Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Cetak Pendapatan Rp 7,7 Triliun

Transformasi TelkomGroup Mulai Berbuah, InfraNexia Cetak Pendapatan Rp 7,7 Triliun

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Transformasi TelkomGroup mulai menunjukkan hasil melalui kinerja PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) pada semester I 2026. Perusahaan mencatat pendapatan Rp7,7 triliun dengan margin EBITDA mencapai 54,5%. InfraNexia juga mencatat pertumbuhan kuat dari pasar eksternal. Pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup naik 31% secara tahunan menjadi Rp939 miliar.

Pertumbuhan tersebut memberi sinyal bahwa infrastruktur yang InfraNexia kelola mulai menarik permintaan lebih luas. Operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, dan pelanggan korporasi menjadi bagian dari pasar tersebut.

Kinerja ini sekaligus memperkuat posisi InfraNexia sebagai salah satu pemain infrastruktur telekomunikasi yang mendukung kebutuhan konektivitas industri nasional.

Pelanggan Eksternal Tumbuh 31 Persen

Pertumbuhan pelanggan eksternal menjadi salah satu indikator penting dalam transformasi InfraNexia. Pada semester I 2026, pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup mencapai Rp939 miliar. Angka tersebut tumbuh 31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu menunjukkan peluang bisnis InfraNexia semakin terbuka. Perusahaan tidak hanya mengandalkan kebutuhan infrastruktur dari ekosistem TelkomGroup, tetapi juga memperluas pasar ke pelaku industri.

Operator telekomunikasi, ISP, perusahaan digital, dan pelanggan korporasi membutuhkan kapasitas jaringan yang semakin besar. Pertumbuhan aktivitas digital turut mendorong kebutuhan tersebut.

InfraNexia pun memiliki ruang untuk meningkatkan pemanfaatan aset dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pelaku industri.

Alih Kelola Aset Jadi Titik Penting Transformasi

InfraNexia memasuki fase baru setelah menerima pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Pengalihan tersebut berlaku efektif sejak 1 Januari 2026. Langkah ini memperbesar skala operasi sekaligus memperkuat kapabilitas infrastruktur InfraNexia.

Transformasi itu juga memberi ruang bagi perusahaan untuk mengelola aset jaringan secara lebih fokus. InfraNexia dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset, membuka peluang monetisasi, dan memperluas kerja sama dengan pasar eksternal.

Dengan model tersebut, infrastruktur digital tidak hanya menopang kebutuhan internal grup. Aset juga dapat menghasilkan nilai lebih besar melalui pemanfaatan oleh pelanggan dan mitra industri.

Wholesale Network Tumbuh 12,7 Persen

Salah satu portofolio yang mencatat pertumbuhan adalah Wholesale Network. Segmen yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan 12,7% secara tahunan setelah pengelolaannya beralih ke InfraNexia.

Pertumbuhan tersebut mendapat dukungan dari permintaan layanan core network yang tetap kuat. Kebutuhan kapasitas jaringan juga terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas digital.

Kondisi itu membuka peluang bagi InfraNexia untuk memperluas pemanfaatan infrastruktur. Perusahaan dapat mengoptimalkan kapasitas jaringan sekaligus menawarkan layanan kepada lebih banyak pelaku industri.

Selain Wholesale Network, InfraNexia terus mengembangkan segmen FTTx & Infrastructure Sharing. Portofolio ini mendukung kebutuhan konektivitas sekaligus mendorong pemanfaatan infrastruktur secara lebih efisien.

Model infrastructure sharing juga membuka ruang kolaborasi yang lebih besar. Pelaku industri dapat memanfaatkan infrastruktur bersama tanpa harus membangun seluruh jaringan secara mandiri.

Margin EBITDA Capai 54,5 Persen

Pertumbuhan bisnis InfraNexia berjalan bersama dengan penguatan profitabilitas. Pada semester I 2026, perusahaan mencatat margin EBITDA sebesar 54,5%. Kinerja tersebut mendapat dukungan dari disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, dan integrasi pengelolaan aset.

Efisiensi menjadi bagian penting dari transformasi InfraNexia. Perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga memastikan setiap aset dan proses menghasilkan nilai yang optimal.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal menunjukkan proses transformasi mulai memperkuat daya saing perusahaan.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri.”

Perluasan bisnis juga mendorong InfraNexia memperkuat organisasi. Jumlah karyawan perusahaan meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026. Penambahan tersebut mendukung kebutuhan operasional yang semakin kompleks.

InfraNexia juga membutuhkan kapasitas sumber daya manusia yang lebih besar untuk mengembangkan layanan dan mempercepat agenda transformasi.

Penguatan organisasi menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat. Infrastruktur yang semakin besar membutuhkan pengelolaan, inovasi, dan eksekusi yang semakin cepat.

InfraNexia melihat semester I 2026 sebagai periode penting dalam membangun fondasi perusahaan infrastruktur digital yang lebih kompetitif. Capaian pendapatan, pertumbuhan pelanggan eksternal, dan margin EBITDA menunjukkan perkembangan positif pada fase awal transformasi.

Ke depan, InfraNexia akan melanjutkan modernisasi jaringan dan meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan juga akan memperluas kolaborasi dengan pelaku industri. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan pemanfaatan aset sekaligus menciptakan nilai lebih besar bagi pelanggan, pemegang saham, industri, dan negara.

Lukman mengatakan InfraNexia akan menjaga momentum tersebut melalui inovasi dan eksekusi transformasi yang konsisten.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Infrastruktur Digital Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional

Kinerja InfraNexia menunjukkan bagaimana pengelolaan infrastruktur dapat berubah menjadi mesin pertumbuhan baru dalam ekosistem digital. Pendapatan Rp7,7 triliun, pertumbuhan pelanggan eksternal 31%, pertumbuhan Wholesale Network 12,7%, serta margin EBITDA 54,5% menjadi indikator awal dari perubahan tersebut.

InfraNexia kini memiliki skala aset dan bisnis yang lebih besar. Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan perusahaan mengubah skala tersebut menjadi pertumbuhan yang konsisten. Dengan optimalisasi aset, modernisasi jaringan, efisiensi operasional, dan kolaborasi industri, InfraNexia berpeluang memperkuat perannya dalam menopang kebutuhan konektivitas Indonesia.

Transformasi tersebut juga sejalan dengan agenda Danantara Indonesia untuk mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

Bagi ekosistem digital nasional, pengelolaan infrastruktur yang semakin efisien dapat membuka ruang pertumbuhan baru. Bagi InfraNexia, semester pertama 2026 menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa transformasi bukan sekadar perubahan struktur bisnis, tetapi juga mampu menghasilkan kinerja. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hujan Angin Sebabkan Bangunan SMPN 2 Kalasan Rusak, Atap Bocor Sementara Ditutup Terpal

    Hujan Angin Sebabkan Bangunan SMPN 2 Kalasan Rusak, Atap Bocor Sementara Ditutup Terpal

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kalasan, Sleman, pada Sabtu sore (31/1/2026), menyebabkan kerusakan cukup parah di lingkungan SMP Negeri 2 Kalasan. Sejumlah fasilitas sekolah terdampak, mulai dari bangunan hingga sarana pendukung kegiatan belajar mengajar. Kepala SMP Negeri 2 Kalasan, Hadi Suparmo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa dampak terparah terjadi pada parkiran sepeda […]

  • Kas Sering Tombok, Denda 100 Ribu Berlaku: Cara Tak Biasa Pedagang “Foodcourt” Denggung Jaga Kekeluargaan

    Kas Sering Tombok, Denda 100 Ribu Berlaku: Cara Tak Biasa Pedagang “Foodcourt” Denggung Jaga Kekeluargaan

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Jika biasanya lapak kuliner identik dengan persaingan ketat berebut pembeli, pemandangan berbeda justru terlihat di Foodcourt Denggung, Sleman. Di pusat kuliner yang terlihat cukup ramai saat jam makan siang itu, para pedagangnya justru mengikat diri dalam satu keluarga besar. Kekompakan itu dirajut lewat Paguyuban Foodcourt Denggung. Ketua Paguyuban, Tri Maryadi, menegaskan wadah ini bukan […]

  • Jualan Laris di Tengah Gempuran Digital? WhatsApp Turun Gunung Latih UMKM 3 Kota

    Jualan Laris di Tengah Gempuran Digital? WhatsApp Turun Gunung Latih UMKM 3 Kota

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​​TERAS MALIOBORO–Demi memperkuat ketahanan ekonomi di tengah kondisi pasar yang dinamis, WhatsApp dan UKMINDONESIA.ID resmi meluncurkan program pelatihan adopsi digital yang menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tiga kota besar Indonesia. ​Yogyakarta menjadi kota pertama yang menggelar sesi pelatihan ini pada Selasa, 19 November 2025, yang diikuti oleh 70 UMKM dari […]

  • Ditemukan Setelah 17 Hari, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Masih Utuh di Jurang 20 Meter

    Ditemukan Setelah 17 Hari, Jenazah Pendaki Gunung Slamet Masih Utuh di Jurang 20 Meter

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Perjuangan tanpa lelah tim SAR gabungan dalam misi kemanusiaan di Gunung Slamet akhirnya mencapai titik akhir. Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Desember 2025, berhasil ditemukan pada Rabu (14/1/2026). ​Ali, siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian. Penemuan […]

  • Lewat Menabung, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ajak Nasabah Berbagi dengan Sesama

    Lewat Menabung, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ajak Nasabah Berbagi dengan Sesama

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Dalam suasana Ramadan 1447 H sebagai bulan berbagi, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengajak nasabah untuk peduli terhadap sesama. Lewat program Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah Ramadan 1447 H, bank pertama murni syariah di Indonesia ini menawarkan hadiah berupa paket bingkisan Ramadan dan paket syiar Qur’an. Adapun hadiahnya akan disalurkan oleh Baitulmaal […]

  • Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid

    Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja yang solid pada awal 2026. Ini mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, realisasi kredit perseroan tumbuh 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun. Peningkatan penyaluran kredit tersebut […]

expand_less