Breaking News
Trending Tags
Beranda » BUDAYA » Menapak Tilas Walter Spies: Safari Film ROOTS di Tanah Jawa Buka Ruang Diskusi Kritis Pariwisata Bali

Menapak Tilas Walter Spies: Safari Film ROOTS di Tanah Jawa Buka Ruang Diskusi Kritis Pariwisata Bali

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • comment 0 komentar

​TERAS MALIOBORO–Rangkaian panjang pemutaran film dokumenter-fiksi ROOTS – One Hundred Years of Walter Spies in Bali karya sutradara Michael Schindhelm sukses menggelar safari budaya di Tanah Jawa sepanjang Mei 2026. Setelah bergerak melintasi Jakarta, Yogyakarta, hingga Magelang, program prestisius ini resmi ditutup dengan manis di Bale Banjar Sokasi Café, Ubud, Bali, akhir pekan lalu. ​Pemutaran pamungkas tersebut mendapat respons luar biasa, khususnya dari kalangan ekspatriat, seniman, dan wisatawan yang memadati area Ubud.

​Yudha Bantono, sosok yang dipercaya memegang mandat penuh untuk menakhodai tur pemutaran film ini, mengungkapkan bahwa ROOTS telah bertransformasi menjadi sebuah gerakan refleksi budaya yang masif.

​“Tahun lalu film ini sudah keliling Bali. Tahun ini, setelah sukses diputar di Perth (Australia) pada April lalu, kami langsung tancap gas ke Jakarta, Yogyakarta, Magelang, dan kembali lagi ke Ubud,” ujar Yudha saat memberikan keterangan di Yogyakarta.

Dari Batavia hingga Jantung Kebudayaan Jawa

​Pemilihan kota dalam safari ini tidaklah sembarangan. Film ROOTS sendiri menelusuri jejak hidup Walter Spies—seniman legendaris berkebangsaan Jerman kelahiran Moskow—sebelum ia menetap di Bali pada tahun 1925. Sejarah mencatat, Spies terlebih dahulu menginjakkan kakinya di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Yogyakarta.

​“Ada pertalian sejarah yang sangat kuat. Pemutaran di Pulau Jawa ini merupakan upaya merangkai kembali cerita dan ingatan kolektif tentang awal kedatangan Walter Spies di Indonesia,” tambah Yudha.

​Di Yogyakarta, film ini diputar di kantung-kantung kreatif strategis, seperti Buku Seni Rupa, ISI Yogyakarta, dan Yamie Bang Doel. Sementara di Magelang, ROOTS menyambangi ruang seni prestisius, yaitu Museum OHD dan Museum H. Widayat.

​Menggali Sisi Kontroversial dan Komodifikasi Bali

​ROOTS bukan sekadar film biografi yang memuja estetika visual. Dengan menggabungkan elemen dokumenter dan fiksi, Michael Schindhelm berhasil membedah peran Spies sebagai katalisator kreatif sekaligus figur yang kontroversial.

​Melalui sajian arsip langka, rekonstruksi adegan, serta wawancara mendalam bersama akademisi, budayawan, seniman, hingga aktivis lingkungan, film ini memicu pertanyaan besar: Bagaimana Bali bertransformasi sejak kunjungan Spies seratus tahun lalu hingga hari ini?

​Film ini membuka diskursus jernih tentang dinamika kuasa budaya, warisan kolonialisme, serta dampak masif industri pariwisata terhadap kelestarian alam dan spiritualitas Bali.

​Sebagai catatan, Walter Spies tidak hanya memengaruhi pelestarian tari dan seni rupa Bali, tetapi juga ikut meletakkan batu pertama komersialisasi eksotisme Bali di mata dunia.

​Dialog Kritis Seniman

​Antusiasme penonton di Yogyakarta dan Magelang melahirkan ruang debat yang hangat. Banyak audiens mempertanyakan bagaimana posisi dan tanggung jawab seniman kontemporer pasca-generasi Walter Spies dalam merespons komodifikasi budaya Bali.

​Menjawab kegelisahan tersebut, seniman asal Bali, Made Bayak, yang terlibat langsung dalam pembuatan film serta pameran ROOTS di Basel (Swiss) dan ARMA Museum (Ubud), turut hadir dalam sesi diskusi keliling di Jawa.

​Made Bayak memberikan contoh konkret bagaimana seni harus berani bersikap. Melalui aksi happening art, ia konsisten menyuarakan protes nyata, salah satunya dalam gerakan sosial berskala besar, Bali Tolak Reklamasi.

​“Kami berharap pemutaran film ROOTS di Yogyakarta dan Magelang tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan sebuah peristiwa budaya. Ini adalah medan percakapan kritis tentang bagaimana sejarah seni dibaca ulang, diperdebatkan, dan digaungkan untuk menghadirkan kepekaan terhadap persoalan riil yang terjadi hari ini—baik di Bali maupun di daerah lain,” tegasnya.

​Permintaan Bandung dan Jakarta

​Melihat tingginya animo publik seni di Tanah Jawa, perjalanan ROOTS dipastikan belum usai. Yudha membocorkan bahwa saat ini timnya sedang menyusun jadwal baru karena adanya permintaan dari berbagai ruang alternatif.

​“Antusiasme publik seni dan budaya luar biasa tinggi. Selain rencana awal, kami baru saja mendapat permintaan untuk menggelar pemutaran di tempat-tempat baru, baik di Jakarta maupun Bandung,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

    Lewat Kuliah Pakar, Magister Sosiologi UMM Malang Diskusikan Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Program Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengawali tahun akademik dengan menggelar kuliah tamu bertajuk “Diskursus Pembangunan di Dunia Ketiga.” Acara yang dihadiri para dosen, mahasiswa, serta guru-guru sosiologi dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Malang dan Kota Batu ini berhasil membedah kompleksitas pembangunan dari tiga sudut pandang. Yakni, akademik, praktik […]

  • Geger! Kejar Perahu Hanyut, Seorang Pria Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo

    Geger! Kejar Perahu Hanyut, Seorang Pria Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tim SAR Gabungan tengah berpacu dengan waktu melakukan pencarian intensif terhadap seorang pria bernama Agus Waluyo (36), yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Waduk Wadaslintang, Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Insiden maut tersebut terjadi pada Senin (12/01/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB, namun laporan baru diterima petugas siaga Pos SAR Wonosobo dari saksi […]

  • Lebah atau Lalat?

    Lebah atau Lalat?

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Lebah mencari-cari, melihat-lihat, dan selalu mampu menemukan kembang dan bahan-bahan pilihan. Bahkan, yang terselip di rimbun dedaunan dan pepohonan. Sebaliknya, lalat selalu melihat-lihat, mencari-cari, dan menemukan sampah, kotoran, dan sesuatu yang berbau busuk. Bahkan di tumpukan barang-barang dan sesuatu yang baik dan berbau harum sekalipun. Pada lalat dan lebah, hal tersebut merupakan […]

  • Lalamove Ride Masuk Yogyakarta, Hadirkan Pilihan Transportasi Hemat dan Praktis bagi Warga

    Lalamove Ride Masuk Yogyakarta, Hadirkan Pilihan Transportasi Hemat dan Praktis bagi Warga

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Lalamove memperluas layanan transportasinya ke Daerah Istimewa Yogyakarta melalui peluncuran Lalamove Ride, sebuah langkah yang menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan moda transportasi yang ekonomis dan mudah diakses bagi masyarakat kota pelajar ini. Setelah sukses beroperasi di sejumlah kota besar, hadirnya Lalamove Ride memberikan angin segar bagi mobilitas harian warga yang membutuhkan pilihan […]

  • Dosen UGM Soroti Korupsi BGN, Pelibatan Pemda Dinilai Kunci Selamatkan Program Makan Bergizi Gratis

    Dosen UGM Soroti Korupsi BGN, Pelibatan Pemda Dinilai Kunci Selamatkan Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Kasus korupsi yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi alarm serius bagi keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah besarnya harapan publik terhadap program unggulan pemerintah tersebut, muncul desakan agar tata kelola MBG segera dibenahi, terutama dengan memperkuat peran pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik […]

  • Targetkan Setara Bali, InJourney Siapkan Ekosistem Wisata Terintegrasi di “Yogyakarta International Airport”

    Targetkan Setara Bali, InJourney Siapkan Ekosistem Wisata Terintegrasi di “Yogyakarta International Airport”

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Masa depan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap memasuki babak baru yang lebih modern dan terintegrasi. Melalui holding InJourney, PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen menyatukan ekosistem penerbangan, perhotelan, hingga destinasi wisata dalam satu pintu guna mendongkrak daya saing Jogja di kancah internasional. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Muhammad […]

expand_less