MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027: Sapen Kembali Juara, Tarakanita Bumijo I Ukir Sejarah
- account_circle Chaidir
- calendar_month Ming, 20 Sep 2026
- comment 0 komentar

Para champion dan runner-up MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026 - 2027 KU 10 dan KU 12 merayakan kemenangan di podium usai pertandingan final di Stadion Tridadi, Yogyakarta
- SD Muhammadiyah Sapen mempertahankan gelar juara KU 12 setelah menang tipis 1-0 atas SDN Kalasan 1.
- SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah dengan meraih gelar perdana KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen 3-1.
- MLSC Yogyakarta diikuti 1.292 atlet dari 76 SD/MI, dengan kompetisi KU 10, KU 12, serta Festival SenengSoccer KU 8.
TERAS MALIOBORO – Dua cerita berbeda lahir dari partai puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 1 2026–2027. SD Muhammadiyah Sapen kembali menjadi kampiun Kelompok Umur (KU) 12, sementara SD Tarakanita Bumijo I untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar juara KU 10.
Dua final tersebut berlangsung di Stadion Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (20/9/2026), sekaligus menandai berakhirnya rangkaian MLSC Yogyakarta Seri 1 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.
Pada final KU 12, SD Muhammadiyah Sapen harus melewati pertandingan ketat sebelum memastikan gelar juara. Menghadapi SDN Kalasan 1, kedua tim sama-sama menunjukkan permainan agresif sejak menit awal.
SDN Kalasan 1 mendapat peluang pertama pada menit keenam melalui Astagina Lituhayu. Namun, bola belum mengarah tepat ke sasaran. Empat menit kemudian, tekanan kembali dibangun SDN Kalasan 1. Kali ini Afita Nur Inderasari mencoba melepaskan tembakan, tetapi penjaga gawang SD Muhammadiyah Sapen, Wilda Syafina Haqi, masih mampu mengamankan gawangnya.
Tidak ada gol hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, SD Muhammadiyah Sapen tampil lebih terorganisasi. Umpan-umpan pendek mulai menjadi pilihan untuk membangun serangan sekaligus mengontrol permainan. Perubahan permainan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-17. Ralin Adiba Fitria Sanjaya berhasil mencetak gol yang membawa SD Muhammadiyah Sapen unggul 1-0.
BACA JUGA :
Dari MLSC Yogyakarta, Satoru Mochizuki Melihat Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia
Bukan Sekadar Wisata, Candi Borobudur Jadi Ruang Tumbuh Penyintas Kanker Anak
Hakim Tegaskan Dika Lakukan Praktek Money Game
SDN Kalasan 1 tidak tinggal diam. Upaya mengejar ketertinggalan terus dilakukan hingga menit-menit akhir pertandingan. Namun, pertahanan SD Muhammadiyah Sapen mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Skor 1-0 memastikan SD Muhammadiyah Sapen mempertahankan gelar juara yang sebelumnya mereka raih pada MLSC Yogyakarta Seri 2 2025/2026.
Tarakanita Bumijo I Tampil sebagai Juara Baru
Jika KU 12 menghadirkan juara bertahan, final KU 10 justru melahirkan cerita berbeda. SD Tarakanita Bumijo I tampil sebagai juara baru setelah menundukkan SD Muhammadiyah Sapen 3-1.
Sejak pertandingan dimulai, SD Tarakanita Bumijo I langsung mengambil inisiatif serangan. Permainan agresif tersebut menghasilkan gol pembuka pada menit kelima melalui Alisya Natalia Bandari.
SD Muhammadiyah Sapen baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-13. Gendhis Annara Putri Bazuni mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Persaingan kembali memanas pada babak kedua. SD Tarakanita Bumijo I kembali menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan.
Alisya kembali menjadi aktor penting kemenangan timnya. Ia mencetak gol pada menit ke-24, sebelum menambah satu gol lagi pada menit ke-29. Dua gol tambahan tersebut membuat SD Tarakanita Bumijo I menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1. Gelar tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena merupakan kali pertama SD Tarakanita Bumijo I keluar sebagai juara MLSC.
Tidak hanya membawa timnya menjadi juara, Alisya juga mengakhiri turnamen dengan torehan individual. Ia dinobatkan sebagai Top Skor KU 10 setelah mencetak 36 gol.
Kompetisi Makin Kompetitif
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, menilai munculnya sekolah-sekolah baru sebagai juara menjadi bagian dari perkembangan kompetisi MLSC.
“Dari sisi kualitas kompetisi sudah bisa terlihat bahwa memang ada perkembangan di setiap serinya. Ini menunjukkan bahwa ekosistem kompetisi semakin terbentuk dan semakin bagus dengan munculnya sekolah-sekolah baru sebagai pemenang di tiap kota,” ujar Welly.
Menurutnya, perkembangan tersebut juga terlihat dalam penyelenggaraan MLSC di kota lain, termasuk Semarang. “Kita juga bisa melihat antusiasme sekolah yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge (MLSC) masih sangat tinggi. Harapannya jumlah partisipasi sekolah-sekolah di MLSC terus bertambah,” katanya.
MLSC Yogyakarta Seri 1 2026–2027 berlangsung selama enam hari, 15–20 September 2026, dengan lokasi pertandingan di Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo, Sleman. Sebanyak 1.292 atlet dari 76 SD dan MI ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Peserta terdiri atas 40 tim KU 10 dan 83 tim KU 12.
Selain dua kelompok umur tersebut, penyelenggara juga menghadirkan Festival SenengSoccer KU 8. Festival ini diikuti 65 atlet dari 19 sekolah. Para peserta KU 8 mendapatkan pengalaman bermain sepak bola melalui berbagai aktivitas dasar, seperti lari zig-zag melewati rintangan, throw in, dribbling, passing dan tendangan ke arah gawang, melompat dengan dua kaki, hingga berlari menuju garis finis dan menekan tombol timer.
MLSC Seri 1 2026–2027 menjadi bagian dari rangkaian kompetisi di 15 kota. Setelah Semarang, Tangerang, dan Yogyakarta, kompetisi dijadwalkan berlanjut ke sejumlah kota lain hingga Jayapura pada Desember 2026.
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026 – 2027:
Kategori Usia 10
Champion : SD Tarakanita Bumijo I
Runner-up : SD Muhammadiyah Sapen
Semifinalis : SDN Ungaran 1 & SDIT Luqman Al Hakim
Top Score : Alisya Natalia Bandari (SD Tarakanita Bumijo I) – 36 gol
Best Player : Gendhis Annara Putri Bazuni – SD Muhammadiyah Sapen
Best Goalkeeper : Putut Widiana – SDN Ungaran 1
Fair Play Team : SD Idea Baru
Kategori Usia 12
Champion : SD Muhammadiyah Sapen
Runner-up : SDN Kalasan 1
Semifinalis : SDN Ungaran 1 & SDN Perumnas Condongcatur
Top Score : Fuanthiffa Husnia Dea Pramita (SDN Glagah), Khayla Labiba Nasjmi (SDN Baturetno), Putri Selena Humaira Suryawan (SD Muhammadiyah Sapen) – 12 gol
Best Player : Afita Nur Inderasari – SDN Kalasan 1
Best Goalkeeper : Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma – SDN Kalasan
Fair Play Team : SDN Giwangan
Kunjungi www.milklifesoccer.com untuk melihat jadwal, hasil pertandingan, klasemen, hingga daftar pencetak gol MilkLife Soccer Challenge. Dan ikuti akun media sosial MilkLife Soccer Challenge (Instagram @milklifesoccer, TikTok @milklifesoccer, YouTube @milklifesoccer) untuk mendapatkan informasi menarik seputar pengembangan sepak bola putri. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar