Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan
- account_circle Suryawan
- calendar_month Sel, 9 Des 2025
- comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri berusaha terus memperkuat ekonomi kerakyatan di Provinsi Jawa Barat. Langkah ini semakin menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah.
Dengan mengandalkan sinergi layanan finansial yang komprehensif dan berbagai program pemberdayaan masyarakat, bank berlogo pita emas ini terus memberikan kontribusi nyata bagi pelaku UMKM, komunitas desa, serta sektor-sektor unggulan daerah. Upaya tersebut menegaskan lagi peran Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan berkelanjutan di wilayah yang dikenal memiliki potensi ekonomi terbesar di Pulau Jawa.
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Nila Mayta Dwi Rihandjani menegaskan, percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat menjadi fokus utama perseroan.
“Fokus kami adalah memastikan layanan Bank Mandiri benar-benar relevan bagi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah ini. Hal ini menjadi komitmen kami dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memberikan nilai tambah kepada masyarakat khususnya di wilayah Jawa Barat,” tegas Nila saat Media Gathering Bank Mandiri 2025 di Bandung, Senin (8/12/2025).
Menurut Nila, kinerja Bank Mandiri Region VI Jawa Barat hingga akhir September 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit meningkat 14,7 persen secara tahunan. Sementara dana murah atau current account and saving account (CASA) naik 11,5 persen secara year on year (YoY), mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perseroan.
Dalam waktu yang sama, sektor-sektor unggulan seperti industri pengolahan, perdagangan besar, serta transportasi dan pergudangan juga menunjukkan pergerakan positif.
Kondisi tersebut menegaskan kekuatan fundamental ekonomi daerah sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pertumbuhan usaha kecil dan menengah yang kini semakin terhubung dalam rantai pasok industri.
Lebih jauh, Nila menekankan, digitalisasi menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif.
“Pemanfaatan Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan platform Kopra by Mandiri terbukti memperluas pasar, mempermudah transaksi, serta memperkuat literasi keuangan bagi pelaku usaha yang manfaatnya dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat,” jelasnya.
Optimalisasi jaringan Mandiri Agen di seluruh wilayah Jawa Barat juga terus memegang peran vital dalam membuka akses layanan finansial bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM. Kehadiran Mandiri Agen serta penguatan kanal digital menjadi bukti bahwa perluasan layanan keuangan bisa berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Kontribusi Bank Mandiri terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Hingga September 2025, Region VI/Jawa Barat menyelenggarakan 37 kegiatan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), menggulirkan inisiatif Mandiri Rumah Ekspor, serta memperluas literasi dan inklusi keuangan ke berbagai wilayah.
Program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam memahami rantai pasok, mengelola bisnis secara profesional, serta mengakses peluang pasar yang lebih luas.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, asosiasi usaha, dan komunitas lokal dilakukan untuk memastikan manfaat program menjangkau pelaku ekonomi hingga tingkat paling dasar.
Dengan penguatan digitalisasi, sinergi pemberdayaan, serta upaya memperluas akses finansial bagi seluruh lapisan masyarakat, bank berkode emiten BMRI itu membuktikan konsistensinya dalam mendorong ekonomi kerakyatan di Jawa Barat sekaligus mengokohkan struktur ekonomi daerah yang terus berkembang.
“Seluruh upaya ini kami harap mampu membuka kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk tumbuh bersama Bank Mandiri melalui penguatan ekosistem usaha, perluasan akses finansial, dan dukungan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM maupun komunitas desa,” pungkas Nila. (*)
- Penulis: Suryawan






Saat ini belum ada komentar