Breaking News
Trending Tags
Beranda » NUSANTARA » Investasi Bodong: Pelaku Penipuan Pensiunan Ternyata Juga ’Curangi’ Mantan Karyawan

Investasi Bodong: Pelaku Penipuan Pensiunan Ternyata Juga ’Curangi’ Mantan Karyawan

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Polresta Banyumas telah menelusuri sejumlah aset dan rekening tabungan milik D (36), tersangka penipuan berkedok investasi di Purwokerto. Penyidik bahkan sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk mengetahui aliran dana serta mencegah asset tanah, bangunan dan cafe serta milik tersangka berpindah tangan.

Tak pelak hal itu membuat publik menyoroti Cafe Kedai Tuas (singkatan dari Es Teler Tudung Asri), yang berdiri megah di jalur strategis Kecamatan Jatilawang, Banyumas. Dengan konsep casual dining yang modern serta integrasi layanan wedding organizer (WO) dan katering, unit usaha yang dipimpin oleh Nurma Handikasari (yang akrab disapa Dika) ini awalnya dipandang sebagai representasi bisnis lokal yang sukses.

Namun, beberapa waktu terakhir, sorot lampu di restoran ini tidak lagi membicarakan menu hidangan atau estetika dekorasi, melainkan beralih ke ranah hukum. Berbagai aduan warga dan mantan pekerja mulai bermunculan ke permukaan, setelah aparat penegak hukum mengusut kasus penipuan yang dilakukan pemiliknya.

Bisnis “kotor” Dika makin mencuat ke publik justru dari keresahan para pekerjanya sendiri. Sejumlah mantan karyawan secara resmi mengadu dan meminta perlindungan pihak Polresta Banyumas guna mengusut adanya dugaan penipuan atau penggelapan dengan modus manipulasi administrasi internal.

Bak penipu profesional, selain diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan kepada nasabah pensiunan, Dika juga diduga melakukan manipulasi terhadap karyawan cafe, hingga menipu konsumen yang ingin menggunakan jasa wedding organizer (WO) dan catering miliknya.

Dalam keterangannya, para mantan karyawan mengaku, rekening pribadi mereka diduga dipinjam dan digunakan oleh Dika, untuk lalu lintas transaksi keuangan yang bernilai besar. Ketika operasional cafe mulai tersendat dan muncul komplain dari pihak ketiga, para pekerja ini merasa terancam secara hukum karena nama dan rekening mereka tercatat dalam pusaran transaksi tersebut.

Tidak hanya mengelabui karyawannya sendiri, Dika dengan berkedok jasa layanan wedding organizer dan katering, juga memperdaya sejumlah calon pengantin. Konsumen yang telah menyetorkan uang muka dalam jumlah signifikan kini mulai menyuarakan kekhawatiran mereka.

Beberapa konsumen mendapati bahwa komunikasi dengan pihak manajemen menjadi sulit menjelang hari pelaksanaan acara. Salah satu perwakilan warga yang melapor menyatakan bahwa uang puluhan juta rupiah telah diserahkan, namun tidak ada kepastian mengenai dekorasi, gedung, dan katering yang dijanjikan.

Meski dalam beberapa kesempatan pihak manajemen sempat meyakinkan konsumen bahwa layanan tetap berjalan dengan menunjukkan testimoni lama, situasi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Ketidakpastian ini mendorong para korban untuk menuntut pengembalian dana (refund) dan melaporkan dugaan penipuan berkedok paket pernikahan murah ke polisi.

Persoalan hukum yang membelit Nurma Handikasari ternyata tidak berhenti pada sektor kuliner dan wedding service. Untuk memperoleh modal membangun asset propertinya, Dika diduga mengumpulkan dana dari masyarakat dengan janji keuntungan tetap secara berkala. Namun, seiring berjalannya waktu, pembayaran imbal hasil tersebut macet, dan modal yang ditanamkan oleh para investor lokal diduga digunakan untuk menutupi kebutuhan operasional bisnis lain atau kepentingan pribadi.

Atas laporan-laporan dari mantan karyawan, korban paket pernikahan, serta investor tersebut kepolisian bergerak cepat. Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Petrus P Silalahi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026), mengatakan telah menelusuri aset-aset milik Dika. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah aset tersangka berpindah tangan selama proses penyidikan berlangsung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pemblokiran aset-aset tidak bergerak milik tersangka agar tidak dialihkan,” katanya.

Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna menelusuri aliran dana dan rekening yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Pemeriksaan tidak hanya terhadap rekening tersangka, tetapi juga rekening anggota keluarga maupun pihak lain yang memiliki hubungan atau afiliasi dengan tersangka,” tegasnya. (***)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suara Periset Disabilitas: Riset Inklusif Mutlak Agar Solusi Perubahan Iklim Ramah Untuk Semua

    Suara Periset Disabilitas: Riset Inklusif Mutlak Agar Solusi Perubahan Iklim Ramah Untuk Semua

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERASMALIOBORO–Pelibatan penuh kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, dalam proses riset merupakan hal krusial untuk menghasilkan kebijakan yang inklusif dan merata. Urgensi ini menjadi fokus utama dalam sesi Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Yogyakarta yang diselenggarakan oleh KONEKSI, platform kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia, pada 19 November 2025. Dalam sesi bertajuk “GEDSI in Research Practice: Addressing Climate Change […]

  • Larangan Impor 12 Komoditas Berlaku: Pakar UGM Ingatkan Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan

    Larangan Impor 12 Komoditas Berlaku: Pakar UGM Ingatkan Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Pangan

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pemerintah resmi memberlakukan larangan impor terhadap 12 komoditas pangan dan non-pangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 47 Tahun 2025. Kebijakan ini mencakup komoditas strategis mulai dari gula, beras, hingga pakaian bekas dan barang elektronik berbasis sistem pendingin. Merespons kebijakan tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Subejo, memberikan catatan kritis. […]

  • LKY Soroti Perlindungan Konsumen di DIY, Desak Pengesahan Perda dan Pembaharuan UU

    LKY Soroti Perlindungan Konsumen di DIY, Desak Pengesahan Perda dan Pembaharuan UU

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Perlindungan konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai membutuhkan penguatan serius di tengah perubahan pola transaksi yang semakin kompleks. Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) mendesak Pemerintah Daerah DIY dan DPRD DIY segera mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Konsumen sekaligus mendorong pemerintah pusat memperbarui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Desakan tersebut menjadi salah […]

  • Lenovo Legion Ecosystem Hadir di Yogyakarta, Bawa Standar Baru Gaming Terintegrasi dan Berperforma Cerdas

    Lenovo Legion Ecosystem Hadir di Yogyakarta, Bawa Standar Baru Gaming Terintegrasi dan Berperforma Cerdas

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Lenovo Indonesia resmi memperkenalkan Lenovo Legion Ecosystem Gen-10 kepada publik Yogyakarta, Kamis (27/11/2025). Kota budaya dan pendidikan ini kembali menjadi panggung penting bagi perusahaan teknologi global untuk meluncurkan inovasi berkelas dunia. Jika sebelumnya Yogyakarta dikenal sebagai tempat tumbuhnya komunitas kreator, pelajar teknologi, dan e-sports, maka kehadiran Legion Ecosystem melengkapi dinamika tersebut dengan […]

  • Promo Tengah Bulan Cuan dari Blibli, Simak Apa Saja Keuntungannya

    Promo Tengah Bulan Cuan dari Blibli, Simak Apa Saja Keuntungannya

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Libur Tahun Baru telah usai, namun kebutuhan rumah tangga justru sering muncul di saat tak terduga. Mulai dari keinginan mengganti TV lama hingga kebutuhan mendesak seperti rice cooker yang rusak, sering kali harus tertunda karena dompet yang mulai menipis di pertengahan bulan. Memahami dilema tersebut, pelopor ekosistem belanja daring dan gaya hidup terpercaya, Blibli, […]

  • Lenovo Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia, Monitor LOQ Baru Siap Dampingi Gamer Naik Level

    Lenovo Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia, Monitor LOQ Baru Siap Dampingi Gamer Naik Level

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Lenovo semakin serius membangun ekosistem gaming yang terjangkau dan terintegrasi di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan laptop gaming, perusahaan kini memperluas lini Lenovo LOQ melalui peluncuran empat monitor gaming terbaru yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gamer generasi baru. Kehadiran Lenovo LOQ 24-10, Lenovo LOQ 27-10, Lenovo LOQ 27Q-10, dan Lenovo LOQ 32Q-10 menjadi langkah […]

expand_less