Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Pegadaian Bantul dan Rumah BUMN DIY Gelar MletikPreneur untuk UMKM Naik Kelas

Pegadaian Bantul dan Rumah BUMN DIY Gelar MletikPreneur untuk UMKM Naik Kelas

  • account_circle Chaidir
  • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • 35 pelaku UMKM Bantul mengikuti program UMKM Naik Kelas yang digelar Pegadaian Bantul bersama Rumah BUMN DIY.

 

  • Pendampingan intensif dilakukan setiap Rabu selama September 2026 untuk menggali potensi dan memperkuat kapasitas usaha.

 

  • Kolaborasi lintas pihak mendorong UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang, menemukan peluang, dan naik kelas.

 

TERAS MALIOBORO — “Bapak-Ibu siap untuk naik kelas?”

Pertanyaan itu dilontarkan Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Dendi Sulistyo Wibowo, di hadapan 35 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan “UMKM Naik Kelas” di Gedung Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Rabu (9/9/2026).

“Siap!” jawab peserta hampir bersamaan.

Jawaban singkat tersebut menjadi gambaran optimisme para pelaku usaha yang hadir. Namun, naik kelas bagi UMKM tentu tidak cukup hanya dengan semangat. Dibutuhkan pengetahuan, pendampingan, keberanian mengevaluasi usaha, serta kemampuan membaca peluang. Di situlah Pegadaian Bantul bersama Rumah BUMN DIY mengambil peran.

Program “UMKM Naik Kelas” dirancang bukan sebagai kegiatan pelatihan yang selesai dalam sehari. Sepanjang September 2026, para peserta akan bertemu setiap Rabu untuk mengikuti rangkaian pembelajaran dan pendampingan secara intensif.

Mereka tidak hanya diajak menambah pengetahuan, tetapi juga melihat kembali usaha yang selama ini dijalankan: apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, potensi apa yang belum digali, dan peluang apa yang bisa dikembangkan.

Bagi Dendi, langkah semacam ini penting karena pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong UMKM agar tumbuh.

Baca Juga : 

LKY Soroti Perlindungan Konsumen di DIY, Desak Pengesahan Perda dan Pembaharuan UU

UMKM Jogja Naik Kelas! Rahasia Sukses Packaging dan Teknologi Pangan di Jogja Food & Beverage Expo 2026

Ia menjelaskan, salah satu ukuran untuk melihat perkembangan usaha adalah omzet. Usaha dengan omzet tahunan di atas Rp2 miliar telah masuk kategori usaha kecil. Jika dirata-ratakan, angka tersebut setara sekitar Rp166 juta per bulan. Sementara usaha dengan omzet di bawah angka itu masih berada dalam kategori usaha mikro.

Namun, angka tersebut bukan sekadar klasifikasi. Di baliknya terdapat tantangan yang lebih besar: bagaimana membuat pelaku usaha mampu bergerak dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya. Karena itu, Dendi menyambut baik kolaborasi Pegadaian dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bantul.

Menurutnya, peningkatan kapasitas UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Semakin banyak UMKM yang berkembang, semakin besar pula kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

“Ketika Bapak-Ibu nanti naik kelas, Pemda Bantul sangat antusias dan bergembira. Karena memang kami ditugaskan oleh Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati dalam rangka mendukung perekonomian di daerah,” ujarnya.

Pegadaian Hadir Lebih Dekat

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pegadaian untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Kepala Cabang Pegadaian Kabupaten Bantul, Setyo Purnomo, mengatakan Pegadaian memiliki kepentingan yang sama dengan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar semakin kuat. Kerja sama itu, menurut Setyo, tidak muncul secara tiba-tiba. Diawali dengan komunikasi dan saling mengenal, hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi kolaborasi untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.

“Kita punya tugas yang sama, yaitu membesarkan UMKM yang ada di Kabupaten Bantul,” katanya.

Setyo menegaskan bahwa Pegadaian tidak hanya berbicara tentang bisnis. Ada tanggung jawab sosial dan lingkungan yang juga menjadi bagian dari peran perusahaan dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Salah satu wujudnya adalah pendampingan UMKM melalui program yang dilaksanakan bersama Rumah BUMN DIY dan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bantul.

Selama satu bulan, peserta akan mendapatkan pendampingan setiap Rabu. Mereka akan diajak menggali potensi usaha masing-masing sekaligus mendapatkan masukan yang dapat digunakan untuk memperkuat bisnis.

“Bapak-Ibu mungkin sudah keren. Yang pasti Bapak-Ibu sudah keren. Tetapi dengan pendampingan ini akan dikulik lagi, akan dicari lagi apa potensinya, seperti apa, dan nantinya akan bagaimana,” tutur Setyo.

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa pendampingan bukan berarti menganggap peserta belum memiliki kemampuan. Sebaliknya, pendampingan dilakukan untuk menemukan kekuatan yang mungkin selama ini belum dimaksimalkan.

Tidak Hanya Bertahan

Dunia usaha memiliki karakter yang tidak selalu mudah ditebak. Ada saat ketika penjualan meningkat, tetapi ada pula masa ketika usaha mengalami perlambatan.

Dalam situasi seperti itu, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar modal. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk melihat peluang dan menemukan cara agar usaha tetap bertahan sekaligus berkembang. Karena itu, dalam program ini peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peluang yang dapat memberikan tambahan penghasilan.

Setyo bahkan mengajak peserta berinteraksi langsung. “Bapak-Ibu mau ada penghasilan tambahan?”

“Mau!” jawab peserta.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Usaha utama tetap menjadi fondasi, sementara peluang lain dapat dikembangkan sebagai penguat ekonomi. Namun, tujuan akhirnya bukan sekadar menambah penghasilan.

Yang ingin dibangun adalah pelaku usaha yang semakin mandiri, mampu mengambil keputusan, dan memiliki kemampuan untuk membawa bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi.

Kolaborasi yang Perlu Dilanjutkan

Bagi Dendi, program seperti “UMKM Naik Kelas” menjadi salah satu solusi di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi dalam pembinaan UMKM. Pemerintah daerah memiliki keterbatasan sumber daya dan anggaran. Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan berbagai lembaga pendukung menjadi penting.

Pegadaian membawa kapasitas dan pengalaman bisnis. Rumah BUMN menjadi ruang pengembangan dan pemberdayaan. Sementara pemerintah daerah memiliki peran dalam pembinaan dan penguatan ekosistem UMKM. Ketiganya dapat saling melengkapi.

Dendi pun berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu rangkaian pelatihan. Jika Pegadaian kembali menghadirkan program lanjutan, ia mendorong para peserta untuk tetap bersemangat mengikutinya.

“Harus tetap semangat, Bapak-Ibu. Harus bersemangat,” pesannya.

Harapan yang sama disampaikan Setyo. Ia ingin kolaborasi antara Pegadaian, Rumah BUMN DIY, dan Dinas Koperasi Kabupaten Bantul dapat terus memberikan pengetahuan, wawasan, serta pendampingan yang dibutuhkan pelaku usaha.

“Semoga dengan kegiatan seperti ini, kerja sama antara Pegadaian dan Dinas Koperasi Kabupaten Bantul serta Rumah BUMN akan memberikan insight baru, memberikan masukan, dan bisa mendampingi Bapak-Ibu untuk menjadi UMKM yang lebih unggul,” ujarnya.

Pada Rabu itu, 35 pelaku UMKM mungkin baru memulai satu langkah kecil. Tetapi dari ruang pelatihan tersebut, mereka membawa satu tujuan yang sama: tidak berhenti di tempat, tidak sekadar bertahan, tetapi berani tumbuh dan naik kelas.

Dan untuk mencapai tujuan itu, mereka tidak berjalan sendirian. Ada Pegadaian Bantul, Rumah BUMN DIY, dan Pemerintah Kabupaten Bantul yang memilih berjalan bersama—mendampingi, membuka peluang, dan mendorong UMKM agar semakin kuat menghadapi masa depan. (Chaidir)

  • Penulis: Chaidir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat Badan Amal Berbasis Agama, AXA Mandiri Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Sumatra

    Lewat Badan Amal Berbasis Agama, AXA Mandiri Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana Sumatra

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Perwakilan karyawan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menyerahkan bantuan untuk korban bencana Sumatra kepada lima badan amal berbasis agama di Jakarta, Senin (29/12/2025). AXA Mandiri bersama karyawannya melakukan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Sumatera. Donasi yang terkumpul lebih dari Rp300 juta tersebut diserahkan kepada lima badan […]

  • Pesan Sri Sultan HB X Mantapkan Menteri Jumhur Perketat Penegakan Hukum Lingkungan

    Pesan Sri Sultan HB X Mantapkan Menteri Jumhur Perketat Penegakan Hukum Lingkungan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pesan Sri Sultan HB X tentang pentingnya mengayomi alam menjadi bekal moral bagi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat untuk memperkuat penegakan hukum lingkungan. Usai bersilaturahmi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kepatihan DIY, Jumat (24/7/2026), Menteri Jumhur menegaskan komitmennya untuk bertindak lebih […]

  • “Malinda Dee” Purwokerto Manfaatkan Kedekatan dengan Nasabah dan Gunakan Skema Ponzi

    “Malinda Dee” Purwokerto Manfaatkan Kedekatan dengan Nasabah dan Gunakan Skema Ponzi

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Masyarakat Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terguncang oleh ulah penipuan seorang mantan pegawai bank yang kini resmi ditahan Polresta Banyumas. Perempuan berinisial N alias D (36) yang resmi menyandang status tersangka itu,  diduga kuat mendalangi aksi penipuan berkedok investasi yang menyasar ratusan nasabah dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Melihat […]

  • Buruan Daftar! Telkom Kerahkan Bus Ramah Lingkungan dan Kapal Dukung Program Mudik Gratis

    Buruan Daftar! Telkom Kerahkan Bus Ramah Lingkungan dan Kapal Dukung Program Mudik Gratis

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    KORANBERNAS.ID, JAKARTA–Kabar gembira bagi Anda yang berencana pulang kampung pada Lebaran 1447 H! TelkomGroup resmi membuka pendaftaran program Mudik Gratis BUMN 2026 mulai hari ini, Selasa (3/3/2026). Mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan”, raksasa telekomunikasi Indonesia ini siap memberangkatkan ribuan pemudik menggunakan armada yang nyaman dan ramah lingkungan. Tahun ini, Telkom menyiapkan 27 bus rendah […]

  • Tak Perlu Ribet, Resep Sederhana Ini Berhasil Menurunkan Prevalensi Stunting Gunungkidul ke 16,62 Persen

    Tak Perlu Ribet, Resep Sederhana Ini Berhasil Menurunkan Prevalensi Stunting Gunungkidul ke 16,62 Persen

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gunungkidul membuktikan inovasi lokal adalah kunci sukses melawan stunting. Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Gerakan Ayah Teladan yang diluncurkan pemerintah daerah membuahkan hasil luar biasa, membuat prevalensi stunting anjlok signifikan. Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS), Joko Parwoto, mengumumkan penurunan drastis prevalensi stunting di Bumi Handayani. […]

  • AXA Mandiri Bekali Pelajar SMA Negeri 3 Jakarta dengan Literasi Keuangan dan Kesehatan Mental

    AXA Mandiri Bekali Pelajar SMA Negeri 3 Jakarta dengan Literasi Keuangan dan Kesehatan Mental

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan dan kesehatan mental bagi ratusan siswa SMA Negeri 3 Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen AXA Mandiri untuk mendukung terbentuknya generasi muda Indonesia yang sehat secara keuangan maupun mental sebagai bekal menghadapi masa depan. […]

expand_less