Marwah Al-Ma’un Tak Boleh Pudar, MPKS PP Muhammadiyah Perkuat Gerakan Kesejahteraan Sosial di Regional IV
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 14 Jul 2026
- comment 0 komentar

Perwakilan MPKS PP MUhammadiyah Regional IV menggelar Rakor di Makassar. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Di tengah semakin kompleksnya persoalan kemiskinan dan kesejahteraan sosial, MPKS PP Muhammadiyah menegaskan bahwa semangat Al-Ma’un tidak boleh memudar. Pesan itu menjadi penegasan utama dalam Upgrading Pimpinan dan Rapat Koordinasi Regional IV di Makassar yang mempertemukan pengurus dari delapan wilayah untuk menyatukan langkah memperkuat pelayanan sosial Muhammadiyah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, M.Si, mengatakan tantangan kesejahteraan sosial di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, penguatan sinergi antarpengurus menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan sosial Muhammadiyah mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.
“Kalau bukan karena misi, maka saya tidak akan hadir di sini. Kalau bukan karena cinta, maka kita tidak akan bangga dengan negeri ini,” ujar Mariman saat membuka kegiatan.
Menurut Mariman, forum regional bukan sekadar agenda koordinasi organisasi. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan cara pandang, memperkuat komitmen, sekaligus menyusun langkah bersama dalam mengembangkan pelayanan sosial Muhammadiyah di berbagai daerah.
Pelayan untuk Fakir Miskin, Anak Yatim dan Kelompok Rentan
Ia menegaskan, gerakan pelayanan sosial Muhammadiyah tidak bisa dilepaskan dari teologi Al-Ma’un yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Sejak awal berdiri, Muhammadiyah menjadikan pelayanan kepada fakir miskin, anak yatim, dan kelompok rentan sebagai fondasi utama gerakan dakwah.
Mariman mengingatkan, keberhasilan Muhammadiyah membangun amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan tidak boleh mengurangi perhatian terhadap pelayanan sosial yang selama ini menjadi identitas persyarikatan.
“Marwah Al-Ma’un harus tetap dijaga. Muhammadiyah besar bukan semata karena kekuatan materi, tetapi karena jiwa-jiwa yang rela berkorban untuk umat,” tegasnya.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Upgrading Pimpinan dan Rapat Koordinasi Regional IV MPKS PP Muhammadiyah yang berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Makassar, pada 10–12 Juli 2026.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi MPKS Regional IV dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini diikuti 28 peserta yang merupakan perwakilan pimpinan MPKS dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Luwu Timur, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Papua, dan Papua Barat Daya.
Ketua PWM Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., turut hadir memberikan penguatan agar gerakan pelayanan sosial Muhammadiyah terus berkembang dan mampu menjawab dinamika persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Penanggung Jawab Wilayah IV Program Upgrading dan Rapat Koordinasi, Prof. Dr. Solikhah, S.K.M., M.Kes., mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat harmonisasi antara pimpinan wilayah dan pimpinan pusat.
“Rakorwil Regional IV menjadi wadah silaturahmi yang menghasilkan sinkronisasi manajemen. Selain itu, melalui forum ini berhasil ditingkatkan harmonisasi antara pimpinan wilayah dan pimpinan pusat, sehingga program-program MPKS dapat berjalan lebih selaras, efektif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi upgrading kepemimpinan, diskusi strategis, evaluasi program, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memastikan pelayanan sosial Muhammadiyah di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui Rakor Regional IV ini, MPKS PP Muhammadiyah berharap kolaborasi antardaerah semakin solid sehingga gerakan pelayanan sosial Muhammadiyah mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, inklusif, berkelanjutan, serta tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Ma’un sebagai ruh utama dakwah persyarikatan. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar