Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » Kunjungi Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Jumhur Ingatkan Kasus Subang

Kunjungi Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang, Jumhur Ingatkan Kasus Subang

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Sebuah pabrik bisa berdiri dalam hitungan bulan, tetapi membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan waktu jauh lebih panjang. Pesan itulah yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat berbicara tentang pengembangan pabrik kendaraan listrik di Magelang.

Jumhur mengingatkan agar geliat industri kendaraan listrik di Magelang tidak mengulang persoalan sosial yang sempat muncul dalam rencana investasi pabrik kendaraan listrik di Kabupaten Subang. Ketika masyarakat sekitar merasa tidak dilibatkan, investasi yang seharusnya membawa manfaat justru berpotensi memunculkan penolakan.

“Berkaca pada kasus yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Subang dimana warga di sana melakukan aksi protes terhadap rencana investasi pembangunan pabrik EV karena tidak melibatkan SDM lokal,” kata Jumhur dalam acara Go-See and Pitch Trip Kunjungan Industri ke PT VKTR Sakti Industries Magelang, Jumat (28/8/2026).

Bagi Jumhur, persoalan tersebut bukan sekadar soal tenaga kerja. Kasus Subang menjadi pengingat bahwa pembangunan industri tidak bisa hanya dilihat dari sisi investasi dan target produksi.

“Gagasan ini menjadi semakin penting mengingat pembangunan industri harus berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Peringatan itu datang ketika Indonesia tengah mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi industri nasional sekaligus strategi mengurangi emisi.

Investasi Butuh Kepercayaan Warga

Jumhur menilai pembangunan industri kendaraan listrik harus dimulai dengan mempersiapkan masyarakat. Komunikasi terbuka, peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemberdayaan warga sekitar, hingga pelibatan pemangku kepentingan harus dilakukan sejak awal.

Konsep tersebut disebutnya sebagai social preparation dan social integration.

“Keberhasilan transformasi ini juga sangat ditentukan oleh social preparation dan social integration,” tegas Jumhur.

Menurut dia, investasi yang baik bukan hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Investasi juga harus memperoleh kepercayaan dan penerimaan masyarakat atau social license to operate.

Penerimaan tersebut penting karena keberadaan industri akan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar. Ketika warga merasa menjadi bagian dari proses pembangunan dan mendapatkan manfaat, potensi konflik sosial dapat ditekan.

Sebaliknya, jika masyarakat lokal justru merasa tersisih, pembangunan industri berisiko menghadapi persoalan sejak awal.

Karena itu, Jumhur menekankan pentingnya menyiapkan SDM lokal agar mampu masuk ke dalam rantai industri kendaraan listrik. Pelibatan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui komunikasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi peluang nyata.

Di sinilah konsep green jobs menjadi relevan. Transformasi kendaraan listrik, kata Jumhur, seharusnya membuka lapangan kerja hijau berkualitas sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Jumhur menegaskan bahwa kendaraan listrik tidak boleh dipahami hanya sebagai pergantian mesin berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.

“Saya ingin menegaskan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar mengganti mesin berbahan bakar minyak dengan motor listrik. Transformasi ini adalah pembangunan ekosistem industri nasional yang mencakup manufaktur, riset dan inovasi, penguatan rantai pasok, hilirisasi mineral, pengembangan teknologi baterai, serta penciptaan green jobs yang berkualitas,” ujarnya.

Magelang dan Tantangan Industri Masa Depan

Pesan Jumhur menjadi penting karena pengembangan kendaraan listrik membawa ambisi yang lebih besar bagi Indonesia. Pemerintah ingin industri ini tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga menjadi basis produksi dan bagian penting dari rantai pasok global.

Untuk itu, dibutuhkan kebijakan yang konsisten agar investasi mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta mendorong pengembangan manufaktur, riset, teknologi baterai dan rantai pasok nasional.

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik juga berkaitan langsung dengan komitmen Indonesia mengejar net zero emisi pada 2060 atau lebih cepat.

Jumhur menyebut inisiatif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dalam mendorong pengurangan emisi melalui pengembangan otomotif berbasis listrik sebagai langkah yang patut diapresiasi.

“Ini adalah bukti bahwa Indonesia melaksanakan kerja ke arah net zero emisi tahun 2060. Yaitu membangun suatu industri otomotif berbasis listrik yang tentu tidak mengeluarkan emisi seperti kendaraan konvensional berbahan bakar,” ujarnya.

Menurut Jumhur, pengembangan industri kendaraan listrik juga sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi yang pernah digaungkan Bung Karno melalui Trisakti. Prinsip berdikari, kata dia, kembali mendapat dorongan melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun kekuatan industri dalam negeri.

Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie mengatakan pihaknya menyambut baik upaya Indonesia membangun kekuatan industri sendiri. Pengembangan kendaraan listrik, katanya, berpotensi memberikan manfaat dari sisi pengurangan karbon, pengurangan subsidi bahan bakar, serta pembukaan lapangan kerja.

“Saya sebagai Ketua Umum KADIN menyambut baik upaya Indonesia berupaya berdiri di atas kaki sendiri. Ini merupakan upaya mandiri dari sisi industri dan juga dari aspek karbon bisa dikurangi, juga mengurangi subsidi bahan bakar, dan juga membuka lapangan kerja,” ujar Anindya.

Anindya menjelaskan, kegiatan Go See and Pitch KADIN mempertemukan berbagai pihak, termasuk vendor, untuk membangun sistem industri kendaraan listrik.

Ia menilai kehadiran Kementerian Lingkungan Hidup dalam agenda tersebut menegaskan arah industrialisasi yang tidak hanya mengejar kandungan lokal, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

“Bukan saja mempunyai industrialisasi yang memenuhi TKDN tapi juga mempunyai efek lingkungan yang sangat baik,” kata Anindya. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terjang Arus Deras, Pengendara Motor di Bojong Tegal Terseret Banjir hingga Tewas

    Terjang Arus Deras, Pengendara Motor di Bojong Tegal Terseret Banjir hingga Tewas

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2/2026) sore, berujung tragedi. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terseret arus deras saat melintas di jalan raya Bojong dan ditemukan meninggal dunia keesokan harinya. Korban diketahui bernama Ajun Arman Permadi (17), warga Desa Kreman, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban […]

  • Wudhu Lahir Batin

    Wudhu Lahir Batin

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • 1Komentar

    Sholat yang baik, bermula dari wudhu yang sama baiknya. Kesempurnaan sholat, berawal dari wudhu yang sama sempurnanya. Rasul menggariskan bahwa kunci surga adalah sholat. Sementara kunci sholat adalah wudhu. Dalam beberapa tulisan Payung Peneduh terdahulu, telah kami hamparkan bahwa terdapat kesamaan pola antara iman dan sholat. Ada lapisan dalam yang berada di hati atau batin. […]

  • Menaklukkan Sisi Utara Gunungkidul, Ekspedisi JNE 2026 Membuka Gerbang Ekonomi Tersembunyi Karst

    Menaklukkan Sisi Utara Gunungkidul, Ekspedisi JNE 2026 Membuka Gerbang Ekonomi Tersembunyi Karst

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–Jika Anda mengira pesona Kabupaten Gunungkidul hanya habis di garis pantai selatan, maka Anda melewatkan paruh utara yang menyimpan daya magis berbeda. Sisi utara adalah wilayah di mana tebing-tebing geo-heritage berdiri angkuh, sejarah klasik bersemayam, dan geliat ekonomi lokal tumbuh dalam senyap di balik kerasnya batuan karst. ​Titik mati yang jarang tersentuh radar wisata […]

  • 5 Destinasi Wisata “Anti-Hujan” di Yogyakarta: Aman, Nyaman, dan Penuh Kuliner Lezat

    5 Destinasi Wisata “Anti-Hujan” di Yogyakarta: Aman, Nyaman, dan Penuh Kuliner Lezat

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–​Musim hujan tiba, tapi semangat liburan jangan sampai redup! Yogyakarta, kota yang selalu istimewa, tetap menawarkan pesona yang tak lekang oleh cuaca. Kunci liburan anti-galau saat hujan adalah memilih destinasi indoor atau area yang tertutup, lokasinya tidak jauh dari pusat kota, dan yang paling penting: tersedia kuliner hangat untuk menemani. ​Berikut adalah 5 destinasi […]

  • Geger! Kejar Perahu Hanyut, Seorang Pria Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo

    Geger! Kejar Perahu Hanyut, Seorang Pria Tenggelam di Waduk Wadaslintang Wonosobo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Tim SAR Gabungan tengah berpacu dengan waktu melakukan pencarian intensif terhadap seorang pria bernama Agus Waluyo (36), yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Waduk Wadaslintang, Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Insiden maut tersebut terjadi pada Senin (12/01/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB, namun laporan baru diterima petugas siaga Pos SAR Wonosobo dari saksi […]

  • Ketahanan Finansial Diuji, Telkom Sukses Cetak Total Shareholder Return 35,7 Persen Sepanjang 2025

    Ketahanan Finansial Diuji, Telkom Sukses Cetak Total Shareholder Return 35,7 Persen Sepanjang 2025

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    ​TERAS MALIOBORO–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menutup tahun buku 2025 dengan capaian yang membuktikan ketangguhan fundamental perseroan di tengah dinamisnya lanskap industri telekomunikasi global. Melalui komitmen pengembalian nilai secara konsisten kepada pemegang saham, emiten bersandi saham TLKM ini sukses membukukan Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen sepanjang tahun 2025. Angka impresif tersebut […]

expand_less