Dari Rumah ke Rumah, Seloso Kliwonan Kunci Sukses Pelayanan Publik di Condongcatur
- account_circle Warjono
- calendar_month Sel, 20 Okt 2026
- comment 0 komentar

Warga Condongcatur ikut menghadiri tradisi Seloso Kliwonan. (istimewa)
TERAS MALIOBORO–Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, punya cara unik dan inspiratif dalam memperkuat profesionalisme aparatur serta kualitas pelayanan publik. Alih-alih menggelar rapat di dalam ruangan kantor yang kaku, mereka konsisten merawat tradisi Seloso Kliwonan dari rumah ke rumah.
Kegiatan rutin yang memadukan koordinasi pemerintahan, evaluasi kinerja, hingga silaturahmi keluarga besar pamong ini digelar pada Selasa (20/10/2026) di kediaman Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan, S.H.I., di kawasan Jalan Asem Gede, Condongcatur.
Berbeda dari agenda dinas pada umumnya, Seloso Kliwonan dilaksanakan secara bergiliran—mulai dari kediaman lurah, carik, kasi, kaur, hingga 18 dukuh di wilayah Condongcatur. Kehadiran para pasangan (suami/istri) pamong dalam forum ini memberikan nuansa kekeluargaan yang erat untuk merajut sinergi lintas sektor.
Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP., menegaskan bahwa hubungan kerja yang harmonis dan kekompakan aparatur adalah modal utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima.
“Budaya SATRIYA harus kita laksanakan. Yang paling penting, nilai-nilai tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Budi Arto di hadapan jajaran pamong, dukuh, serta unsur Kapanewon Depok, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang hadir.
Internalisasi Budaya SATRIYA BerAKHLAK
Menghadirkan narasumber utama Erma Ekawati Purnama, S.H., M.URP. (Ketua Tim Kerja Kinerja dan Reformasi Birokrasi Bagian Organisasi Setda Kabupaten Sleman), kegiatan ini diisi dengan sosialisasi mendalam mengenai filosofi Hamemayu Hayuning Bawana serta prinsip dasar Budaya SATRIYA (Selaras, Akal Budi Luhur, Teladan, Rela Melayani, Inovatif, Yakin/Percaya Diri, dan Ahli/Profesional) yang dipadukan dengan nilai ASN BerAKHLAK.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif berkat penayangan film pendek reflektif dan kuis digital berbasis poin.
Kepala Jawatan Praja Kapanewon Depok, Feri Ferdian, yang hadir mewakili Panewu Depok, turut mengapresiasi tata kelola kinerja pamong Condongcatur yang kini semakin terperinci dan transparan, sejajar dengan standar ASN Pemkab Sleman serta didukung tertib administrasi Dana Keistimewaan (Danais) DIY.
Wadah Problem Solving yang Efektif
Apresiasi senada disampaikan oleh Erma Ekawati Purnama. Menurutnya, tradisi Seloso Kliwonan terbukti efektif menjadi ruang problem solving yang cair bagi berbagai kendala birokrasi di tingkat kalurahan.
“Terjalinnya komunikasi informal sering kali mampu menjembatani para pihak dalam menghadapi kendala tugas. Permasalahannya terurai dan dijumpai solusinya saat dirembug dalam suasana yang lebih fleksibel,” puji Erma.
Rangkaian acara yang hangat ini ditutup dengan pengundian arisan pamong bulanan dan ramah tamah di pendopo berarsitektur Jawa. Lewat perpaduan kearifan lokal dan tata kelola modern ini, Kalurahan Condongcatur terus meneguhkan komitmennya: Guyub Rukun, Koordinasi Kuat, Nglayani Masyarakat. (*)
- Penulis: Warjono






Saat ini belum ada komentar