Hafidh Asrom World Schools Jadi Tonggak Baru Pendidikan Global di Magelang
- account_circle Chaidir
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri) dan Hafidh Asrom.
TERAS MALIOBORO – Komitmen Kota Magelang untuk naik kelas di sektor pendidikan kian menemukan momentumnya. Rencana hadirnya Hafidh Asrom World Schools disambut antusias oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, yang melihatnya sebagai peluang besar membawa wajah pendidikan kota ini ke level global.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan hangat antara jajaran Pemerintah Kota Magelang dan manajemen Hafidh Asrom Yogyakarta Foundation (HAYF) di Kantor Wali Kota, Kamis (2/4/2026). Hadir dalam kesempatan itu Pembina HAYF Drs HA Hafidh Asrom MM, Ketua HAYF Eni Yustini SE dan jajaran staf, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho.

Sekolah yang akan berdiri di kawasan eks SMK Yudya Karya, Jalan Ahmad Yani itu dirancang sebagai lembaga pendidikan Islam berstandar internasional. Tak sekadar membangun sekolah, proyek ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan sumber daya manusia di Magelang.
Damar secara terbuka mengaku telah lama menantikan kehadiran sekolah dengan label internasional di kotanya. Baginya, konsep “world school” bukan hanya soal nama, tetapi tentang kesiapan menghadirkan kualitas pendidikan yang mampu bersaing secara global.
“Ini yang saya tunggu-tunggu. Magelang butuh sekolah internasional. Jadi begitu ada rencana ini, saya langsung sangat mendukung,” ujarnya.
Baca Juga : Alumni SMAN 1 Magelang Dukung Berdirinya Hafidh Asrom World Schools
Ia menilai, arah pembangunan Kota Magelang yang bertumpu pada sektor jasa menjadikan pendidikan sebagai salah satu pilar utama. Di tengah keterbatasan luas wilayah, justru sektor pendidikan dinilai mampu menjadi pengungkit daya saing daerah.
“Magelang ini kecil, tapi potensinya besar. Pendidikan, kesehatan, dan pariwisata jadi kekuatan kita. Dan pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.
Lebih jauh, Damar menekankan pentingnya konsistensi dalam mengusung konsep internasional. Ia berharap Hafidh Asrom World Schools tidak setengah hati dalam membangun sistem, mulai dari penggunaan bahasa asing hingga penguatan identitas sekolah.
“Kalau sudah pakai label internasional, harus total. Bahasa Inggrisnya kuat, branding-nya jelas, sehingga bisa menarik minat dari luar daerah,” katanya.
Dukungan pemerintah kota juga tidak berhenti pada tataran wacana. Pemkot Magelang, kata Damar, siap mengawal proses pendirian sekolah, termasuk dalam hal perizinan dan penyesuaian regulasi pendidikan. “Kami siap bantu koordinasi dengan dinas terkait agar semua berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.
Pertama di Magelang
Sementara itu, Nurwiyono Slamet Nugroho menyebut kehadiran Hafidh Asrom World School sebagai langkah pionir di Magelang. Selama ini, menurutnya, belum ada sekolah yang secara tegas mengusung branding internasional. “Ini yang pertama di Magelang. Tentu kami menyambut baik,” ujarnya.
Ia optimistis, kehadiran sekolah ini akan memberikan efek berantai, tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga ekonomi. Dengan potensi menarik siswa dari luar daerah, Magelang berpeluang menjadi magnet baru pendidikan regional.
“Kalau banyak siswa dari luar masuk ke Magelang, dampaknya akan luas, termasuk pada perputaran ekonomi,” jelasnya.
Di sisi yayasan, Hafidh Asrom menegaskan bahwa Hafidh Asrom World Schools merupakan pengembangan dari konsep pendidikan Al Azhar yang telah dipadukan dengan pendekatan global. Sekolah ini akan didukung oleh jaringan Al Azhar Yogyakarta World Schools (AYWS) dan mengintegrasikan kurikulum nasional dengan penguatan internasional.
Selain bahasa Inggris, sekolah ini juga akan memperkenalkan bahasa Mandarin sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dinamika global.
Hafidh menargetkan proses renovasi gedung selesai pada Juni 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada tahun ajaran baru. Pada tahap awal, sekolah akan membuka jenjang TK dan SD. “Kami targetkan Juni selesai, dan tahun ajaran baru sudah bisa berjalan,” ujarnya.
Dengan konsep tersebut, Hafidh optimistis sekolah ini tidak hanya menjadi pilihan warga Magelang, tetapi juga mampu menarik minat masyarakat dari wilayah sekitar seperti Temanggung, Wonosobo, hingga Kedu Raya.
Kehadiran Hafidh Asrom World School pun kini bukan sekadar proyek pendidikan, melainkan bagian dari langkah besar menjadikan Magelang sebagai kota jasa yang unggul di bidang pendidikan—sebuah pijakan menuju panggung global. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar