Breaking News
Trending Tags
Beranda » NUSANTARA » Kelanjutan Kasus di Purwokerto, Fakta Baru Terungkap bahwa Korban Diminta Tutup Mulut oleh Sang Ratu Investasi Bodong

Kelanjutan Kasus di Purwokerto, Fakta Baru Terungkap bahwa Korban Diminta Tutup Mulut oleh Sang Ratu Investasi Bodong

  • account_circle Suryawan
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO – Mengejutkan! Sejumlah fakta baru terungkap dalam perkembangan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Ratu Investasi Bodong NHS alias Dika (36), pemilik Kedai Tuas di Banyumas. Dalam memuluskan aksi kejahatannya, tersangka selain memperdaya ternyata juga “mengintimidasi” secara psikis para korbannya.

Informasi dari sejumlah korban yang telah melapor ke Polresta Banyumas, mereka diminta oleh tersangka mengerjakan berbagai hal sesuai arahan yang diperintahkan. Termasuk diantaranya merahasiakan surat perjanjian antara dirinya dengan para korban, agar tidak diketahui oleh sejawat dan pimpinannya di Bank. “Jangan ceritakan perjanjian ini kepada siapapun di Bank ya,” demikian pesan tersangka kepada korban.

Tentunya hal itu sesuai dengan keterangan tersangka saat diperiksa oleh polisi, bahwa tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut dia lakukan atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan koleganya di bank.

Modus ini juga terbukti dalam perjanjian di selembar kertas yang ditulis tangan sendiri oleh Dika. Pada surat perjanjian yang dia serahkan kepada korbannya, dia selalu mencantumkan kalimat: “saling menjaga amanah dan tanggung jawab”. Sebuah klausul yang tidak pernah ada dalam kontrak perjanjian resmi dengan instansi manapun.

Anehnya, para korban tidak lagi menghiraukan kejanggalan arahan dan isi surat perjanjian tersebut. Bahkan, perempuan yang dikenal sebagai sosialita Purwokerto tersebut berhasil membuat para korbannya tutup mulut, tunduk dan patuh. Sebaliknya buat si Ratu Investasi Bodong, kondisi itu membuat aksi tipu-tipunya berjalan mulus dan tak terendus.

Padahal dosa Dika di tempat bekerja luar biasa. Dia memalsukan tanda tangan pimpinannya dan lebih gila lagi, dia mengaku sebagai pejabat di tempatnya bekerja. Bisa dibilang, tersangka sangat lihai dalam melakukan tindak kejahatan.

Bahkan, tatkala aksinya mulai terkuak setelah adanya laporan pengaduan sejumlah nasabah ke Polresta Banyumas, si licik ini tak lantas menyerah. Dari informasi para korban, kuat diduga, tersangka melalui kaki tangannya merancang fitnah agar bank tempatnya bekerjalah yang disalahkan, dengan tudingan memberikan kredit fiktif dan kredit bermasalah.

Tak tanggung-tanggung, bahkan dirancang agar korban tidak akan menuntut kerugian ke Dika, yang penting kreditnya dibatalkan bank. Hal itu terbukti karena pernah terlontar oleh peserta aksi unjuk rasa yang mengaku sebagai nasabah korban penipuannya di kantor bank beberapa waktu lalu.

Jika rencananya berhasil, maka tersangka akan terbebas dari kewajiban mengganti kerugian para korban dan justru pihak lain yang dibuat harus menanggung aksi liciknya. Bahkan, jika tuduhan kredit bermasalah itu berhasil “dipaksa” menjadi sebuah kebenaran, maka Dika juga berpotensi terbebas dari jeratan hukum.

Menurut pengamat hukum perbankan sekaligus praktisi hukum Sri Wityasno S.H., tidak tepat menggunakan terminologi kredit fiktif maupun kredit bermasalah, atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka kepada para korbannya.

“Saya melihatnya begini, setelah para korban itu tergiur dengan iming-iming imbal hasil atau bonus yang fantastis, mereka lantas mengajukan kredit ke bank. Setelah kreditnya cair dan diterima korban, dananya diserahkan ke tersangka. Itu murni penipuan, bukan kredit bermasalah,” tegas Sri Wityasno.

Sri menyarankan agar para korban bersikap rasional sekaligus bertindak sesuai koridor hukum. Ketika merasa jadi korban penipuan, maka tindak pidana tersebut sebaiknya dilaporkan ke kepolisian. Tuntutan meminta pembatalan kredit ke bank, dengan mengabaikan tindak pidana yang terjadi, adalah langkah yang tidak bijak.

Dia juga mendukung langkah Polresta Banyumas, meningkatkan status pengusutan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan tersangka Dika ke tahap penyidikan. Dengan begitu, semua aset tersangka yang utamanya bersumber dari duit para korban, dapat disita dan digunakan untuk mengembalikan kerugian korbannya. (***)

  • Penulis: Suryawan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar Menjadi Solusi Proteksi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar Menjadi Solusi Proteksi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang tak kunjung mereda kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Konflik yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada lonjakan harga energi, tetapi juga memicu volatilitas pasar keuangan dan tekanan terhadap nilai tukar berbagai mata uang, termasuk rupiah. Dalam situasi seperti ini, masyarakat dituntut untuk semakin cermat […]

  • Urai Macet Arus Balik, Tol Purwomartani Siap Beroperasi Fungsional Satu Arah

    Urai Macet Arus Balik, Tol Purwomartani Siap Beroperasi Fungsional Satu Arah

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Pemerintah Daerah DIY bersama Polda DIY menyiapkan strategi besar untuk menjamin kelancaran lalu lintas selama libur Idul Fitri 2026. Salah satu langkah krusial yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forkopimda di Kompleks Kepatihan adalah rencana pengaktifan ruas Tol Purwomartani secara fungsional. Jalur bebas hambatan ini akan menjadi tumpuan utama untuk mengurai kepadatan kendaraan yang keluar […]

  • Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Sapa Pelanggan di Jateng dan DIY

    Hari Pelanggan Nasional, Telkomsel Sapa Pelanggan di Jateng dan DIY

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Hari Pelanggan Nasional 2026 menjadi momentum bagi Telkomsel untuk semakin dekat dengan pelanggan. Mengusung semangat “Sepenuh Hati, Memahami”, Telkomsel Regional Jawa Tengah dan DIY turun langsung menyapa, mendengarkan, sekaligus memberikan apresiasi kepada pelanggan di sejumlah GraPARI. Perayaan Hari Pelanggan Nasional 2026 berlangsung pada 4 September 2026 dengan menghadirkan interaksi langsung antara jajaran manajemen Telkomsel Jawa Tengah dan […]

  • Rahasia Meroketnya DS Modest Jogja, Annisa Herdyana Sinergikan Tradisi dan Digital 

    Rahasia Meroketnya DS Modest Jogja, Annisa Herdyana Sinergikan Tradisi dan Digital 

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–DS Modest membuktikan bahwa identitas lokal bukan penghalang untuk menguasai pasar nasional. Di bawah komando Annisa Herdyana, brand modest fashion asal Yogyakarta ini sukses memadukan warisan nilai dari sang ibu, Dyah Suminar, dengan ketajaman strategi digital masa kini. Estafet kepemimpinan ini tidak hanya menjaga kelangsungan bisnis Margaria Group, tetapi juga memperluas pengaruh komunitas perempuan […]

  • Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    Jawa Tengah & DIY Jadi Lumbung Pelanggan, Indosat Bangun 550 BTS Baru dalam 3 Bulan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menunjukkan komitmen kuatnya di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Wilayah ini resmi menjadi penyumbang pelanggan terbesar Indosat di seluruh Indonesia, dengan total 15,4 juta pelanggan hingga kuartal III 2025. Menanggapi kontribusi masif ini, Indosat Region Jawa Tengah & DIY melakukan ekspansi jaringan besar-besaran, menambahkan hampir 550 BTS 4G baru hanya […]

  • CIMB Niaga Cetak Laba Rp 6,7 Triliun, Kredit UKM dan KPM Melonjak Jadi Mesin Pertumbuhan

    CIMB Niaga Cetak Laba Rp 6,7 Triliun, Kredit UKM dan KPM Melonjak Jadi Mesin Pertumbuhan

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membuktikan ketahanannya di tengah dinamika ekonomi dengan mencatat perolehan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp6,7 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Angka ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang baik, didominasi oleh segmen retail dan […]

expand_less