Baiti Jannati
- account_circle Sujarwo
- calendar_month Kam, 14 Mei 2026
- comment 0 komentar

Karena itu, rumah bukan hanya tempat tinggal dan sebuah bangunan. Ia adalah taman ketenangan. Tempat jiwa bernaung dan hati pulang. Para ulama melukiskannya dengan indah : baiti jannati, rumahku adalah surgaku.
Maka keluarga adalah ladang ketakwaan. Di sanalah ujian terberat keimanan dan kemuliaan seseorang. Bukan di mimbar, tempat kerja, dan di keramaian.
Tidak heran, Rasulullah berkali-kali mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ibadah ritualnya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Sebab, akhlak yang paling jujur, sering kali tidak tampak di depan banyak orang. Melainkan ada di balik dinding-dinding rumah. Ketika tidak ada panggung dan lampu sorot benderang. Sewaktu tidak ada pencitraan. Saat tidak ada tepuk tangan.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. At-Tirmidzi)
“Sesungguhnya mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut terhadap keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi)
“Seluruh makhluk adalah keluarga Allah. Maka makhluk yang paling dicintai Allah adalah yang paling baik terhadap keluarga-Nya.” (HR. Al-Baihaqi)
Ya Allah…Maafkan kami bila belum mampu menjadi suami atau istri terbaik bagi pasangan kami. Belum mampu menjadi ayah dan ibu terbaik bagi anak-anak kami. Namun, jangan biarkan kami berhenti belajar mengasihi dan mencintai.
Ya Allah…Bila tutur kata kami masih melukai, lembutkanlah. Bila ego kami masih terlalu tinggi, luluhkanlah.
Bila rumah kami masih dipenuhi amarah dan gengsi, turunkanlah ketenangan dan kasih sayang-Mu.
Ya Allah…Mampukan kami. Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Memampukan.***
- Penulis: Sujarwo






Saat ini belum ada komentar