Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » IMAN DAN TAKWA (2)

IMAN DAN TAKWA (2)

  • account_circle Ustadz Sujarwo
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TerasMalioboro.id – Allah menjamin, orang bertakwa akan hidup mulia. Orang bertakwa akan hidup bahagia.

“Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
[QS. 49 : 13]

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” [QS. 65 : 2-3]

Salah satu ciri yang paling kental dari orang bertakwa adalah hidup dalam harmoni. Hidup yang hanya dapat direngkuh dengan kesabaran dan kerja ikhlas sepenuh hati.

Orang bertakwa, hidup dalam harmoni. Tumbuh dan berkembang tanpa pernah menyakiti orang lain. Sehingga, orang merasa nyaman di dekatnya.

Orang tidak kuatir dan takut atas segala pertumbuhan dan pertambahan yang digenggam. Baik harta, ilmu, maupun jabatan dan kekuasaan.

Sehingga yang mekar merekah adalah sikap saling percaya. Sikap menghargai, menghormati, dan berempati antar sesama.

Seperti pertumbuhan pohon. Tumbuh dan berkembang tanpa mematahkan pohon yang lain. Sehingga, di sisi pohon besar, tumbuh pohon kecil yang subur dan segar.

Orang bertakwa hidup dalam harmoni. Pertumbuhannya selalu selaras antara aspek lahir dan batin. Antara iman dan tindakan.

Ada keserasian antara ketekunannya beribadah kepada Allah, dengan amal solehnya terhadap sesama. Ada kesesuaian antara penghambaan kepada Allah, dengan pelayanan kepada sesama.

Lagi-lagi, pohon menjadi contoh terdepan. Pohon selalu tumbuh sejalan antara ke luar dengan ke dalam. Pertumbuhan batang dan dahan, seimbang dengan pertumbuhan akar yang menghujam.

Bila pohon hanya tumbuh keluar, akan rapuh seiring waktu. Cukup angin semilir, membuatnya jatuh dan rubuh.

Bila pohon hanya tumbuh ke dalam, meski kokoh dan kuat. Tapi, sedikit memberi manfaat. Tidak dipandang sebagai rekanan dekat.

Orang bertakwa, hidup dalam harmoni. Ia menyadari bahwa dirinya hanya serpihan kecil dari kehidupan besar, yang saling terhubung dan berkelindan.

Hanya mengada dan bisa berkarya, karena Allah semata. Hanya sempurna, seijin Allah, atas bantuan dan pertolongan sesama.

Begitu pula menyadari bahwa dirinya diciptakan untuk mengabdi kepada Allah. Diberi misi untuk menyempurnakan hidup sesama dan semesta.

Ingatlah mata air di pegunungan, mengairi hulu sungai yang akan melakukan perjalanan panjang. Bercabang-cabang, ujungnya bermuara ke lautan.

Nantinya, air laut menguap. Di simpan oleh gumpalan awan. Kemudian oleh angin, ditiup ke lembah, daratan, dan pegunungan. Turun ke bumi dengan menunggang hujan. Semua terhubung dan saling menyempurnakan.

Orang bertakwa selalu hidup dalam harmoni. Ia meyakini, dalam setiap tahapan kehidupan dan segala kejadian, ada kebahagiaan yang Allah sisipkan dan titipkan.

Asalkan ada kesabaran. Asalkan ada keihklasan. Asalkan ada rasa syukur yang dalam. Asalkan ada ketawakkalan. Asalkan zikir dan sholat kita lafalkan dan tegakkan. Asalkan baik sangka dan waspada, kita hamparkan.

Tidak peduli profesi yang kita pegang. Tidak peduli besaran penghasilan yang kita dapatkan. Tidak peduli kekuasaan yang kita genggam. Tidak peduli kondisi fisik dan kesehatan.

Coba renungkan. Betapa senangnya ikan berenang. Burung-burung yang riang terbang di awan. Ayam yang santuy mencari makan di pekarangan dan di bawah pepohonan.

Ikan dan ayam, tidak iri dengan burung yang terbang. Burung dan ikan, tidak dengki dengan ayam yang mengais rezeki di daratan. Begitupun, ayam dan burung, tidak cemburu dengan ikan yang berenang dan menyelam.

Orang bertakwa, hidup dalam harmoni. Ia menyadari, meskipun bahagia ada di setiap tahapan dan kejadian. Namun, itu bukan pelabuhan tujuan.

Sebab pelabuhan akhir, bukan bahagia yang ada di sini. Bukan bahagia di hari dan saat ini. Tapi bahagia di hari nanti. Di kehidupan setelah kita mati.

“Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” [QS. 2 : 201]***

  • Penulis: Ustadz Sujarwo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari MLSC Yogyakarta, Satoru Mochizuki Melihat Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia

    Dari MLSC Yogyakarta, Satoru Mochizuki Melihat Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
    • 0Komentar

    294 atlet dari 76 SD dan MI mengikuti MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027 di Stadion Tridadi dan Lapangan Sidomoyo.   Satoru Mochizuki menilai kompetisi usia dini penting untuk membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia dalam jangka panjang.   Khayla Labiba mencetak 11 gol, sementara debutan SDN Baturetno mampu melaju hingga perempat final dan membidik pengalaman […]

  • Mancing Gerrsama, Silaturahmi Jurnalis Yogyakarta yang Menghangatkan

    Mancing Gerrsama, Silaturahmi Jurnalis Yogyakarta yang Menghangatkan

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Tawa lepas terdengar bersahut-sahutan di tepi kolam Pemancingan Sigud, Gamping, Sleman, Minggu. Bukan liputan, bukan pula konferensi pers. Hari itu, para jurnalis Yogyakarta memilih menepi sejenak dari hiruk-pikuk berita lewat kegiatan bertajuk Mancing Gerrsama yang digelar Forum Wartawan Peliput Acara Djarum (FORWARD) Yogyakarta. Sekitar dua puluh jurnalis dari berbagai media tampak menikmati […]

  • Kepala Perpusnas Akui Literasi Belum Memuaskan, Gelar Festival dan Gempur Penjuru Negeri dengan Buku

    Kepala Perpusnas Akui Literasi Belum Memuaskan, Gelar Festival dan Gempur Penjuru Negeri dengan Buku

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) secara resmi membuka Festival Literasi Perpusnas 2025 dengan sebuah pesan kuat. Di satu sisi, acara ini menjadi ajang apresiasi bagi para pegiat literasi. Di sisi lain, Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, memberikan catatan jujur bahwa perjuangan membangun budaya baca di Indonesia masih jauh dari kata memuaskan. Mengusung tema “Literasi Untuk […]

  • Jawab Isu Keamanan Infrastruktur, HAKI Pimpin Forum Nasional “Retrofit” dan Perkuatan Bangunan di Yogyakarta

    Jawab Isu Keamanan Infrastruktur, HAKI Pimpin Forum Nasional “Retrofit” dan Perkuatan Bangunan di Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Isu keamanan infrastruktur—mulai dari gedung, jembatan, hingga jalan layang—menjadi perhatian utama Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI). Menjawab kekhawatiran publik, HAKI Komda D.I. Yogyakarta akan memimpin forum nasional besar untuk membahas solusi teknis mendalam, terutama tentang “Retrofit” (perkuatan) dan perbaikan struktur bangunan. Kegiatan akbar ini berupa Expo, Seminar, dan Short Course 2025 yang dijadwalkan berlangsung […]

  • 100 Santri dan Ustadz Dapat Layanan Mata Gratis, YPPIM – RS dr Yap Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kesehatan

    100 Santri dan Ustadz Dapat Layanan Mata Gratis, YPPIM – RS dr Yap Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kesehatan

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO — Upaya meningkatkan kualitas kesehatan para penghafal dan pembelajar Al-Qur’an kembali diwujudkan Yayasan Pusat Pengembangan Islam Mataram (YPPIM) DIY. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata dr Yap, YPPIM menggelar layanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi santri, ustadz, dan tenaga pendidik di lingkungan lembaga Islam se-DIY, Minggu (7/12/2025). Bertempat di Gedung Monumen […]

  • Belajar Tak Mengenal Usia! Muslimat NU Godean Resmikan Sekolah Lansia Husnul Khotimah

    Belajar Tak Mengenal Usia! Muslimat NU Godean Resmikan Sekolah Lansia Husnul Khotimah

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Benar kata pepatah bahwa menuntut ilmu tak mengenal batas usia. Semangat inilah yang terpancar dari komplek Masjid Babus Salam, Godean, saat Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama resmi meluncurkan Sekolah Lansia Husnul Khotimah, Sabtu (31/01/2026). Lembaga ini didirikan bukan sekadar sebagai tempat belajar formal, melainkan sebagai wadah bagi para lansia untuk tetap produktif, […]

expand_less