Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » Para Korban Investasi Ilegal Masih Bisa Upayakan Pengembalian Kerugian

Para Korban Investasi Ilegal Masih Bisa Upayakan Pengembalian Kerugian

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Masyarakat perlu mewaspadai penawaran investasi maupun deposito yang menjanjikan imbal hasil tinggi di luar batas kewajaran. Maraknya penipuan berkedok investasi, termasuk yang menggunakan pola money game dengan skema Ponzi, telah menimbulkan kerugian bagi banyak korban.

Praktisi hukum Saleh Darmawan mengatakan, korban investasi ilegal masih memiliki peluang untuk mengupayakan pemulihan kerugian melalui proses hukum. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengamankan seluruh bukti yang berkaitan dengan transaksi dan penawaran investasi.

Jika kasus berkaitan dengan kejahatan keuangan digital, korban juga perlu segera mengamankan rekening dan akun digital. Caranya antara lain dengan mengganti kata sandi dan PIN, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.

Dalam kasus investasi ilegal yang memenuhi unsur pidana, seperti perkara dengan tersangka Nurma Handika Sari alias Dika, pelaku dapat diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Selain dugaan penipuan, perkara juga dapat berkaitan dengan penggelapan maupun tindak pidana lainnya sesuai fakta dan hasil penyidikan.

Menurut Saleh, pemulihan kerugian korban dapat ditempuh melalui mekanisme asset recovery. Proses tersebut antara lain mencakup penelusuran aset, pemblokiran rekening, penyitaan, putusan pengadilan, hingga eksekusi sesuai ketentuan hukum.

“Dana korban masih dapat diupayakan untuk dikembalikan, tetapi sangat bergantung pada aset yang masih dimiliki pelaku dan proses hukum yang berjalan,” ujarnya dalam diskusi investasi bertema “Membangun Literasi Investasi untuk Melindungi Masyarakat dari Penipuan Berkedok Investasi” di Purwokerto, pekan lalu.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengatakan, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari aktivitas keuangan ilegal.

Indeks literasi keuangan nasional pada 2026 tercatat 69,57 persen, sedangkan literasi keuangan syariah sekitar 43,07 persen. Di Jawa Tengah, indeks literasi keuangan mencapai 72,83 persen.

Sementara itu, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen dan Jawa Tengah sebesar 95,59 persen. Tingginya tingkat inklusi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan literasi yang memadai.

Menurut Dinavia, masyarakat perlu memahami manfaat, biaya, risiko, hak, dan kewajiban sebelum menggunakan suatu produk atau layanan keuangan.

“Literasi keuangan bukan hanya pengetahuan. Masyarakat harus memahami manfaat, biaya, risiko, hak dan kewajiban sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan,” katanya.

Dinavia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan berinvestasi.

“Pertama harus legal, artinya pastikan produk dan pihak yang menawarkan memiliki izin atau status yang sesuai. Kedua harus logis. Jangan sampai karena tergiur keuntungan besar, kita mengabaikan kewajaran dari tawaran tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, investasi ilegal kini hadir dengan beragam modus, mulai dari perdagangan aset kripto, robot trading atau kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga penawaran yang disebarkan melalui berbagai platform digital.

Masyarakat juga perlu mewaspadai investasi dengan skema Ponzi. Skema tersebut merupakan pola penipuan yang membayarkan keuntungan kepada peserta lama menggunakan dana yang disetorkan peserta baru, bukan dari keuntungan usaha atau investasi yang benar-benar dihasilkan.

Pada tahap awal, skema Ponzi biasanya dapat terlihat meyakinkan. Peserta yang lebih dulu bergabung bisa menerima pembayaran sesuai janji sehingga muncul kesan investasi berjalan normal. Keberhasilan tersebut kemudian digunakan untuk menarik lebih banyak peserta dan dana baru.

“Skema seperti ini sangat berbahaya karena keberlangsungannya bergantung pada masuknya anggota atau dana baru. Ketika tidak ada lagi peserta baru yang masuk, sistemnya bisa runtuh dan banyak orang mengalami kerugian,” jelas Dinavia.

Dinavia menambahkan, masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal perlu segera mengamankan seluruh bukti transaksi dan menghentikan pengiriman dana kepada pelaku.

“Bukti transfer, percakapan, tangkapan layar penawaran, dokumen perjanjian, maupun informasi dari situs atau media sosial harus disimpan. Setelah itu segera laporkan melalui kanal resmi yang tersedia,” katanya. (***)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Penipuan WhatsApp Naik Saat Ramadan, Ini Daftar Profesi yang Rentan Jadi Korban

    Waspada! Penipuan WhatsApp Naik Saat Ramadan, Ini Daftar Profesi yang Rentan Jadi Korban

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Ramadan menjadi momen meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Namun di balik tingginya komunikasi, transaksi, dan belanja online, ancaman penipuan justru melonjak tajam. IM3 merespons situasi ini dengan menghadirkan perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ yang kini resmi hadir di Yogyakarta. Lonjakan risiko bukan sekadar kekhawatiran. Data tahun 2025 menunjukkan kasus penipuan digital […]

  • Memacu Omzet Lewat Logistik, Kisah Para Jawara UKM di JLC Race Award 2025

    Memacu Omzet Lewat Logistik, Kisah Para Jawara UKM di JLC Race Award 2025

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Di tengah ketatnya kompetisi pasar digital, kecepatan dan ketepatan distribusi kini bukan lagi sekadar urusan antar-barang, melainkan kunci utama eskalasi bisnis. Menyadari peran krusial tersebut, JNE kembali mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis pelaku usaha lewat gelaran JLC Race Award 2025. ​Ajang penghargaan tahunan ini menjadi bukti nyata komitmen JNE dalam mengapresiasi loyalitas para member […]

  • Bersyukur Hulu dan Hilirnya Kebahagiaan

    Bersyukur Hulu dan Hilirnya Kebahagiaan

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    Bersyukur, hulu dan hilirnya kebahagiaan. Mata air keteduhan dan kedamaian. Tumbuh subur, di atas ladang iman, kasih sayang, dan kebaikan. “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Perbanyaklah bersyukur kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar.” [QS. 2 : 152] “Duhai Rasulullah, mengapa engkau sholat, sedemikian rupa. Hingga kaki mu bengkak dan mengeras kulitnya. Padahal,  Allah […]

  • Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Global Lewat Kartini Digital

    Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Global Lewat Kartini Digital

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Perempuan adalah tulang punggung ekonomi nasional. Data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) 2025 mencatat, sebanyak 64,5 persen atau sekitar 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Menyadari potensi yang luar biasa tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil langkah transformatif untuk memperkuat peran perempuan di era digital melalui perhelatan Kartini BISA […]

  • Tamparan Keras Sri Sultan untuk Tren “Viralitas”: Jangan Sampai Algoritma Kalahkan Hati Nurani!

    Tamparan Keras Sri Sultan untuk Tren “Viralitas”: Jangan Sampai Algoritma Kalahkan Hati Nurani!

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di tengah gempuran konten yang hanya mengejar kecepatan dan angka views, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melontarkan pengingat tajam bagi dunia pers. Sultan menegaskan bahwa di era pasca-kebenaran (post-truth) saat ini, pers sedang berada di persimpangan jalan antara menjadi penjaga demokrasi atau justru menjadi ancaman bagi kebenaran itu sendiri. Pesan mendalam ini […]

  • Pecahkan Rekor Global: Pengiriman Harian J&T Express Tembus 100 Juta Paket Selama Kampanye 11.11

    Pecahkan Rekor Global: Pengiriman Harian J&T Express Tembus 100 Juta Paket Selama Kampanye 11.11

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–J&T Express, mengumumkan pencapaian volume pengiriman yang fantastis selama musim puncak belanja 11.11. Didorong oleh maraknya event penjualan di berbagai e-commerce, volume paket harian J&T Express secara global pada 11 November 2025 melampaui angka 100 juta paket, mencatatkan rekor tertinggi baru dengan kenaikan sebesar 9% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Pencapaian ini menyoroti posisi strategis J&T […]

expand_less