Bukan Sekadar Paham Uang, OJK dan Astra Financial Siapkan 1.000 Duta Hadapi Jerat Keuangan Ilegal
- account_circle Warjono
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pengukuhan Duta OJK Peduli di sela-sela acara Literasi Keuangan Astra Financial bersama OJK di Yogyakarta. (dok Astra Financial untuk terasmalioboro.com)
TERAS MALIOBORO–Tawaran pinjaman cepat, investasi dengan keuntungan fantastis hingga judi daring kini bisa masuk ke kehidupan masyarakat hanya lewat layar ponsel. Di tengah derasnya akses ke layanan keuangan, kemampuan mengenali risiko menjadi semakin penting.
Karena itu, literasi keuangan tidak cukup berhenti pada pengetahuan tentang produk keuangan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan layanan legal dan ilegal, menghitung risiko, serta mengambil keputusan finansial tanpa mudah tergoda iming-iming keuntungan instan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) penggerak Duta Literasi Keuangan yang digelar Astra Financial bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ballroom Hotel UNY, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).
Sedikitnya 1.000 peserta mengikuti kegiatan yang dirangkai dengan seminar kampanye Gerakan Cakap Keuangan. Mereka kemudian dikukuhkan sebagai Duta OJK Peduli, yang diharapkan menjadi penggerak edukasi keuangan di lingkungan masyarakat.
Peserta berasal dari berbagai kelompok, mulai dari karyawan, mahasiswa, penggerak desa hingga fasilitator UMKM.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi mengatakan Indonesia sebenarnya sudah memiliki tingkat inklusi keuangan yang tinggi. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti tingkat literasi yang setara.
Data OJK menunjukkan tingkat inklusi keuangan telah mencapai 93 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan baru 69,57 persen.
“Gap yang cukup lebar antara inklusi dan literasi, lebih dari 20 persen, adalah tantangan,” ujar Ismail.
Menurut dia, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui produk keuangan. Literasi harus mendorong perubahan sikap dan perilaku sehingga masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Ketika Akses Keuangan Tak Diikuti Pemahaman
Kesenjangan tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat berhadapan dengan berbagai tawaran keuangan ilegal. Pinjaman online ilegal, investasi ilegal dan judi daring menjadi isu yang dibahas dalam panel diskusi bertajuk “Bergerak Tumbuh Bersama, Pahami Ancaman Keuangan Ilegal”.

Diskusi Panel bertajuk “Bergerak Tumbuh Bersama, Pahami Ancaman Keuangan Ilegal”. (dok Astra Financial untuk terasmalioboro.com)
Panel menghadirkan Kepala OJK DIY Eko Yunianto, Wakil Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra Agus Prayitno Wirawan, serta Pembina Generasi Cerdas Keuangan sekaligus Guru Besar UNY Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP.
Persoalan keuangan ilegal tidak hanya menyangkut kerugian uang. Ketika masyarakat mengambil keputusan tanpa memahami risiko, persoalannya dapat berkembang menjadi beban ekonomi yang lebih panjang.
Di sinilah peran Duta OJK Peduli menjadi penting. Program tersebut merupakan akronim dari OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia. Para duta dibekali edukasi keuangan agar dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dan komunitas di sekitarnya.
Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra Hugeng Gozali mengatakan pelibatan berbagai kelompok masyarakat diharapkan memperluas jangkauan edukasi keuangan.
“Acara ini adalah wujud komitmen dalam mendukung penguatan literasi keuangan di Indonesia. Kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk tujuan tersebut,” katanya.
OJK pun membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Astra Financial di berbagai daerah. Ismail menilai perusahaan-perusahaan keuangan di bawah Astra Financial dapat bersinergi dengan kantor OJK daerah untuk memperluas edukasi.
Langkah tersebut sejalan dengan program literasi Astra Financial yang sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 telah menjangkau sekitar 390 kabupaten dan kota dengan lebih dari 60.000 penerima manfaat. Sementara program edukasi bagi pelajar dan tenaga pengajar telah menjangkau 38 provinsi di Indonesia.
Astra Financial menjalankan edukasi tersebut melalui sejumlah program, antara lain KLiK Astra Financial, LENTERA Asuransi Astra, MENYALA FIFGROUP, EDUCLASS ACC, dan Solopreneur Academy Bank Saqu.
Bagi 1.000 Duta OJK Peduli yang dikukuhkan di Yogyakarta, tantangannya kini justru dimulai setelah acara berakhir. Pengetahuan yang diperoleh di ruang pelatihan harus bergerak ke ruang yang lebih luas: keluarga, kampus, desa, komunitas dan pelaku usaha. Sebab, semakin mudah masyarakat mengakses layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan mereka untuk memahami konsekuensinya. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar