Saham Marvell Meroket, Nama Sehat Sutardja Kembali Disebut
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 9 Jun 2026
- comment 0 komentar

Sehat Sutardja pendiri Marvell. (dok)
TERAS MALIOBORO–Investor global lagi heboh. Saham Marvell Technology Inc melesat tajam di bursa Nasdaq beberapa pekan terakhir. Kenaikannya dipicu permintaan chip AI dan data center yang meledak. Di tengah euforia itu, nama pendirinya dari Indonesia, Sehat Sutardja, kembali jadi bahan obrolan.
Perlu diketahui, Marvell, perusahaan yang ia dirikan di garasi tahun 1995 bersama adiknya Weili Dai, kini jadi salah satu “pemain belakang layar” paling penting di era kecerdasan buatan.
Saham Marvell nggak naik tanpa sebab. Katalis utamanya datang dari Jensen Huang, CEO Nvidia. Dalam earnings call dan konferensi teknologi pertengahan 2024-2025, Jensen secara terang-terangan bilang kalau Marvell adalah partner kunci mereka buat bikin chip AI custom untuk klien hyperscale seperti Amazon, Microsoft, dan Google.
Pernyataan “Marvell is the only company that can do this at scale” dari Jensen langsung bikin analis Wall Street revisi target harga. Investor paham: kalau Nvidia raja GPU AI, Marvell rajanya chip konektivitas + custom silicon yang bikin GPU itu bisa kerja bareng triliunan data. Satu ekosistem, saling menguntungkan.
Ditambah proyeksi pendapatan Marvell dari segmen data center AI yang naik 3x lipat year-on-year. Hasilnya: harga saham MBRV naik puluhan persen sejak awal 2024. Kapitalisasi pasarnya kembali ke level ratusan miliar dolar.
Dari Garasi $500 Ribu ke Raja Chip AI
Sehat Sutardja memulai Marvell dengan modal kecil dan tim cuma 3 orang, 3 dekade silam. Fokusnya waktu itu bikin chip pengontrol harddisk. Siapa sangka, fondasi itu yang bikin Marvell lincah beradaptasi.
Sekarang, saat dunia rebutan chip AI Nvidia, Marvell diam-diam jadi pemasok krusial. Produk custom chip + konektivitas data center Marvell dipakai Amazon AWS, Microsoft Azure, Google Cloud. Analis Wall Street menyebut Marvell “penerima manfaat tidak langsung terbesar dari ledakan AI”.
Warisan Teknis Sang Pendiri Masih Hidup
Sehat Sutardja mundur dari CEO 2016. Tapi 3.000+ paten yang ia tulis masih jadi tulang punggung Marvell. Arsitektur chip hemat daya yang ia kembangkan dulu, sekarang jadi kunci saat data center butuh efisiensi listrik gila-gilaan karena beban AI.
“Marvell hari ini adalah Marvell yang dibayangkan Sehat 30 tahun lalu,” tulis salah satu analis semikonduktor AS. Perusahaan itu memang DNA-nya: bikin chip spesifik, cepat, hemat daya.
Lonjakan saham Marvell ini tamparan manis. Anak Indonesia pernah memimpin perusahaan teknologi kelas dunia. Sayangnya, ekosistem di tanah air belum bisa menahan talenta sekelas Sehat.
Bayangin kalau Indonesia punya pabrik chip atau 10 startup semikonduktor. Saat saham Marvell naik, bursa efek Jakarta juga ikut kebagian. Tapi sekarang kita masih jadi pasar, bukan pemain.
Sehat Sutardja membuktikan: skill orang Indonesia nggak kalah. Yang kurang cuma panggung dan keberanian modal risiko.
Saham Marvell boleh naik-turun. Tapi kisah Sehat Sutardja tetap pelajaran mahal: dari Jogja sampai Silicon Valley, jaraknya cuma tekad + rumus. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar