Breaking News
Trending Tags
Beranda » NUSANTARA » Bukan Kredit Bank, Ini Bukti Si Ratu Investasi Bodong Nurma Tipu Pensiunan

Bukan Kredit Bank, Ini Bukti Si Ratu Investasi Bodong Nurma Tipu Pensiunan

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Penyidikan kasus dugaan penipuan yang menjerat Ratu Investasi Bodong Nurma Handikasari (36 tahun) terhadap nasabah dari sejumlah bank di Purwokerto oleh Polresta Banyumas, terus berkembang. Di tengah upaya polisi menelusuri aset dan aliran dana tersangka, muncul dokumen yang memperlihatkan pola transaksi yang diduga menjadi bagian dari skema penghimpunan dana para korban secara ilegal.

Dokumen yang diperoleh dari laporan sejumlah korban menunjukkan adanya penyerahan uang kepada Nurma Handikasari. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa korban menyerahkan sejumlah dana kepada tersangka dengan janji memperoleh pengembalian dalam jumlah lebih besar yang nantinya ditransfer ke rekening milik korban.

Dari sejumlah dokumen laporan korban yang berhasil diperoleh wartawan, tidak satupun menggunakan kop surat resmi bank. Selain itu, surat perjanjian ditulis menggunakan tulisan tangan Nurma sendiri. Bahkan, sang Ratu Investasi Bodong sendiri yang menandatangani surat tersebut, bukan pejabat bank.

Adanya dokumen tersebut sekaligus menegaskan bahwa yang terjadi adalah tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh tersangka Ratu Investasi Bodong. Penipuan ini dilakukan di luar sistem bank dan tentu tidak tercatat dalam pembukuan bank. Dokumen perjanjian tersebut juga menegaskan, permasalahannya bukan pada kredit yang disalurkan bank kepada nasabah.

Salah satu dokumen surat itu berisi tentang Nurma menerima uang dari koban sebesar Rp 270 juta dengan janji korban akan menerima hasil sebesar Rp 10.950.000 per bulan selama 60 bulan yang akan disetor ke rekening milik korban di sebuah bank daerah.

Dalam bukti dokumen lain, disebutkan Nurma menerima uang tunai Rp 212 juta dari korban dengan imbal hasil Rp 5.400.000 selama 36 bulan, plus tambahan Rp 8.000.000 yang akan diberikan setiap akhir bulan.

Begitu pula, dari korban berbeda, Nurma menerima Rp 161.000.000 dengan imbal hasil Rp 5 juta per bulan.

Pola tersebut sejalan dengan temuan penyidik yang menyebut Nurma diduga menjalankan tindak kejahatan penipuan dengan modus investasi berkedok keuntungan tinggi menggunakan skema ponzi alias money game.

Dalam skema ini, dana yang disetor oleh korban baru digunakan untuk membayar keuntungan kepada korban lama, sehingga menciptakan kesan bahwa investasi berjalan lancar dan menguntungkan.

Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antara tersangka dan para korban dibangun di atas kepercayaan. Tidak sedikit korban yang merupakan pensiunan dan mengenal Nurma secara personal. Kedekatan tersebut diduga menjadi modal utama tersangka untuk meyakinkan calon investor agar menyerahkan uang mereka.

Polresta Banyumas terus membuka ruang bagi para korban untuk melapor. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas Ajun Komisaris Polisi Ardi Kurniawan mengatakan, hingga Rabu, 24 Juni 2026, sedikitnya 25 korban telah melapor dengan total kerugian yang mencapai sekitar Rp5 miliar.

“Korban yang sudah melapor sebanyak 25 orang dengan total kerugian sekitar Rp5 miliar,” kata Ardi, baru-baru ini.

Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah. Penyidik menduga masih ada korban lain yang belum melapor. Karena itu, kepolisian meminta seluruh pihak yang merasa dirugikan untuk segera memberikan keterangan guna memperkuat proses penyidikan.

Nurma Handikasari, yang dikenal sebagai pemilik rumah makan mewah Kedai Tuas di Banyumas, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 7 Juni 2026. Ia dijerat Pasal 492 atau Pasal 486 juncto Pasal 127 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Polisi juga tengah mengembangkan penyidikan ke arah dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Fokus penyidik kini tidak hanya membuktikan perbuatan pidana pokok, tetapi juga menelusuri ke mana saja uang para korban mengalir.

Ardi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang jadi tersangka karena ikut terlibat dalam perkara tersebut. Pemeriksaan tidak hanya menyasar rekening atas nama Nurma. Polisi juga menelusuri rekening anggota keluarga maupun pihak-pihak yang memiliki hubungan atau afiliasi dengan tersangka. Tujuannya adalah mengidentifikasi aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana sekaligus mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Pengembangan penyidikan ini menjadi penting karena nilai kerugian yang terus membesar serta kompleksitas aliran dana yang diduga melibatkan banyak rekening. Sejumlah mantan karyawan restoran mewah “Kedai Tuas” milik Nurma bahkan mengaku rekening pribadi mereka digunakan untuk lalu lintas transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas penghimpunan dana tersebut.

Kasus ini juga menyita perhatian publik karena kontras antara kehidupan mewah yang ditampilkan tersangka dengan nasib para korban yang sebagian besar merupakan pensiunan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, Nurma diduga menggunakan dana yang dihimpun untuk membangun gaya hidup berkelas. Ia diketahui mendirikan salah satu restoran termewah di Purwokerto dan menempati rumah tinggal megah dengan berbagai fasilitas premium, termasuk spa pribadi. (***)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diprediksi Terus Meningkat, Hingga November 2025 Dana Kelolaan Produk Investasi dari Mandiri Investasi Tembus Rp 70 Triliun

    Diprediksi Terus Meningkat, Hingga November 2025 Dana Kelolaan Produk Investasi dari Mandiri Investasi Tembus Rp 70 Triliun

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) terus berakselerasi mendorong peningkatan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) Mandiri Investasi di tahun 2026. Untuk diketahui, hingga 28 November 2025, total dana kelolaan dari beragam produk investasi yang dirilis perusahaan, telah mencapai lebih dari Rp 70 triliun secara konsolidasi, yang diproyeksi akan terus meningkat hingga akhir […]

  • Jogja Printing Expo 2026 Jadi Momentum Emas Transformasi Bisnis Kreatif Nasional

    Jogja Printing Expo 2026 Jadi Momentum Emas Transformasi Bisnis Kreatif Nasional

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di tengah gempuran digitalisasi yang kian masif, industri percetakan justru menunjukkan taringnya sebagai tulang punggung ekonomi kreatif. Pembukaan Jogja Printing Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026), menjadi bukti nyata bahwa sektor grafika bukan hanya bertahan, melainkan sedang melakukan lompatan besar menuju industri berbasis teknologi tinggi. Pameran ini kini menjadi titik temu […]

  • Suara Periset Disabilitas: Riset Inklusif Mutlak Agar Solusi Perubahan Iklim Ramah Untuk Semua

    Suara Periset Disabilitas: Riset Inklusif Mutlak Agar Solusi Perubahan Iklim Ramah Untuk Semua

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERASMALIOBORO–Pelibatan penuh kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses riset merupakan hal krusial untuk menghasilkan kebijakan yang inklusif dan merata. Urgensi ini menjadi fokus utama dalam sesi Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Yogyakarta yang diselenggarakan oleh KONEKSI, platform kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia, pada 19 November 2025. Dalam sesi bertajuk “GEDSI in Research Practice: Addressing Climate Change […]

  • 9 Juta Rekening di DIY Terjamin LPS: Simpanan Capai Rp 63,16 T, Nasabah Diingatkan Tidak Tergiur Bunga

    9 Juta Rekening di DIY Terjamin LPS: Simpanan Capai Rp 63,16 T, Nasabah Diingatkan Tidak Tergiur Bunga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Keamanan dana nasabah di perbankan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Per September 2025, tercatat sebanyak 9,07 juta rekening simpanan di DIY berada dalam perlindungan LPS, dengan total nilai simpanan mencapai Rp 63,16 triliun. Fakta ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Dr. Anggito Abimanyu, dalam acara Media Update […]

  • Berbagi Kebaikan dengan Program Mudik Bersama Gratis, Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Lebih Pemudik

    Berbagi Kebaikan dengan Program Mudik Bersama Gratis, Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Lebih Pemudik

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, Bank Mandiri kembali menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam memperkuat nilai sosial dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program ini, Bank Mandiri menyelenggarakan rangkaian mudik bersama yang aman dan nyaman bagi masyarakat, sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendukung penyelenggaraan […]

  • UNESA dan Universitas Negeri Malang Jadi Kampiun di Campus League 2026 Surabaya

    UNESA dan Universitas Negeri Malang Jadi Kampiun di Campus League 2026 Surabaya

    • calendar_month Sel, 20 Okt 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Babak final Campus League 2026 – Futsal Regional Surabaya yang berlangsung di GOR Pertamina ITS, Selasa (20/10) menampilkan duel panas antara tim putra Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). UNESA mengakhiri perlawanan UM dengan skor 2-0. Peringkat ketiga tim putra ditempati Universitas Dr Soetomo (UNITOMO) setelah menundukkan Universitas Surabaya […]

expand_less