30 Tahun IMTY, Komunitas Honda Tiger Yogyakarta Ingin Gerakkan Ekonomi Jogja
- account_circle Warjono
- calendar_month Sen, 24 Agu 2026
- comment 0 komentar

Event 30 Tahun Ikatan Motor Tiger Yogyakarta (IMTY) di Kridosono Yogyakarta. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Tiga puluh tahun bukan sekadar usia bagi Ikatan Motor Tiger Yogyakarta (IMTY). Tiga dekade perjalanan komunitas Honda Tiger itu menjadi bukti bahwa persaudaraan bisa bertahan melampaui zaman, sekaligus memberi manfaat bagi kota yang menjadi rumah mereka.
Mengusung semangat “30 Tahun Nyawiji Ing Paseduluran”, IMTY menyiapkan perayaan tiga dekade dengan semangat yang lebih luas. Bukan hanya menjadi ruang temu para pecinta Honda Tiger, momentum ini diarahkan untuk ikut menggerakkan ekonomi dan pariwisata Yogyakarta.
Ketua Umum IMTY Khairul Afdhalul Hasbi mengatakan, perjalanan selama 30 tahun telah mempertemukan banyak orang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam. Honda Tiger menjadi titik temu, tetapi persaudaraan menjadi kekuatan yang membuat komunitas tersebut tetap bertahan.
“30 tahun IMTY bukan sekadar angka. Ini momentum untuk kembali menyalakan semangat, memperkuat persaudaraan dan menyatukan langkah,” kata Khairul.
Menurut dia, perjalanan IMTY tidak selalu berjalan mulus. Pasang surut, tantangan, hingga berbagai dinamika komunitas menjadi bagian dari proses panjang yang justru memperkuat rasa loyalitas dan kebersamaan para anggotanya.
Kini, semangat tersebut ingin dibawa lebih jauh. Perayaan 30 tahun IMTY diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni internal komunitas, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Yogyakarta.
Ribuan Biker Diharapkan Ikut Putar Roda Ekonomi Jogja
Khairul menuturkan, kegiatan 30 tahun IMTY akan menjadi momentum berkumpulnya keluarga besar Honda Tiger Club Indonesia (HTCI) dari berbagai daerah. Kehadiran mereka di Yogyakarta diharapkan membawa efek berantai bagi berbagai sektor ekonomi.
Para peserta tidak hanya datang untuk mengikuti acara komunitas. Mereka juga diharapkan menginap di hotel, menikmati kuliner lokal, berbelanja produk UMKM, mengunjungi destinasi wisata, hingga berinteraksi dengan pelaku ekonomi kreatif.
“Harapannya saudara-saudara dari berbagai daerah yang datang ke Jogjakarta tidak hanya berkumpul dan menikmati event. Mereka juga menginap, kulineran, berbelanja produk UMKM, mengunjungi destinasi wisata dan ikut menghidupkan roda perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, IMTY ingin menunjukkan bahwa komunitas otomotif memiliki ruang untuk ikut berkontribusi terhadap daerah. Ribuan penggemar Honda Tiger yang datang secara bersamaan berpotensi menjadi penggerak ekonomi, terutama bagi sektor yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.
Bagi IMTY, jalanan bukan hanya tempat berkendara. Dari perjalanan panjang komunitas, mereka menemukan nilai kebersamaan yang kemudian ingin dikembalikan kepada masyarakat.
IMTY Bangun Sinergi dengan Pemkot Yogyakarta
Persiapan perayaan 30 tahun juga dibarengi dengan komunikasi bersama sejumlah pemangku kepentingan di Yogyakarta. IMTY telah melakukan audiensi dengan Wali Kota Yogyakarta, Dinas Pariwisata, serta Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi agar kegiatan komunitas otomotif tidak berjalan sendiri, tetapi dapat terkoneksi dengan agenda dan potensi kota.
Khairul berharap dukungan pemerintah dan berbagai stakeholder terus terbangun sehingga kegiatan komunitas berskala besar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Bagi IMTY, tiga dekade perjalanan bukan garis akhir. Justru usia 30 tahun menjadi titik untuk menentukan langkah berikutnya.
“30 tahun IMTY bukan tentang seberapa jauh kami telah berjalan, tetapi tentang bagaimana kami akan melangkah bersama setelahnya,” tegas Khairul.(*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar