Nyaris Lolos ke Singapura, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 54 Ribu Benih Lobster di YIA
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 3 Mar 2026
- comment 0 komentar

Petugas bersama nelayan melepasliarkan baby puluhan ribu ekor lobster hasil sitaan ke laut. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Bea Cukai Yogyakarta berhasil menggagalkan penyelundupan 54.096 ekor benih bening lobster (baby lobster) di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Minggu (1/3/2026). Penyelundup mencoba membawa komoditas berharga ini menuju Singapura melalui penerbangan internasional pukul 08.33 WIB.
Aksi sigap ini bermula saat petugas Avsec mencurigai citra X-Ray dua koper milik penumpang berinisial HK dan AW. Hasil pindai mesin X-Ray menunjukkan struktur massa yang menyerupai kantong-kantong berisi makhluk hidup. Petugas Avsec segera berkoordinasi dengan Bea Cukai Yogyakarta dan Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIY untuk melakukan tindakan pengamanan.
Petugas menjemput paksa kedua pelaku di ruang tunggu keberangkatan saat mereka menanti pembukaan boarding gate. Dalam pemeriksaan fisik bersama Polres Kulon Progo, petugas menemukan 28.000 ekor baby lobster di koper AW dan 26.096 ekor di koper HK. Total barang bukti mencapai nilai fantastis sebesar Rp1.081.920.000. Pelaku mengaku mendapatkan pasokan barang dari orang tak dikenal di penginapan mereka sebelum berangkat.
Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono, mengatakan, upaya penyelundupan benih lobster berhasil dilakukan melalui kerja sama solid tim di lapangan.
“Keberhasilan ini merupakan sinergi antara Bea Cukai, Karantina, dan Injourney Bandara YIA. Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyelundupan sumber daya alam melalui jalur udara,” tegas Imam.
Kini, Bea Cukai telah menyerahkan seluruh barang bukti dan tersangka kepada Balai Karantina untuk proses hukum lebih lanjut.
Sekedar informasi, kasus ini bukanlah kejadian pertama di wilayah hukum DIY. Sepanjang tahun 2025 lalu, Bea Cukai Yogyakarta setidaknya telah menggagalkan tiga upaya penyelundupan serupa dengan modus yang bervariasi, mulai dari koper bagasi hingga paket kiriman pos. Hal ini menunjukkan bahwa DIY, khususnya melalui jalur udara YIA, masih menjadi jalur favorit para penyelundup untuk mengirim baby lobster ke luar negeri, terutama Singapura dan Vietnam. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar