Campus League Jadi Jalur Regenerasi Futsal Indonesia, Yogyakarta Bersiap Gelar The Nationals 2026
- account_circle Chaidir
- calendar_month Rab, 28 Okt 2026
- comment 0 komentar

CEO Campus League, Ryan Gozali
- Campus League Perkuat Futsal Kampus: CEO Campus League Ryan Gozali mengapresiasi peningkatan kualitas permainan dan sportivitas mahasiswa-atlet pada Regional Yogyakarta.
- 20 Tim Berebut Gelar Nasional: The Nationals 2026 akan mempertemukan 10 tim putra dan 10 tim putri di Yogyakarta pada 25 November–2 Desember 2026.
- Jalur Regenerasi Atlet Timnas: Campus League berkontribusi terhadap pembinaan futsal nasional. Sekitar 85 persen peserta pemusatan latihan timnas futsal putri pada 2025 berasal dari Campus League.
TERAS MALIOBORO – Kompetisi olahraga di lingkungan perguruan tinggi tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi kampus berpotensi menjadi ruang pembinaan, pembentukan karakter, sekaligus jalur regenerasi atlet menuju level profesional dan tim nasional.
Semangat itulah yang terus dibangun Campus League melalui kompetisi futsal antarkampus. Setelah menyelesaikan Regional Yogyakarta pada 20–27 Oktober 2026 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), rangkaian kompetisi berlanjut ke sejumlah wilayah sebelum mencapai puncaknya di The Nationals pada 25 November–2 Desember 2026 di Yogyakarta.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menilai kualitas permainan tim-tim yang tampil di Yogyakarta menunjukkan perkembangan positif. Ia mengapresiasi penampilan UNY dan UNNES pada partai final, sekaligus menyoroti semangat sportivitas mahasiswa yang bertanding.
Menurut Ryan, peningkatan kualitas pemain dibandingkan musim sebelumnya menjadi sinyal baik bagi perkembangan olahraga di lingkungan perguruan tinggi. Kompetisi seperti Campus League diharapkan mampu menumbuhkan budaya olahraga kampus yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ryan juga mengingatkan bahwa pertandingan di level kompetitif menuntut konsentrasi dan kedisiplinan tinggi. Kehilangan fokus sesaat dapat mengubah hasil pertandingan, sehingga setiap detik harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menentukan kemenangan.
Pengalaman bertanding, termasuk menghadapi kekalahan, menjadi bagian penting dari proses pembelajaran bagi atlet maupun pelatih. Dari proses tersebut, mereka dapat mengevaluasi kemampuan, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Kampus Bukan Hanya Ruang Akademik
Dukungan terhadap pengembangan olahraga kampus juga disampaikan Rektor UII, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU ASEAN Eng. Ia menyambut positif penyelenggaraan Campus League karena sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup kebugaran fisik dan pengembangan potensi mahasiswa.
BACA JUGA :
UNY Borong Dua Gelar Juara Campus League Futsal Yogyakarta 2026, UNNES Dihantam 6 Gol Tanpa Balas
Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 : UNNES dan UNY Berebut Gelar Juara
Menurut Hari, kompetisi olahraga memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan perguruan tinggi. Kondisi fisik yang bugar turut mendukung kesehatan dan kesiapan mahasiswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Ia juga menilai perguruan tinggi dapat mengambil peran lebih besar dalam melahirkan atlet berprestasi. Pengembangan olahraga berbasis kampus, sebagaimana terlihat di sejumlah negara, dapat menjadi salah satu jalur untuk membina atlet hingga mencapai level elite.
Karena itu, kompetisi seperti Campus League dinilai penting untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan pembinaan olahraga. Mahasiswa tetap memiliki ruang untuk berkembang secara akademik sekaligus mengasah kemampuan melalui pertandingan yang terstruktur.
20 Tim Berebut Gelar Nasional
Setelah Yogyakarta, Campus League Futsal 2026 akan melanjutkan pertandingan regional di Bandung pada 30 Oktober–6 November dan Jabodetabek pada 10–17 November. Tim-tim terbaik dari rangkaian regional tersebut akan bersaing di The Nationals di Yogyakarta.
Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menjelaskan The Nationals akan diikuti 10 tim putra dan 10 tim putri. Kuota peserta dibagi berdasarkan wilayah dengan mempertimbangkan hasil dan ketentuan kompetisi.
Untuk kategori putra, Surabaya memperoleh dua slot, Yogyakarta tiga slot, Bandung tiga slot, dan Jabodetabek dua slot. Sementara itu, kategori putri mendapat alokasi dua slot dari Surabaya, tiga dari Yogyakarta, dua dari Bandung, serta tiga dari Jabodetabek.
Yogyakarta memperoleh tiga slot putra, antara lain dengan mempertimbangkan posisi UNY yang berada di peringkat kedua nasional. Adapun tambahan slot putri untuk Jabodetabek berkaitan dengan status Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai juara musim sebelumnya.
Pembagian tersebut membuat persaingan menuju babak nasional semakin menarik. Setiap tim tidak hanya mengejar kemenangan di tingkat regional, tetapi juga berupaya mengamankan kesempatan untuk bersaing dengan wakil dari wilayah lain.
Dari Kompetisi Kampus Menuju Tim Nasional
Bagi Campus League, keberhasilan kompetisi tidak hanya diukur dari siapa yang mengangkat trofi. Jalur pembinaan dan kesempatan bagi pemain untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi juga menjadi bagian penting dari tujuan penyelenggaraan.
Dave Leopold menyampaikan, Campus League turut membantu proses regenerasi atlet futsal Indonesia. Sejumlah pemain yang pernah berlaga di kompetisi tersebut telah lolos seleksi dan mengikuti pemusatan latihan tim nasional futsal Indonesia.
Campus League juga menjalin kerja sama dengan pelatih tim nasional futsal putra Indonesia, Héctor Souto, dan pelatih tim nasional futsal putri, Luis Estrela. Keduanya turut memberikan arahan terkait regulasi pertandingan yang diterapkan dalam kompetisi.
Dave juga menyebut bahwa pada 2025, sekitar 85 persen peserta pemusatan latihan tim nasional futsal putri berasal dari Campus League. Angka tersebut, menurutnya, menunjukkan kontribusi kompetisi kampus dalam menyediakan jalur bagi pemain untuk berkembang menuju tingkat nasional.
Melalui rangkaian kompetisi regional hingga The Nationals, Campus League berupaya memperkuat hubungan antara olahraga perguruan tinggi dan pembinaan prestasi nasional. Yogyakarta pun kembali mendapat kesempatan menjadi panggung bagi para mahasiswa-atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuktikan bahwa kampus dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan futsal Indonesia. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar