Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Tabebuya Mekar di Panggung Jogja Fashion Week, Cacagown Bawa Pesan Bertahan di Tengah Musim Gersang

Tabebuya Mekar di Panggung Jogja Fashion Week, Cacagown Bawa Pesan Bertahan di Tengah Musim Gersang

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Bunga tabebuya biasanya mencuri perhatian ketika bermekaran di tengah musim kemarau. Namun di tangan Caca Candrika, tabebuya berubah menjadi inspirasi untuk gaun pengantin yang tampil di panggung Jogja Fashion Week (JFW).

Warna kuning, putih dan pink menjadi benang merah koleksi Cacagown dalam gelaran fashion tersebut. Ketiga warna itu terinspirasi dari bunga tabebuya yang identik dengan kemunculannya saat musim gersang dan masa pancaroba.

Bagi Caca, pilihan itu bukan sekadar urusan estetika. Ada pesan yang ingin ia titipkan melalui koleksi tersebut. Seperti tabebuya yang tetap berbunga ketika kondisi alam sedang kering, Cacagown ingin menunjukkan bahwa sebuah usaha juga bisa tetap tumbuh ketika situasi ekonomi tidak selalu mudah.

“Di musim ekonomi yang gersang, Cacagown tetap bisa bertahan dan bahkan berkembang,” kata Caca Candrika, pemilik Cacagown.

Tabebuya Menjadi Bahasa Baru Cacagown

Di atas panggung JFW, Caca tetap mempertahankan identitas Cacagown sebagai brand yang selama 12 tahun konsisten menggarap gaun pengantin bergaya princess. Siluet mengembang, ukuran besar, detail rumit dan ornamen berkilau menjadi karakter yang tidak ditinggalkan.

Namun warna membuat koleksi kali ini terasa berbeda. Caca memilih warna yang masih satu rumpun dengan bunga tabebuya. Ia tidak memasukkan warna lain agar konsep yang dibawa tetap kuat dan mudah ditangkap.

Padahal, menurut Caca, gaun dengan karakter Cacagown sebenarnya bisa hadir dalam banyak pilihan warna, termasuk biru dan ungu.

“Yang ditampilkan di JFW ini diambil yang serumpun dari bunga tabebuya,” ujarnya.

Inspirasi tersebut terasa semakin relevan karena Caca memang sedang membawa cerita tentang daya tahan sebuah brand. Cacagown lahir dan tumbuh bukan dari pusat industri fashion. Rumah sekaligus tempat usahanya berada di Grabag, Magelang. Dari sana, Caca membangun bisnis yang kini telah menghasilkan sekitar 4.000 gaun pengantin selama 12 tahun.

Sebagian besar penjualan berlangsung secara online. Cacagown memasok gaun melalui mitra bridal di berbagai daerah Indonesia. Pesanan bahkan pernah datang dari Jepang, Amerika Serikat dan Singapura.

Lokasi di desa tidak membuat Caca merasa tertinggal. Justru karena berada jauh dari pusat kota, ia sejak awal dipaksa memanfaatkan teknologi digital.

“Tidak ada masalah dengan lokasi usaha di pinggiran. Malah saya bersyukur jadi orang desa, sehingga mau tidak mau harus bisa online,” katanya.

Dari Musim Kemarau, Lahir Gaun yang Tetap Bersinar

Cerita ketahanan Cacagown tidak berhenti pada metafora tabebuya. Caca pernah menghadapi situasi yang jauh lebih sulit ketika pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, bisnis fashion ikut terkena dampak. Namun ia tidak memilih berhenti.

Ia memanfaatkan bahan perca dari produksi gaun untuk membuat masker pesta. Masker tersebut diberi hiasan agar tetap terlihat modis ketika dikenakan. Produk itu sempat terjual sekitar 1.000 buah dalam satu bulan dengan harga Rp60 ribu per buah.

Bagi Caca, kemampuan beradaptasi itulah yang membuat bisnis tetap hidup. Jauh sebelum pandemi, ia juga sudah mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Setelah delapan tahun menjadi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang, Caca memilih mengundurkan diri pada 2019 untuk fokus mengembangkan Cacagown.

Keputusan itu sempat dianggap keliru oleh banyak orang dan setahun kemudian pandemi datang. Namun situasi yang awalnya dianggap menjadi pembenaran bagi orang-orang yang menentang keputusannya justru memberi Caca ruang untuk fokus mengembangkan kreativitas dari rumah.

