LG OLED evo AI 2026 Resmi Meluncur, “Voice Command” Bahasa Indonesia Jadi Senjata Baru TV Premium LG
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 9 Jun 2026
- comment 0 komentar

LG memperkenalkan lini produk TV Premium di Yogyakarta. (warjono/terasmalioboro.id)
TERAS MALIOBORO–Persaingan televisi premium memasuki babak baru. PT LG Electronics Indonesia resmi memperkenalkan jajaran TV premium 2026 yang dipimpin oleh OLED evo AI. Di tengah berbagai inovasi layar, audio, dan kecerdasan buatan yang dibawanya, satu fitur tampil sebagai sorotan utama: AI Voice Command yang mampu memahami Bahasa Indonesia dan bahkan Bahasa daerah secara natural, termasuk aksen dan logat penggunanya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi LG untuk menghadirkan kecerdasan buatan yang lebih personal dan dekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia. Tidak lagi sekadar menerima perintah sederhana, TV terbaru LG dirancang untuk memahami percakapan yang lebih alami dan kontekstual.
President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, mengatakan bahwa pengembangan AI personal menjadi fokus utama LG dalam koleksi TV premium tahun ini.
“Keseluruhannya memastikan perlindungan privasi terjaga rapi di era TV yang kian terhubung,” ujar Ha Sang-chul terkait sistem keamanan LG Shield yang menjadi fondasi pengembangan AI pada TV terbaru LG.
Keamanan memang menjadi perhatian penting. Semakin pintar sebuah perangkat, semakin besar pula kebutuhan perlindungan data pengguna. Untuk itu LG menerapkan tujuh lapis perlindungan digital melalui LG Shield yang mencakup kriptografi, autentikasi pengguna, integritas perangkat lunak, transmisi data terenkripsi, hingga pembaruan sistem otomatis.
LG tidak hanya menghadirkan dukungan bahasa secara formal, tetapi juga mengembangkan kemampuan pengenalan suara yang mampu memahami beragam aksen dan logat khas Indonesia. Dengan demikian, pengguna dapat berbicara secara natural tanpa harus menghafalkan perintah tertentu.
Pengguna cukup mengatakan apa yang diinginkan, mulai dari mencari film, membuka aplikasi, mengubah pengaturan gambar, hingga mengendalikan perangkat yang terhubung dalam ekosistem rumah pintar.
Mengenal Suara Pengguna
Lebih jauh lagi, LG menghadirkan AI Voice ID with My Page yang memungkinkan TV mengenali siapa yang sedang berbicara.
Teknologi ini bekerja dengan mengidentifikasi karakteristik suara pengguna. Setelah dikenali, sistem akan secara otomatis memunculkan profil yang sesuai, termasuk rekomendasi tontonan, preferensi aplikasi, hingga tampilan antarmuka yang telah dipersonalisasi.
Kemampuan ini menjadikan televisi bukan lagi sekadar perangkat hiburan, melainkan asisten digital yang mampu beradaptasi dengan setiap anggota keluarga.
Pengembangan AI Voice Command tersebut juga tidak dilakukan secara sepihak dari pusat global LG. Perusahaan melibatkan talenta Indonesia melalui pusat riset dan pengembangan (R&D) untuk memastikan pemahaman bahasa, pola konsumsi konten, serta preferensi lokal dapat diterjemahkan secara optimal ke dalam pengalaman pengguna.
Menariknya, LG tidak membatasi fitur suara hanya pada produk flagship. Tahun ini perusahaan memperluas kehadiran AI Magic Remote dengan AI Voice Command ke segmen TV menengah sehingga lebih banyak konsumen dapat menikmati pengalaman interaksi berbasis suara.

Seremoni peluncuran lini produk LG TV Premium di Yogyakarta. (warjono/terasmalioboro.id)
Selain kecerdasan suara, LG juga menghadirkan program webOS Re Program yang memberikan pembaruan antarmuka dan fitur secara berkala hingga lima tahun penggunaan. Program ini berlaku bagi seluruh pembeli smart TV LG 2026 dan memungkinkan pengguna menikmati pengalaman yang terus diperbarui tanpa harus mengganti perangkat.
Kualitas Audio Sinematik
Dari sisi kualitas hiburan, LG tetap mempertahankan reputasinya sebagai pemimpin inovasi layar premium. Seluruh lini OLED terbaru dibekali Dolby Vision dan Dolby Atmos yang menghadirkan kualitas visual serta audio sinematik.
VP APAC Dolby Laboratories, Ashim Mathur, mengatakan bahwa konsumen Indonesia akan mendapatkan pengalaman hiburan yang semakin imersif melalui kombinasi teknologi Dolby dan TV premium LG.
“Konsumen di Indonesia akan semakin menikmati pengalaman hiburan melalui TV LG terbaru dengan warna yang memukau dan detail yang tajam berkat Dolby Vision, serta kualitas suara imersif dari Dolby Atmos,” kata Ashim Mathur.
Di jajaran paling atas, LG menghadirkan OLED evo AI G6 sebagai model flagship tahun 2026. Televisi ini membawa teknologi Hyper Radiant Color yang menghasilkan warna lebih hidup, kontras lebih tajam, dan detail optimal baik di ruangan terang maupun gelap.
Panel OLED G6 bahkan telah memperoleh sertifikasi Reflection-Free Premium berkat kemampuannya mengurangi pantulan cahaya tanpa mengorbankan akurasi warna maupun kualitas hitam pekat.
Keunggulan panel tersebut dipadukan dengan prosesor AI alpha 11 Gen3 yang memungkinkan tingkat kecerahan mencapai hingga 3,9 kali lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Bagi pecinta gim, OLED G6 mendukung tampilan 4K pada refresh rate 165Hz serta kompatibel dengan NVIDIA G-SYNC dan AMD FreeSync Premium untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih mulus.
Product Director Media Entertainment Solution TV of LG Electronics Indonesia, Paul Park, mengatakan desain Flush-fit Gallery pada OLED G6 menjadikan televisi ini lebih menyerupai karya seni modern.
“Bingkai yang benar-benar menempel tanpa celah dengan reproduksi warna kaya dan akurat dalam resolusi tinggi dari layarnya, menjadikan TV OLED LG ini benar-benar karya seni di ruang keluarga,” ujarnya.
Selain G6, LG juga memperkenalkan OLED evo AI C6 yang membawa berbagai teknologi unggulan OLED dengan pilihan ukuran layar yang lebih luas, mulai dari 42 hingga 83 inci.
Sementara itu, LG juga menciptakan kategori baru melalui kehadiran MRGB evo AI TV. Teknologi ini memanfaatkan LED merah, hijau, dan biru berukuran sangat kecil untuk menghasilkan reproduksi warna yang lebih presisi dibanding LCD konvensional.
Puncaknya hadir pada seri MRGB96 berukuran 100 inci yang pertama kali diperkenalkan dalam CES 2026 di Las Vegas dan kini dibawa ke Indonesia.
Menurut Ha Sang-chul, kehadiran produk tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan LG terhadap pasar Indonesia yang semakin antusias terhadap teknologi premium.
Kemampuan reproduksi warna pada MRGB96 bahkan telah memperoleh sertifikasi Intertek dengan cakupan 100 persen standar BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB.
Product Marketing Manager Media Entertainment Solution TV LG Electronics Indonesia, Verina Widya, menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak penting dalam evolusi teknologi layar LCD premium.
“Dengan LG Micro RGB evo, kami telah mencapai tonggak yang sebelumnya dianggap mustahil untuk kategori ini. Peluncuran ini sekaligus mendefinisikan ulang standar industri demi performa tanpa kompromi bagi konsumen yang menuntut akurasi warna terbaik,” kata Verina Widya.
Tak berhenti di sana, LG juga memperkuat lini QNED evo AI melalui seri QNED86, QNED80, dan QNED70 yang mengandalkan teknologi Mini LED untuk menghasilkan kontras lebih tinggi dan detail visual yang lebih kaya.
Seluruh inovasi tersebut pada akhirnya mengarah pada satu tujuan besar: membuat televisi semakin mudah digunakan sekaligus semakin personal.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi AI global, LG tampaknya memilih jalur yang berbeda. Alih-alih hanya berlomba menghadirkan spesifikasi tinggi, perusahaan berupaya menciptakan pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian pengguna Indonesia.
Melalui AI Voice Command yang memahami Bahasa Indonesia, mengenali suara pemiliknya, dan mampu berinteraksi secara natural, LG menunjukkan bahwa masa depan televisi tidak hanya soal kualitas gambar, tetapi juga tentang bagaimana perangkat dapat memahami manusia yang menggunakannya. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar