Tekan Inflasi, Sleman dan Magelang Perkuat Rantai Pasok Pangan
- account_circle Warjono
- calendar_month Rab, 14 Okt 2026
- comment 0 komentar

Bupati SLeman Harda Kiswaya berbincang hangat dengan Wakil Bupati Magelang Sahid. (Dok Humas Pemkab Sleman)
TERAS MALIOBORO–Menghadapi tantangan fluktuasi harga komoditas dan risiko cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Magelang resmi memperkuat kerja sama antardaerah. Langkah strategis ini diambil untuk memperkokoh rantai pasok pangan hulu-hilir, meredam laju inflasi daerah, serta menjaga ketahanan pangan masyarakat di kawasan perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah tersebut dilakukan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Wakil Bupati Magelang, Sahid—mewakili Bupati Magelang—di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, Selasa (13/10/2026).
Solusi Konkret Redam Inflasi Cabai dan Gabah
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengungkapkan bahwa komoditas gabah dan cabai selama ini menjadi pemicu utama volatilitas inflasi di kedua wilayah akibat dinamika pasokan dan cuaca. Lewat kesepakatan berjangka waktu lima tahun ini, kedua pemkab berkomitmen membangun jaring pengaman logistik pangan yang saling menopang.
Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan pokok tetap terjaga, khususnya saat salah satu daerah mengalami penurunan produksi atau defisit pasokan.
“Kita ingin membangun hubungan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada transaksi jual beli sesaat, tetapi menciptakan rantai pasokan yang lebih pasti, berkesinambungan, dan saling menguntungkan,” ujar Harda.
Harda menambahkan, kolaborasi ini dijiwai oleh kearifan lokal Gendhon Rukun yang mengedepankan prinsip kebersamaan, kerukunan, dan keselarasan. Semangat ini menjadikan perbedaan potensi di masing-masing wilayah sebagai kekuatan yang saling melengkapi.
Efisiensi Logistik dan Pemangkasan Biaya Transportasi
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang, Sahid, menjelaskan bahwa sinergi business-to-business (B2B) antar-kelembagaan tani sebenarnya telah berjalan sejak 2023. Hal itu dibuktikan melalui pengiriman pasokan gabah padi organik dari Gapoktan Sidomulyo Sleman ke Kelompok Tani Mudi Makmur Magelang, hingga integrasi distribusi cabai.
Kedekatan geografis dan kesamaan karakteristik agroklimat memberikan efisiensi logistik yang signifikan. Sinergi ini mampu memangkas biaya transportasi sekaligus mengurangi risiko penyusutan pangan (food loss) selama proses distribusi.
“Penandatanganan hari ini menjadi komitmen formal sekaligus payung hukum untuk membangun ekosistem rantai pasok yang sehat, adil, transparan, dan berkelanjutan,” tutur Sahid.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait di kedua wilayah untuk melangkah cepat mengimplementasikan kesepakatan bernomor 144/PK.KDH/A/2026 dan 100.3.7/78/01.01/2026 ini melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang terukur di tingkat dinas.
Selain penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan, kerja sama lintas daerah ini juga mencakup urusan pemerintahan wajib dan pilihan. Pemanfaatan potensi daerah diproyeksikan merambah sektor perdagangan, efisiensi rantai pasok UMKM, pengelolaan pariwisata perbatasan, hingga pengembangan ekonomi kreatif secara terpadu. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar