Warga Hilang Misterius di Hutan Pathuk, Lima Hari Pencarian Belum Membuahkan Hasil
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 18 Agu 2026
- comment 0 komentar

Tim SAR menyusuri wilayah Hutan Pathuk di Turi, mencari warga yang hilang sejak Jumat (14/8/2026). (dokumentasi Tim SAR DIY)
TERAS MALIOBORO–Waktu terus berjalan, tetapi jejak Gito Sehono Giman (68), warga Tritis, Ngandong, Girikerto, Turi, Sleman, belum juga ditemukan. Padahal, kawasan Hutan Pathuk Tritis yang menjadi lokasi pencarian bukan kawasan hutan lebat dengan medan ekstrem di seluruh bagiannya.
Gito dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8/2026) setelah berangkat mencari rumput sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga pencarian hari kelima Selasa (18/8/2026), Tim SAR Gabungan belum menemukan keberadaan pria tersebut.
Lamanya pencarian menjadi perhatian karena Gito sebenarnya tidak sendirian ketika berangkat. Ia pergi bersama dua rekannya. Sesampainya di kawasan Pathuk, ketiganya berpencar untuk mencari rumput.
Dua rekannya kemudian pulang sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, Gito belum juga tiba di rumah. Keluarga yang mulai khawatir kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.
Pencarian Diperluas hingga Lima Sektor
Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya, S.A.P., mengatakan Tim SAR Gabungan memperluas pencarian pada hari kedua. Area operasi dibagi menjadi lima search area agar penyisiran lebih terarah.
“Kami membagi area operasi menjadi lima search area,” ujar Dhedi.
Setiap sektor memiliki karakter medan berbeda. Ada kawasan dengan vegetasi cukup rapat, sungai musiman hingga sejumlah titik dengan tebing curam.
SRU 1 menyisir dari lokasi kejadian ke arah barat hingga Kali Krasak. SRU 2 bergerak ke sisi timur yang memiliki sejumlah sungai musiman.
Sementara SRU 3 menyisir sisi selatan dengan medan relatif landai, tetapi vegetasinya cukup rapat. SRU 4 juga bergerak ke wilayah selatan dengan karakter berbeda, yakni banyak sungai musiman dan beberapa tebing curam.
Tim SAR tidak hanya mengandalkan pencarian dari darat. SRU 5 menggunakan drone thermal dari kawasan Benteng Celeng untuk membantu menemukan kemungkinan keberadaan korban dari udara.
“Survivor atas nama Gito Sehono Giman belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian dengan kembali mengevaluasi dan mengoptimalkan area pencarian,” kata Dhedi.
Kondisi cuaca saat pencarian hari kedua dilaporkan cerah. Namun, karakter medan tetap menjadi tantangan bagi personel di lapangan. Keberadaan sungai musiman, vegetasi rapat di sejumlah titik, serta tebing membuat penyisiran tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Tim harus membagi sektor agar area yang sudah diperiksa dapat dipetakan dan kemungkinan lokasi korban bisa dipersempit. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar