Ide Jadi Karya Otentik
- account_circle Warjono
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tim juri bersama akademisi dan perwakilan JNE, menggelar talkshow di UII. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Di tengah maraknya konten instan berbasis Artificial Intelligence (AI), orisinalitas dan “nyawa” dalam sebuah karya menjadi barang mewah yang kian dicari. Menangkap fenomena ini, JNE menggelar Creative Workshop bertajuk “Think Creative: Dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita” di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teatrikal Gedung Sardjito ini menjadi bagian dari rangkaian JNE Content Competition 2026. Workshop ini bertujuan membekali mahasiswa agar tidak sekadar menjadi produsen konten, tetapi menjadi pencerita yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan lewat karya foto maupun tulisan.
Otentisitas, Senjata Hadapi Mesin
Hadir sebagai narasumber utama, penulis sekaligus juri Writing Competition, Kang Maman, memberikan pesan menohok bagi para kreator muda. Menurutnya, meski teknologi AI mempermudah instruksi, mesin tidak akan pernah bisa menggantikan rasa dan pengalaman personal manusia.
“AI tidak punya kenangan saat mendengar teriakan ‘paket!’ di depan pagar rumah. Yang membedakan manusia dengan AI adalah rasa. Jangan terjebak pada instruksi mesin yang menghasilkan tulisan hambar tanpa nyawa,” tegas Kang Maman di hadapan ratusan mahasiswa.
Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah karya tulis terletak pada kedalaman riset dan detail nyata (5W+1H). Juri tidak mencari tulisan yang memuji brand JNE secara repetitif, melainkan narasi yang mampu menangkap esensi filosofi Connecting Happiness.
Bercerita Lewat Lensa
Senada dengan Kang Maman, fotografer profesional Martha Suherman yang didapuk sebagai juri Photo Competition menyoroti variabel storytelling sebagai kunci penilaian utama. Baginya, foto yang hebat adalah foto yang mampu bicara sendiri tanpa perlu teks panjang lebar.
“Teknis seperti komposisi itu fondasi, tapi ‘nyawa’ sebuah foto adalah momen. Kami justru mencari perspektif segar yang berani keluar dari pakem, yang seringkali kami temukan pada karya mahasiswa dan pelajar,” ungkap Martha.
Selain Martha dan Kang Maman, hadir pula Raditya Mahendra Jasa dan Amir Mahmud sebagai juri regional, menjadikan workshop ini sebagai ruang bedah strategi bagi peserta yang mengincar total hadiah ratusan juta rupiah serta hadiah utama perjalanan religi (Umrah atau Holy Land).
Sinergi Industri dan Akademisi
Wakil Rektor UII, Ir. Wiryono Raharjo, M. Arch., Ph.D., menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menilai kegiatan praktis seperti ini sangat relevan untuk membekali mahasiswa agar adaptif terhadap industri kreatif yang dinamis.
SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, bersama Head Regional Jateng-DIY JNE, Murah Lestari, menegaskan bahwa kreativitas anak muda adalah kekuatan besar bagi masa depan Indonesia. JNE berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi literasi nasional. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar