UNY Borong Dua Gelar Juara Campus League Futsal Yogyakarta 2026, UNNES Dihantam 6 Gol Tanpa Balas
- account_circle Chaidir
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tim futsal putera dan puteri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berjaya di Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026.
- UNY juara ganda: Tim putri menang 1-0 atas UNNES, sedangkan tim putra berpesta gol dengan kemenangan telak 6-0 di final Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026.
- Khansa dan Tegar bersinar: Khansa Naila Syakira mencetak gol penentu kemenangan tim putri, sementara Tegar Abdinugraha meraih gelar Top Scorer dengan koleksi delapan gol.
- Bidik The Nationals: UNY bersiap menghadapi persaingan tingkat nasional. Tegar berharap bertemu UIN Bandung untuk membalas kekalahan pada final musim sebelumnya.
TERAS MALIOBORO – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tampil perkasa di Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026. Tak tanggung-tanggung, UNY memborong dua gelar juara sekaligus setelah tim putri menaklukkan Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan skor 1-0, sedangkan tim putra melumat lawan yang sama dengan kemenangan telak 6-0.
Hasil gemilang tersebut sekaligus menegaskan dominasi UNY pada kompetisi yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), pada 20–27 Oktober 2026. Dua kemenangan di partai puncak menjadi modal penting bagi UNY untuk menghadapi persaingan di fase The Nationals.
Srikandi UNY Menang Tipis, Khansa Jadi Penentu
Final sektor putri yang berlangsung Selasa (27/10/2026) menyajikan duel ketat. UNY harus bekerja keras menghadapi perlawanan UNNES yang tak hanya disiplin menjaga pertahanan, tetapi juga berani melancarkan serangan balik.
Permainan cepat yang diperagakan UNY membuat pertandingan berjalan intens. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tetapi para pemain UNNES beberapa kali mampu mematahkan serangan dan mengubah situasi menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit keenam. Pivot UNY bernomor punggung 16, Khansa Naila Syakira, sukses mengirim bola ke gawang UNNES yang gagal diantisipasi kiper. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga peluit akhir.
Setelah tertinggal, UNNES memperketat pertahanan sekaligus meningkatkan upaya untuk menyamakan kedudukan. Memasuki babak kedua, tekanan mereka semakin terasa. Namun, kiper UNY, Salwa Rafidatun Nabila, tampil sigap dengan berulang kali menggagalkan peluang lawan.
Hingga pertandingan berakhir, UNNES tak mampu menemukan gol balasan. UNY pun memastikan gelar juara sektor putri melalui kemenangan tipis 1-0.
Bagi pelatih tim putri UNY, Ghanda Farrell Ibrahim, keberhasilan tersebut memiliki arti tersendiri. Pasalnya, tim yang diasuhnya hanya diperkuat satu pemain profesional, yakni Khansa Naila Syakira, yang menjadi pencetak gol penentu di final.
BACA JUGA :
Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 : UNNES dan UNY Berebut Gelar Juara
Film “Pie To Kih”, Komedi Supranatural yang Bikin Peserta Nonton Bareng Terpingkal
Meski sukses menjadi kampiun regional, Ghanda menegaskan timnya tidak ingin larut dalam euforia. Masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan sebelum melangkah ke fase The Nationals, terutama terkait kondisi fisik pemain dan efektivitas penyelesaian akhir.
“Pertama, kemampuan fisik penting ditingkatkan lagi dengan menyeimbangkan kegiatan para student-athlete ketika kuliah. Kedua, efektivitas gol. Kadang kami menang tipis, kadang banyak skor. Di semifinal dan final regional, kami masih ‘hemat’ gol. Itu PR besar kami untuk meningkatkan rasa percaya diri tim putri saat beraksi di arena,” ujar Ghanda.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari persiapan UNY untuk menghadapi persaingan di level nasional. Bagi Ghanda, kemampuan menjaga kebugaran sekaligus memaksimalkan peluang akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing tim.
Khansa Sambut Campus League sebagai Angin Segar Futsal Putri
Pencetak gol kemenangan UNY, Khansa Naila Syakira, turut menyambut keberhasilan timnya dengan rasa syukur. Ia juga menilai Campus League menjadi ruang penting bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan sekaligus berkompetisi di dunia olahraga.
Menurut Khansa, hadirnya kompetisi futsal mahasiswa dengan jenjang regional hingga nasional merupakan perkembangan positif, khususnya bagi atlet putri di lingkungan perguruan tinggi.
“Saat dengar kabar penyelenggaraan Campus League 2026, saya senang sekali akhirnya ada kompetisi dari regional sampai nasional untuk futsal putri di level universitas. Harapannya ke depan, Campus League terus berjalan dari musim pertama sampai berikutnya,” kata Khansa, yang mengawali karier profesionalnya sejak 2022.
Keberhasilan menjuarai Regional Yogyakarta kini menjadi bekal bagi Khansa dan rekan-rekannya untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya di The Nationals.
Tim Putra UNY Pesta Enam Gol, UNNES Tak Berkutik
Jika final putri berlangsung ketat, partai puncak sektor putra justru menghadirkan dominasi mencolok UNY. Tim putra UNY menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6-0 atas UNNES setelah memperlihatkan permainan efektif dan konsisten sepanjang laga.
UNNES sempat memberikan perlawanan pada 14 menit pertama. Sejumlah upaya merebut bola melalui sundulan pemain di lini depan membuat pertandingan berlangsung kompetitif. Namun, UNY akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-15.
Kapten UNY bernomor punggung 10, Tegar Abdinugraha, menjadi pembuka keunggulan melalui tendangan presisi yang merobek gawang UNNES. Empat menit berselang, Ervaldo Bagus menggandakan keunggulan UNY menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, UNY tak memberi kesempatan kepada lawannya untuk mengembangkan permainan. Baru dua menit babak kedua berjalan, Tegar kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memperlebar jarak keunggulan.
Tekanan UNY terus berlanjut. Ramadhanesa Al Daffa Arya Fandriansyah dan Ibra Azhiim Syahputra turut menyumbangkan gol, membuat posisi UNNES semakin sulit.
Pada menit-menit akhir, UNNES mencoba mengubah keadaan melalui strategi *power play* dengan memajukan kiper untuk membantu serangan. Namun, strategi tersebut justru membuka ruang di pertahanan mereka.
Pemain sayap UNY, Nur Romadhon, memanfaatkan celah itu untuk mencetak gol keenam. Skor 6-0 bertahan hingga pertandingan usai, sekaligus memastikan UNY mengawinkan gelar juara sektor putra dan putri Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026.
Pelatih UNY Tekankan Kontrol Emosi dan Konsistensi
Pelatih tim putra UNY, Hajarul Susanto Walid Djaba, mengungkapkan bahwa keunggulan bukan alasan bagi pemain untuk menurunkan intensitas permainan. Menurutnya, pertandingan futsal tetap menyimpan risiko hingga detik terakhir, terlebih ketika lawan memiliki motivasi tinggi untuk membalikkan keadaan.
Ia menekankan pentingnya menjaga emosi dan mengontrol permainan agar para pemain tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan.
“Kalau dicermati, rata-rata rival bisa memancing pemain UNY. Karenanya, saya menekankan tim agar mengontrol dua hal, yaitu emosi dan permainan. Selain itu saya ingatkan bahwa, dalam pertandingan futsal hanya ada 2 x 20 menit. Selama belum ada peluit akhir, artinya belum selesai. Walau sudah unggul 2-0 atau 6-0 sekalipun, itu belum tentu kita menang meski sisa waktu tinggal semenit,” tutur Hajarul.
Pendekatan tersebut terbukti membantu UNY mempertahankan konsistensi permainan hingga akhir laga. Alih-alih mengendurkan tekanan setelah unggul, UNY justru mampu menambah gol dan mengunci kemenangan dengan margin besar.
Tegar Abdinugraha Jadi Top Scorer, Bidik Revans atas UIN Bandung
Keberhasilan tim putra UNY semakin lengkap dengan pencapaian Tegar Abdinugraha yang meraih gelar Top Scorer setelah mengoleksi delapan gol sepanjang turnamen.
Tegar mengaku senang membawa UNY menjadi juara di Regional Yogyakarta. Namun, ia menegaskan pencapaian individu tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh pemain yang bekerja sama sepanjang kompetisi.
“Saya senang, akhirnya tim UNY bisa menang di Regional Yogyakarta. Terkait gelar Top Scorer, sebenarnya ini bukan karena kerja saya sendiri, tapi kolaborasi teman-teman satu tim,” ujar Tegar.
Setelah merayakan gelar regional, Tegar sudah menatap tantangan di The Nationals. Ia secara terbuka berharap UNY dapat kembali berhadapan dengan UIN Bandung, tim yang mengalahkan mereka pada partai final tahun sebelumnya.
Pertemuan tersebut diharapkannya menjadi kesempatan untuk membuktikan perkembangan tim sekaligus membalas kekalahan musim lalu, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Sangat berharap di The Nationals nanti bisa bertemu tim UIN Bandung, yang mengalahkan kami di partai final (tahun lalu). Kami ingin buktikan di tahun ini,” kata Tegar.
Ambisi tersebut menjadi salah satu motivasi UNY untuk mempersiapkan diri lebih matang sebelum menghadapi persaingan tingkat nasional.
USM dan UIN Suka Amankan Posisi Ketiga
Persaingan Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 juga berlangsung menarik dalam perebutan tempat ketiga. Pada sektor putri, Universitas Semarang (USM) berhasil mengamankan posisi ketiga setelah menundukkan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dengan skor 2-0.
USM langsung menunjukkan efektivitas serangan melalui gol Anis Purwanti pada menit keempat. Enam menit berselang, Valentina Wahyu Febrina menggandakan keunggulan. Dua gol tersebut cukup untuk memastikan kemenangan USM hingga pertandingan berakhir.
Sementara itu, di sektor putra, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Suka) menempati posisi ketiga setelah mengalahkan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) dengan skor 4-1.
UPN sempat membuka keunggulan melalui sepakan Fadel Muhamad pada menit ke-12. Namun, UIN Suka bangkit pada babak kedua berkat penampilan impresif anchor M. Farhanudin Khaetami.
Farhanudin mencetak dua gol beruntun pada menit ke-29 dan 30 untuk membalikkan keadaan. Ahmadez Mikaila kemudian memperbesar keunggulan UIN Suka pada menit ke-34.
Farhanudin kembali menjadi pembeda menjelang akhir pertandingan. Gol keduanya pada menit-menit terakhir sekaligus melengkapi kemenangan UIN Suka menjadi 4-1.
Dengan berakhirnya kompetisi regional ini, UNY resmi membawa pulang dua gelar juara, sementara USM dan UIN Suka melengkapi daftar peraih podium ketiga. Perhatian berikutnya kini tertuju pada The Nationals, tempat para juara regional akan menghadapi tantangan yang lebih besar. (Chaidir)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar