Breaking News
Trending Tags
Beranda » BUDAYA » Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art Angkat Isu Sampah Bali dan Kesadaran Lingkungan

Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art Angkat Isu Sampah Bali dan Kesadaran Lingkungan

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Bali mendapat sorotan berbeda melalui Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art 2026. Bukan sekadar menampilkan karya seni, pameran ini hadir sebagai gerakan penyadaran lingkungan yang mengajak masyarakat untuk melihat, memahami, dan bertindak terhadap persoalan yang dihadapi bumi saat ini.

Pameran yang berlangsung di Wija Reksa Quoriena (WRQ) Art Hub & Residency, Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung, menjadi salah satu ruang dialog kreatif yang mempertemukan seniman, pelajar, masyarakat, dan pemangku kepentingan lingkungan dalam satu gerakan bersama untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Grand opening WRQ Art Hub & Residency sekaligus pembukaan Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art digelar Sabtu (13/6/2026). Kehadiran ruang kreatif ini menambah warna baru di kawasan Tibubeneng yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas pariwisata di wilayah Canggu dan Kuta Utara.

Di tengah pesatnya perkembangan industri wisata, keberadaan WRQ Art Hub & Residency membawa misi yang berbeda. Tempat ini didedikasikan sebagai ruang kolaborasi bagi seniman, budayawan, intelektual, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum untuk berdiskusi dan berkarya mengenai isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan.

Pendiri Ginting Institute sekaligus kolektor seni, Daniel Ginting, menegaskan bahwa seni tidak boleh berhenti sebagai objek pameran semata.

“Seni itu tidak boleh berhenti di ruang pamer saja. Seni harus hadir di tengah masyarakat, membuka percakapan, membangun empati, dan menggerakkan tindakan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Quoriena Ginting, kolektor wastra Nusantara yang turut menggagas berdirinya WRQ Art Hub & Residency. Menurutnya, karya seni yang mengangkat isu lingkungan memiliki peran penting sebagai pengingat bagi masyarakat.

“Seni yang berbicara tentang persoalan lingkungan sebenarnya bukan sekadar tampilan yang mengejar keindahan, tetapi juga alarm yang menuntut kita untuk bangun, sadar, dan bertindak,” kata perempuan yang akrab disapa Quorien tersebut.

Anak-anak SD Tibubeneng Tampil Memukau

Salah satu daya tarik utama dalam pembukaan pameran adalah karya para seniman cilik dari sekolah dasar se-Desa Tibubeneng. Karya-karya mereka berhasil mencuri perhatian pengunjung karena kualitas visual yang dinilai jauh melampaui usia pembuatnya.

Menurut Quoriena Ginting, para siswa sebelumnya mengikuti workshop Plasticology bersama seniman lingkungan Made Bayak. Dalam pelatihan tersebut, anak-anak diajak mengolah limbah plastik menjadi media seni yang kreatif dan bernilai edukatif.

Hasilnya, berbagai karya daur ulang plastik berhasil ditampilkan dengan teknik yang matang dan pesan lingkungan yang kuat.

“Kesempatan belajar bersama seniman profesional membuat anak-anak mampu mengolah plastik bekas menjadi karya seni yang menarik sekaligus bermakna,” jelas Quoriena.

Hadirkan Seniman Lintas Genre

Selain karya anak-anak, pameran juga menampilkan lebih dari 20 karya dari sejumlah seniman lintas disiplin yang selama ini dikenal aktif mengangkat isu sosial dan lingkungan.

Dari kalangan perupa hadir karya-karya Made Wianta (alm), Made Bayak, dan Andry Boy Kurniawan. Sementara dari dunia kartun dan ilustrasi terdapat karya Jango Pramartha, Ida Bagus Surya Dharma, Chuk Handono, Pinky Sinanta, serta Putu Dian Ujiana “Beluluk”.

Bidang fotografi turut memperkuat narasi pameran melalui karya Andang Iskandar dan Tjandra Hutama yang merekam berbagai realitas lingkungan secara artistik.

Beragam medium yang ditampilkan, mulai dari lukisan, kartun, fotografi hingga instalasi seni, menghadirkan refleksi mendalam mengenai persoalan sampah, perubahan lingkungan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan alam.

Seni Sebagai Media Transformasi Sosial

Kurator pameran Yudha Bantono menjelaskan bahwa Tibubeneng Sustainable Art merupakan inisiatif kolaboratif yang memadukan praktik seni kontemporer dengan gagasan pembangunan lingkungan berkelanjutan.

Menurutnya, pameran ini sengaja dirancang sebagai ruang dialog kreatif antara anak-anak, seniman, warga desa, pemerintah, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Pameran ini menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi media transformasi sosial dan lingkungan. Karya-karya yang ditampilkan menggunakan bahan ramah lingkungan, material daur ulang, dan pendekatan kreatif yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan,” ujar Yudha.

Ia menambahkan bahwa melalui bahasa visual, pesan mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat lintas usia.

Dukungan Pemerintah dan Desa

Pembukaan pameran turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Made Rai Warastuthi yang mewakili Bupati Badung, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, serta Perbekel Tibubeneng I Made Kamajaya.

Perbekel Tibubeneng, I Made Kamajaya, menyambut positif penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta dalam menghadapi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayahnya.

Ia menilai pendekatan seni dan budaya mampu memperkuat gerakan lingkungan karena menyentuh kesadaran masyarakat secara langsung.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mendukung upaya Desa Tibubeneng dalam menangani persoalan sampah dan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Pameran Seni Tibubeneng Sustainable Art akan berlangsung hingga 30 Juni 2026 dan terbuka untuk umum. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya seni yang mengangkat isu lingkungan di Wija Reksa Quoriena Art Hub & Residency, Banjar Kulibul Kawan, Desa Tibubeneng, Kabupaten Badung.

Melalui pameran ini, seni tidak hanya menjadi sarana ekspresi kreatif, tetapi juga medium refleksi dan ajakan bersama untuk menjaga lingkungan. Di tengah meningkatnya persoalan sampah di Bali, Tibubeneng Sustainable Art menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kesadaran kecil yang tumbuh melalui karya seni. (*)

 

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan Umrah, Hadiah Loyalitas Setelah 12 Tahun Mengabdi

    JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan Umrah, Hadiah Loyalitas Setelah 12 Tahun Mengabdi

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Belasan tahun bekerja mengantarkan paket dan menjaga layanan tetap berjalan akhirnya membawa Dasef Kurniawan ke sebuah perjalanan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan. Kurir JNE Jakarta Inbound Departemen itu menjadi salah satu dari lebih dari 1.200 karyawan JNE yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Bagi Dasef, perjalanan ke Tanah Suci bukan […]

  • Pendidikan Khas Kejogjaan, Sultan Instruksikan Pemberlakuan di Seluruh Sekolah

    Pendidikan Khas Kejogjaan, Sultan Instruksikan Pemberlakuan di Seluruh Sekolah

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO—Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, meminta seluruh sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) secara serentak. Targetnya, kebijakan ini mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2026-2027. ​Instruksi ini muncul, usai Sultan bertemu dengan Dewan Pendidikan DIY di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Senin (23/02). Sultan ingin nilai-nilai budaya Jogja […]

  • Rahang Tuna Jogja Paling Juicy! Cicipi Menu Bakar Spesial di Kurnia Seafood Yogyakarta

    Rahang Tuna Jogja Paling Juicy! Cicipi Menu Bakar Spesial di Kurnia Seafood Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Mencari kuliner seafood Jogja yang tidak biasa? Kurnia Seafood Yogyakarta baru saja meluncurkan menu andalan: Rahang Tuna Bakar Kurnia. Hidangan ini langsung menjadi primadona karena menawarkan tekstur daging yang sangat juicy. Selain itu, bumbu rahasianya meresap sempurna hingga ke bagian terdalam. Bagi penikmat hidangan laut premium, rahang tuna ini adalah jawaban atas pencarian rasa […]

  • Bank Mandiri Realisasikan KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

    Bank Mandiri Realisasikan KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini menjadi instrumen utama perseroan dalam membuka akses pembiayaan produktif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru di berbagai daerah. Hingga April 2026, Bank […]

  • Rayakan 28 Tahun Berkarya, Padi Reborn Gandeng JNE Jadi Mitra Logistik Resmi Konser “Dua Delapan”

    Rayakan 28 Tahun Berkarya, Padi Reborn Gandeng JNE Jadi Mitra Logistik Resmi Konser “Dua Delapan”

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Industri musik tanah air kembali bersiap menyambut salah satu pergelaran paling dinantikan di awal tahun 2026. Grup band legendaris Padi Reborn resmi menunjuk JNE sebagai Official Logistics Partner untuk konser tunggal mereka yang bertajuk “Dua Delapan”. Konser yang sekaligus menjadi perayaan 28 tahun perjalanan musik Fadly cs ini akan digelar di Tennis Indoor Senayan […]

  • OlympicAD DIY VIII 2025 Digelar: Ribuan Pelajar Muhammadiyah Bertarung Rebut Tiket Nasional

    OlympicAD DIY VIII 2025 Digelar: Ribuan Pelajar Muhammadiyah Bertarung Rebut Tiket Nasional

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Ajang prestisius pencarian talenta terbaik dari sekolah/madrasah Muhammadiyah, Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII tingkat wilayah DIY, kembali bergulir. Sebanyak 1.681 pelajar terbaik dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta siap menunjukkan kemampuan mereka dalam kompetisi dua tahunan ini yang diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 22–23 November 2025. ​Perhelatan akbar ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan menjadi […]

expand_less