Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Trap Barrier System Jadi Andalan, UPN “Veteran” Yogyakarta Perkuat Pengendalian Hama Tikus di Sedayu

Trap Barrier System Jadi Andalan, UPN “Veteran” Yogyakarta Perkuat Pengendalian Hama Tikus di Sedayu

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBOROTrap Barrier System menjadi solusi andalan UPN Veteran Yogyakarta untuk memperkuat pengendalian hama tikus di wilayah Sedayu, Kabupaten Bantul. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, kampus tersebut menerapkan Trap Barrier System (TBS) yang dipadukan dengan konservasi burung hantu Tyto alba sebagai metode pengendalian hama yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Kembang Rejo di Dusun Panggang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu. Sebanyak dua paket Trap Barrier System dipasang di hamparan sawah petani untuk melindungi tanaman padi dari serangan tikus yang selama ini menyebabkan kerugian setiap musim tanam.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta, Mukti Ahmad Nurcahya, S.P., M.Sc., mengatakan Sedayu dipilih karena menjadi salah satu wilayah dengan tingkat serangan tikus yang cukup tinggi. Tim pengabdian juga melibatkan Dr. Ir. R.R. Rukmowati Brotodjojo, M.Agr., Ph.D., Dr. Antik Suprihanti, S.P., M.Si., serta Virginia Ayu Sagita, S.Sos., M.Ikom.

Menurut Mukti, berdasarkan informasi dari petani, populasi tikus terus meningkat karena kawasan persawahan berbatasan langsung dengan rel kereta api yang memiliki gundukan tanah sebagai tempat persembunyian tikus. Selain itu, hamparan kebun tebu di sekitar lokasi juga menjadi habitat yang mendukung perkembangan hama pengerat tersebut.

“Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan tanaman berlangsung hampir setiap musim tanam sehingga perlu metode pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Mukti.

Trap Barrier System Efektif Mengendalikan Hama Tikus

Trap Barrier System merupakan metode pengendalian hama tikus secara fisik tanpa menggunakan bahan kimia. Sistem ini memanfaatkan pagar plastik khusus yang dipasang mengelilingi petak sawah sebagai lahan umpan.

Di bagian dalam pagar dibuat parit sedalam 30 hingga 50 sentimeter. Selanjutnya, pada beberapa titik dipasang jembatan kecil yang mengarahkan tikus menuju bubu perangkap.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPN Veteran Yogyakarta bersama Kelompok Tani Kembang Rejo di lahan persawahan Sedayu, Bantul, sebagai upaya pengendalian hama tikus ramah lingkungan. (Dokumentasi Tim UPN “Veteran” Yogyakarta)

Ketika tikus mencoba memasuki area tanaman, hewan tersebut akan masuk ke dalam perangkap dan tidak dapat keluar. Dengan cara ini, populasi tikus dapat ditekan tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan maupun organisme bermanfaat lainnya.

Karena hamparan sawah Kelompok Tani Kembang Rejo dipisahkan oleh jalan usaha tani, tim pengabdian memasang dua unit Trap Barrier System di dua lokasi berbeda. Langkah tersebut dilakukan agar perlindungan terhadap tanaman padi menjadi lebih optimal.

Keberhasilan Trap Barrier System tidak hanya bergantung pada pemasangan, tetapi juga pada pemantauan secara rutin. Oleh karena itu, Kelompok Tani Kembang Rejo telah menyusun jadwal piket harian untuk memeriksa kondisi pagar, parit, dan bubu perangkap setiap pagi.

Apabila ditemukan tikus di dalam perangkap, petani akan memusnahkannya, kemudian membersihkan perangkap sebelum digunakan kembali.

Sebaliknya, jika satwa yang terjebak adalah ular atau hewan lain yang berperan sebagai predator alami, petani akan melepaskannya kembali ke habitatnya. Cara ini dilakukan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga sekaligus mendukung pengendalian hama secara alami.

Konservasi Tyto alba Perkuat Pengendalian Hama Tikus

Selain memasang Trap Barrier System, UPN Veteran Yogyakarta juga memperkuat pengendalian hama tikus melalui konservasi burung hantu Tyto alba.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2022 bersama Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Bantul.

Ketua Kelompok Tani Kembang Rejo, Wahyu Sianto, menjelaskan bahwa kawasan persawahan mereka telah memiliki satu rumah burung hantu yang masih dihuni Tyto alba. Burung hantu tersebut aktif berburu tikus pada sore hingga malam hari sehingga membantu mengurangi populasi hama di area persawahan.

Namun demikian, kondisi rumah burung hantu yang ada mulai mengalami kerusakan. Karena itu, tim pengabdian UPN Veteran Yogyakarta memberikan pendampingan pembangunan rumah burung hantu baru beserta tempat hinggap agar populasi Tyto alba tetap terjaga.

Keberadaan predator alami ini diharapkan mampu mendukung efektivitas Trap Barrier System sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan racun tikus.

UPN Veteran Yogyakarta Dorong Pertanian Berkelanjutan di Bantul

Melalui penerapan Trap Barrier System dan konservasi Tyto alba, UPN Veteran Yogyakarta berharap pengendalian hama tikus di Sedayu dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menekan kerugian akibat serangan tikus, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pertanian yang ramah lingkungan. Selain menjaga produktivitas tanaman padi, metode tersebut juga mampu mempertahankan keseimbangan ekosistem di kawasan pertanian.

Ke depan, model pengendalian hama dengan Trap Barrier System dipadukan dengan pemanfaatan predator alami diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa. Kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan pertanian yang lebih produktif sekaligus berkelanjutan. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

    Pertemuan KH Imam Jazuli dan KH Asep Chalim di Cirebon Baca Arah Baru NU

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Cirebon kembali menjadi titik temu penting dalam peta perjalanan Nahdlatul Ulama (NU). Pada Minggu, 25 Januari 2026, Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (Bima) menjadi saksi pertemuan dua tokoh pesantren yang kini namanya kian menguat menjelang Muktamar ke-35 NU: KH Imam Jazuli dan KH Asep Saifuddin Chalim. Di hadapan ratusan kader Pergunu Jawa […]

  • Polisi Akan Tetapkan Tersangka Baru, Suami Nurma Menghilang?

    Polisi Akan Tetapkan Tersangka Baru, Suami Nurma Menghilang?

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Jumlah korban tindak penipuan yang dilakukan Ratu investasi bodong, Nurma Handikasari (36) terus bertambah. Menurut Kasatreskrim Polresta Banyumas AKP Ardi Kurniawan, hingga Rabu (24/6/2026) tercatat ada 25 korban yang telah memberikan keterangan kepada polisi dengan total kerugian sekira Rp5 miliar. Ardi mengatakan, penyidikan masih terus berjalan, serta membuka peluang adanya tersangka lain. […]

  • Sulap Sampah Jadi Berkah, Tiga Inovator Sosial dari Jogja hingga Probolinggo Juarai Kompetisi CIMB Niaga

    Sulap Sampah Jadi Berkah, Tiga Inovator Sosial dari Jogja hingga Probolinggo Juarai Kompetisi CIMB Niaga

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tiga inovator sosial dari Yogyakarta, Pasuruan, dan Probolinggo berhasil “menyulap” barang-barang tak terpakai—mulai dari botol plastik, limbah kayu, hingga kulit kerang—menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ide cemerlang mereka sukses menyingkirkan lebih dari 500 pendaftar lainnya dan dinobatkan sebagai yang terbaik dalam ajang Community Link #JadiNyata 2025 yang digelar PT Bank CIMB Niaga Tbk. Kompetisi […]

  • Pasal Nikah Siri di KUHP Baru: Antara Penertiban Administrasi atau Kriminalisasi Hukum Agama?

    Pasal Nikah Siri di KUHP Baru: Antara Penertiban Administrasi atau Kriminalisasi Hukum Agama?

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Ketentuan pidana terkait praktik nikah siri dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional yang baru terus menuai perdebatan sengit. Pakar Hukum Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Khaeruddin Hamsin, Lc., LL.M., Ph.D., memperingatkan bahwa pasal-pasal tersebut berisiko menimbulkan multitafsir dan berbenturan keras dengan hukum yang hidup di masyarakat (living law). Menurut Khaeruddin, pernikahan pada […]

  • ISTI’ARAH, AMSAL, DAN ‘IBRAH DALAM AL-QURAN

    ISTI’ARAH, AMSAL, DAN ‘IBRAH DALAM AL-QURAN

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    Teras Malioboro – Dalam bahasa Arab, kita mengenal istilah الِاسْتِعَارَةُ (al-isti’arah), saudara dekat dari apa yang dalam filsafat dan linguistik modern disebut metafora. Ketika Al-Quran berbicara tentang cahaya, jalan, hati yang hidup, atau hati yang buta, yang dimaksud sering kali bukan sekadar cahaya, jalan, atau mata hati dalam pengertian lahiriah semata. Bahasa seolah meminjam pakaian […]

  • Liburan Sekolah di Bandung, Ini 7 Aktivitas Seru yang Bisa Dinikmati Keluarga di de Braga by ARTOTEL

    Liburan Sekolah di Bandung, Ini 7 Aktivitas Seru yang Bisa Dinikmati Keluarga di de Braga by ARTOTEL

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Liburan sekolah tak selalu harus diisi dengan perjalanan jauh. Di jantung Kota Bandung, keluarga kini bisa menikmati pengalaman staycation yang memadukan wisata sejarah, kuliner, aktivitas kreatif hingga petualangan alam hanya dalam satu paket menginap. Melalui program “School’s Out, Fun Stay! – The Venture Stay”, de Braga by ARTOTEL menawarkan lebih dari sekadar kamar hotel. […]

expand_less