Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » DARI TATHMAINNUL QULUB MENUJU NAFSUL MUTHMAINNAH

DARI TATHMAINNUL QULUB MENUJU NAFSUL MUTHMAINNAH

  • account_circle Ustadz Sujarwo
  • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
  • comment 0 komentar

Teras Malioboro – Dalam Al-Quran, kita menemukan kata tathmainnu dan muthmainnah, yang berasal dari akar kata ط م ن. Dari akar kata yang sama lahir istilah thuma’ninah, sebuah istilah yang sangat dikenal dalam hadis, tasawuf, dan khazanah keislaman untuk menggambarkan keadaan hati yang tenang dan mantap.

Karena itu, ketika berbicara tentang tathmainnu, thuma’ninah, dan muthmainnah, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang satu jejak perjalanan yang sama. Sebuah perjalanan hati. Hati yang penuh kegelisahan menuju keteduhan. Hati yang mengalami guncangan menuju kemantapan dan ketenangan. Hati yang sibuk melakukan pencarian menuju keridhaan.

Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”

Kata tathmainnu pada ayat di atas berbentuk kata kerja yang menunjukkan proses yang sedang berlangsung. Ia mengajarkan bahwa ketenangan bukanlah sesuatu yang turun seketika lalu datang menghilang. Ketenangan adalah sesuatu yang tumbuh sedikit demi sedikit hingga menjadi kematangan. Seperti air keruh yang perlahan mengendap lalu menjadi bening dan terang. Seumpama fajar yang mula-mula redup lalu menyebarkan cahaya yang menenangkan.

Dari proses itulah lahir thuma’ninah, yaitu keadaan hati yang mulai mantap dan seimbang. Masalah boleh saja datang menghadang. Ujian boleh saja silih berganti menerjang. Tetapi hati tidak lagi mudah goyah dan tumbang. Ia telah menemukan sandaran yang kokoh serta pegangan yang kuat untuk bertahan.

Adapun muthmainnah adalah jiwa yang telah menjadikan ketenangan sebagai sifat yang menetap. Karena itu Allah berfirman:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

“Wahai jiwa yang tenang.”

Allah tidak memanggil jiwa yang kaya raya maupun tidak berpunya. Tidak pula jiwa yang terpandang maupun terabaikan. Allah memanggil jiwa yang tenang, karena ketenangan adalah buah dari iman, kesabaran, tawakal, serta kedekatan yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Penyayang.

Agar lebih mudah dibayangkan, perjalanan ini dapat diumpamakan seperti seekor burung yang sedang mencari jalan pulang. Tathmainnu adalah saat ia terbang menembus langit yang lapang, terus mencari arah pulang di tengah angin yang menghadang. Thuma’ninah adalah saat ia menemukan dahan lalu bertengger dengan tenang, melepaskan lelah dari perjalanan yang panjang. Sedangkan muthmainnah adalah saat sarangnya telah selesai dibangun, lalu ia menetap di sana dengan rasa aman dan nyaman sepanjang zaman.

Ketenangan bukanlah hidup tanpa ujian. Ketenangan adalah hati yang tetap menemukan Allah dalam setiap benturan. Karena jiwa yang paling kuat bukanlah jiwa yang tak pernah diguncang, melainkan jiwa yang meskipun berguncang, namun selalu kembali menjadi tenang. Seperti pohon yang akarnya menghujam ke dalam, ia mungkin bergoyang diterpa angin kencang, tetapi tidak mudah patah lalu hilang dari pandangan.

Barangkali karena itulah pesan Al-Quran di atas terasa semakin penting pada saat ini. Kita hidup di tengah arus informasi yang tidak pernah berhenti. Di tengah perlombaan yang tidak pernah selesai. Di tengah kecemasan yang sering kali tidak mudah dipahami. Banyak orang berhasil menenangkan keadaan di sekelilingnya, tetapi belum berhasil menenangkan hatinya sendiri. Banyak orang mampu membangun rumah yang megah, tetapi belum berhasil membangun keteduhan di dalam dadanya sendiri.

Teknologi semakin canggih, tetapi kegelisahan semakin kuat memeluk erat. Jaringan pertemanan semakin luas, tetapi kesepian sering kali bertambah pekat terasa. Fasilitas hidup semakin banyak, tetapi ketenangan justru menjadi sesuatu yang sulit kita raih. Dalam keadaan seperti ini, Al-Qur’an mengingatkan bahwa ketenangan sejati bukanlah ketika semua masalah menepi. Melainkan ketika hati menemukan tempat bersandar sejati yang tidak pernah pergi.

Pelajaran yang hendak Allah ajarkan sungguh sangat mendalam. Tujuan hidup bukan sekadar mengumpulkan kekayaan, mengejar kedudukan, atau memburu sanjungan. Tujuan hidup adalah membimbing hati agar semakin teduh dalam keimanan, semakin lapang dalam penerimaan, dan semakin tenang dalam kepasrahan.

Karena itu ukuran kedewasaan seorang mukmin bukan hanya banyaknya ilmu yang disampaikan atau pengalaman yang diceritakan. Ukurannya adalah keteduhan hati yang terpancar, kelapangan dada yang dirasakan, serta ketenangan jiwa yang menenteramkan. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin lembut ucapannya, semakin jernih pandangannya, dan semakin damai kehidupannya.

Di zaman ketika manusia semakin terhubung melalui layar, tetapi semakin jauh dari dirinya sendiri, Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan cara hidup yang benar. Al-Qur’an juga mengajarkan cara agar kita memiliki hati yang tenang dan ridha.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan, melainkan siapa yang paling siap meninggalkan. Hidup bukan tentang siapa yang paling tinggi kedudukannya, melainkan siapa yang paling tenang saat kembali kepada-Nya dalam keridhaan. Sebab seluruh perjalanan seorang mukmin sesungguhnya adalah perjalanan pulang.

Tathmainnu adalah perjalanan pulang.
Thuma’ninah adalah dahan tempat hati beristirahat. Muthmainnah adalah sarang tempat jiwa menetap.***

  • Penulis: Ustadz Sujarwo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Indonesia International Challenge” Jogja, Mulyo Handoyo Optimis Tim Garuda Muda Sabet Minimal 3 Gelar

    “Indonesia International Challenge” Jogja, Mulyo Handoyo Optimis Tim Garuda Muda Sabet Minimal 3 Gelar

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tim bulutangkis Indonesia, yang dijuluki “Garuda Muda”, datang ke Yogyakarta dengan tekad membara. Dalam ajang Wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 yang digelar dua pekan di GOR Among Rogo, Kepala Pelatih Pelatnas PBSI Mulyo Handoyo menargetkan gelar juara umum sebagai bentuk pembuktian kualitas pembinaan nasional. Mulyo Handoyo mengungkapkan bahwa tim telah menjalani persiapan […]

  • IDM Guyur 3.000 Paket Sembako untuk Warga Borobudur hingga Prambanan

    IDM Guyur 3.000 Paket Sembako untuk Warga Borobudur hingga Prambanan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–InJourney Destination Management (IDM) mempertegas komitmen sosialnya dengan menyalurkan 3.000 paket sembako bagi keluarga pra-sejahtera di sekitar kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Jumat (6/3/2026). Aksi nyata bertajuk “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna” ini bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pengelola destinasi wisata dengan warga lokal. Direktur Utama InJourney Destination […]

  • Lazismu RS PKU Muhammadiyah Lipat Gandakan Santunan THR untuk Ratusan Pekerja Jalanan

    Lazismu RS PKU Muhammadiyah Lipat Gandakan Santunan THR untuk Ratusan Pekerja Jalanan

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Gamping melalui Kantor Layanan Lazismu membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kesejahteraan umat. Pada Kamis (12/3/2026), lembaga ini menyalurkan dana segar sebesar Rp255 juta lebih dalam wujud Tunjangan Hari Raya (THR) dan paket sembako premium. Aksi ini menyasar ratusan warga dhuafa yang selama ini menjadi saksi bisu […]

  • Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7% Capai Rp8,9 Triliun

    Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 16,7% Capai Rp8,9 Triliun

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    Seiring Naiknya Transaksi Digital Masyarakat Melalui Livin’ by Mandiri TERAS MALIOBORO  – Bank Mandiri terus menjaga kinerja bisnis yang solid di awal tahun 2026 seiring meningkatnya aktivitas transaksi masyarakat dan penguatan layanan digital perseroan. Hingga Februari 2026, bank berlogo pita emas ini mencatatkan pertumbuhan bisnis yang tetap sehat, ditopang oleh penguatan fungsi intermediasi, peningkatan aktivitas […]

  • Perahu Terbalik Dihantam Gelombang, Dua Nelayan Hilang di Perairan Banyutowo Pati

    Perahu Terbalik Dihantam Gelombang, Dua Nelayan Hilang di Perairan Banyutowo Pati

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Basarnas melalui Unit Siaga SAR Rembang bersama tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua orang nelayan yang dilaporkan hilang akibat perahu terbalik di Perairan Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima dari saksi bernama Ali, kedua nelayan diketahui berangkat melaut […]

  • Total Hadiah Ratusan Juta! JNE Content Competition 2026 Tantang Kreator Indonesia Raih Umrah hingga Holy Land

    Total Hadiah Ratusan Juta! JNE Content Competition 2026 Tantang Kreator Indonesia Raih Umrah hingga Holy Land

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Merayakan usia ke-35 tahun, raksasa logistik JNE kembali membuka ajang bergengsi JNE Content Competition 2026. Memasuki tahun ke-13 penyelenggaraannya, kompetisi ini menjadi panggung besar bagi jurnalis, mahasiswa, karyawan JNE, hingga masyarakat umum untuk memamerkan karya terbaik mereka. Tidak main-main, JNE menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah serta tiket perjalanan ibadah Umrah dan ke Holy […]

expand_less