Kini Cacagown memiliki 14 karyawan. Caca sengaja merekrut mereka dari lingkungan desanya sendiri dan mengajarkan keterampilan fashion dari awal. Tidak ada syarat harus lulusan tata busana. Caca sendiri belajar secara otodidak. Ia tidak memiliki latar belakang pendidikan fashion, tetapi terus belajar hingga mampu membangun brand yang menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

Gaun Princess yang Tidak Sekadar untuk Pelaminan

Ada satu cerita lain yang ikut memperkuat karakter Cacagown. Salah satu gaun buatannya pernah digunakan untuk mengikuti lomba lari 10K di Magelang. Gaun tersebut bahkan meraih penghargaan best costume.

Caca ingin mematahkan anggapan bahwa gaun pengantin besar selalu merepotkan.

“Jangankan duduk, dibawa lari pun bisa dan tidak sulit,” katanya.

Bagi Caca, fashion tidak harus selalu dibatasi oleh pakem. Gaun princess yang biasanya identik dengan pelaminan, pesta mewah atau ballroom ternyata juga bisa hadir dalam suasana yang lebih bebas. (*)

 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Indonesia International Challenge” Jogja, Mulyo Handoyo Optimis Tim Garuda Muda Sabet Minimal 3 Gelar

    “Indonesia International Challenge” Jogja, Mulyo Handoyo Optimis Tim Garuda Muda Sabet Minimal 3 Gelar

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tim bulutangkis Indonesia, yang dijuluki “Garuda Muda”, datang ke Yogyakarta dengan tekad membara. Dalam ajang Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 yang digelar dua pekan di GOR Among Rogo, Kepala Pelatih Pelatnas PBSI Mulyo Handoyo menargetkan gelar juara umum sebagai bentuk pembuktian kualitas pembinaan nasional. Mulyo Handoyo mengungkapkan bahwa tim telah menjalani persiapan […]

  • Jogja Jadi Pusat Inovasi Industri Kreatif Lewat Tiga Pameran Besar Jogja Food & Beverage Expo 2026

    Jogja Jadi Pusat Inovasi Industri Kreatif Lewat Tiga Pameran Besar Jogja Food & Beverage Expo 2026

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kuliner dan kreativitas nasional, dengan menjadi tuan rumah tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah, yakni Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process Expo 2026. Ketiga ajang ini akan digelar secara bersamaan pada 8–11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC), […]

  • Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

    Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Program Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali tahun akademik dengan menggelar kuliah tamu bertajuk “Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga.” Acara yang dihadiri para dosen, mahasiswa, serta guru-guru sosiologi dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Malang dan Kota Batu ini berhasil membedah kompleksitas pembangunan dari tiga sudut pandang. Yakni, akademik, praktik […]

  • Bank Mandiri Jadi Perusahaan Terbaik Indonesia Versi TIME

    Bank Mandiri Jadi Perusahaan Terbaik Indonesia Versi TIME

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • 0Komentar

    Konsisten untuk Terus Tumbuh Berkelanjutan  TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai institusi keuangan terdepan melalui keberhasilannya mempertahankan pengakuan sebagai salah satu perusahaan terbaik di kawasan Asia-Pasifik. Pengakuan tersebut diberikan melalui pemeringkatan Asia-Pacific’s Best Companies 2026 yang dirilis oleh TIME bekerja sama dengan Statista. Berdasarkan penilaian Times Asia-Pacific’s Best Companies of 2026, Bank […]

  • Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen Jeffry MH: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat

    Kuasa Hukum Bank Mandiri Taspen Jeffry MH: Penyelesaian Kasus NHS Harus Dalam Koridor Hukum dan Fakta yang Tepat

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Kuasa hukum Bank Mandiri Taspen Jeffry MH, menyatakan agar pendampingan hukum terhadap korban penipuan oleh tersangka NHS alias D, wajib dilakukan secara profesional dan beretika. Merujuk aksi yang berlangsung di kantor cabang Purwokerto, beberapa hari lalu, menurut Jeffry, aksi tersebut sangatlah disayangkan. Sebab, proses hukum yang sedang berlangsung di Polresta Banyumas sudah […]

  • Taru Martani Serap 44 Lulusan Terbaik melalui Program MagangHub Kemnaker

    Taru Martani Serap 44 Lulusan Terbaik melalui Program MagangHub Kemnaker

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Taru Martani, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyerapan tenaga kerja produktif di Indonesia. Kali ini, perusahaan tersebut menjadi salah satu lokasi utama program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI Batch II, menyerap 44 lulusan sarjana terbaik. ​Program magang bergengsi ini resmi dimulai pada Senin, 24 November […]

expand_less