Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Mentan Bongkar “Kartel Gabah” Penyebab Kenaikan Harga Beras

Mentan Bongkar “Kartel Gabah” Penyebab Kenaikan Harga Beras

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Polemik kenaikan harga beras yang terus terjadi di pasar kembali memanas, memicu tudingan bahwa Perum Bulog menjadi penyebab distorsi harga karena penyerapan gabah yang masif. Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menepis anggapan tersebut dengan mengungkap fakta mengejutkan mengenai struktur penguasaan gabah nasional.

​Dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Mentan Amran dengan tegas menyatakan bahwa tudingan tersebut keliru dan tidak berlandaskan data. Menurutnya, kapasitas penyerapan gabah oleh Bulog sangatlah terbatas, hanya berkisar 8% dari total produksi gabah nasional.

​“Ada ahli, ada pengamat yang selama ini mengatakan harga beras naik itu karena Bulog menyerap banyak. Pandangan itu keliru, mengamati itu harusnya pakai rasio. Tahu yang diserap cuma 8%. Sisanya, 92% adalah swasta. Kita tidak bisa kendalikan,” tegas Amran.

​Dominasi Swasta Batasi Daya Intervensi Pemerintah

​Pernyataan Amran ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. Dengan dominasi 92% pasokan gabah di tangan pelaku usaha swasta, ruang gerak pemerintah untuk intervensi melalui Bulog menjadi sangat terbatas.

​Fakta ini sejalan dengan pernyataan Bulog sebelumnya yang mengakui bahwa meskipun memiliki stok besar untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP), kepemilikan total stok beras nasional memang didominasi swasta. Keterbatasan porsi 8% stok pemerintah menyulitkan upaya stabilisasi harga secara menyeluruh.

​“Dengan porsi hanya 8 persen, ruang gerak intervensi pemerintah memang terbatas. Namun Bulog memastikan setiap butir beras yang kami kelola digunakan secara strategis untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Direktur Utama Bulog.

​Peran Swasta dan Inflasi

​Meski Amran membantah Bulog sebagai biang kerok, dominasi 92% swasta ini bukan tanpa kritik. Sejumlah pengamat pertanian sebelumnya menyoroti langkah Bulog yang dinilai terlalu agresif menyerap gabah dalam jumlah besar untuk tujuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang justru menyebabkan pasokan ke penggilingan swasta berkurang drastis.

​Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Khudori, pernah menilai bahwa langkah Bulog tersebut membuat penggilingan swasta hanya kebagian sisa-sisa pasokan.

​“Sebagian besar surplus produksi itu diserap oleh Bulog, sementara penggilingan swasta itu hanya kebagian sisa-sisa. Pasokan mereka ke pasar sudah jauh menurun,” jelas Khudori.

​Kondisi ini, kata Khudori, turut memicu inflasi, di mana beras menjadi penyumbang utama kenaikan harga selama beberapa bulan terakhir. Hal ini menguatkan dugaan adanya “permainan” atau manajemen stok yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menguasai mayoritas gabah, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan harga di pasar.

​Kebijakan Baru

​Untuk mengatasi masalah ini dan mencoba mengendalikan 92% pasokan yang didominasi swasta, pemerintah telah mengambil langkah kebijakan baru.

​Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan, mewajibkan perusahaan swasta yang membeli gabah untuk mematuhi ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Aturan ini menetapkan harga beli gabah dari petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.

​Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa ketetapan harga ini berlaku untuk Perum Bulog dan juga seluruh perusahaan swasta.

​“Karena sudah ditentukan oleh pemerintah harga Rp 6.500/kg. Jadi swasta pun membeli harus dengan harga Rp 6.500/kg, termasuk pabrik-pabrik besar,” kata Zulhas.

​Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan harga di tingkat petani sekaligus membatasi gerak swasta untuk membeli gabah dengan harga yang terlalu rendah atau sebaliknya, menahan stok untuk memainkan harga di pasar. Langkah ini menjadi upaya nyata pemerintah untuk membawa 92% pasokan gabah swasta ke dalam koridor kendali harga nasional. (*)

 

 

 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sam Sianata, Sang Maestro Multi-Dimensi yang Menjahit Pesan Lingkungan dalam Karya Kelas Sultan

    Sam Sianata, Sang Maestro Multi-Dimensi yang Menjahit Pesan Lingkungan dalam Karya Kelas Sultan

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di tengah hiruk-pikuk industri seni yang makin kompetitif, muncul satu nama yang belakangan menjadi desas-desus hangat di kalangan kolektor papan atas: Sam Sianata. Seniman yang dikenal eksentrik, visioner, dan spiritual ini menghadirkan karya yang tidak hanya dipandang, tetapi dihayati—karya yang merayakan keindahan sambil mengingatkan manusia tentang tanggung jawab ekologisnya. Di Bali, tempat banyak maestro […]

  • Kolaborasi Strategis, Pemda DIY & Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga 2026

    Kolaborasi Strategis, Pemda DIY & Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga 2026

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta untuk memperkuat ketahanan pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin solid. Kolaborasi strategis ini secara resmi ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dengan Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta yang baru, Dedi Aprilyadi, di Kompleks Kepatihan, 18 November […]

  • Fenomena Strawberry Generation, Saat Anak Kreatif tapi Rapuh Menghadapi Tekanan Hidup

    Fenomena Strawberry Generation, Saat Anak Kreatif tapi Rapuh Menghadapi Tekanan Hidup

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO –  Fenomena “Strawberry Generation” kini menjadi perhatian serius di kalangan pendidik dan orang tua. Generasi muda yang dikenal kreatif, penuh ide, dan ekspresif ini, justru kerap kali dianggap rapuh dalam menghadapi tekanan hidup. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam seminar parenting bertajuk “Kuatkan Komunikasi: Dampingi Anak Tumbuh Tangguh dan Bahagia” yang diselenggarakan pengurus […]

  • Maka, Bersyukurlah

    Maka, Bersyukurlah

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bersyukur, hulu dan hilirnya kebahagiaan. Mata air keteduhan dan kedamaian. Tumbuh subur, di atas ladang iman, kasih sayang, dan kebaikan. “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Perbanyaklah bersyukur kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.” [QS. 2 : 152] “Duhai Rasulullah, mengapa engkau sholat, sedemikian rupa. Hingga kaki mu bengkak dan mengeras kulitnya. […]

  • IMAN DAN TAKWA (2)

    IMAN DAN TAKWA (2)

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • 0Komentar

    TerasMalioboro.id – Allah menjamin, orang bertakwa akan hidup mulia. Orang bertakwa akan hidup bahagia. “Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” [QS. 49 : 13] “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari […]

  • Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Sapa Pelanggan di Jateng dan DIY

    Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Sapa Pelanggan di Jateng dan DIY

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi Telkomsel untuk semakin dekat dengan pelanggan. Mengusung semangat “Sepenuh Hati, Memahami”, Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY turun langsung menyapa, mendengarkan, sekaligus memberikan apresiasi kepada pelanggan di sejumlah GraPARI. Perayaan Hari Pelanggan Nasional 2026 berlangsung pada 4 September 2026 dengan menghadirkan interaksi langsung antara jajaran manajemen Telkomsel Jawa Tengah dan […]

expand_less