Mletik Preneur 2026: Strategi Pegadaian Cetak UMKM Naik Level
- account_circle Chaidir
- calendar_month Jum, 7 Agu 2026
- comment 0 komentar

* Pegadaian gelar pelatihan Mletik Preneur 2026 di Yogyakarta, diikuti 35 pelaku UMKM.
* Fokus pada pembiayaan inklusif, digitalisasi usaha, dan peningkatan kapasitas UMKM.
* Dibuka peluang kemitraan agen untuk tambah penghasilan dan perluas layanan ke masyarakat.
TERAS MALIOBORO -!PT Pegadaian kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program penguatan kapasitas, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Yogyakarta, Heri Prasongko, di sela kegiatan Pelatihan UMKM Naik Kelas bertajuk Mletik Preneur 2026 di Kantor Cabang Pegadaian Lempuyangan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini diikuti 35 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menurut Heri, pelatihan yang diusung Pegadaian tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi dirancang untuk menciptakan efek berkelanjutan melalui konsep training of trainers. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya belajar, tetapi juga dipersiapkan menjadi penggerak yang mampu menularkan ilmu kepada pelaku usaha lainnya.
“Konsep ‘mletik’ menggambarkan semangat untuk melenting lebih tinggi. Kami ingin pelaku UMKM tidak berhenti di skala kecil, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha yang lebih besar, mandiri, dan kompetitif,” ujarnya.
Baca Juga : Trap Barrier System Jadi Andalan, UPN “Veteran” Yogyakarta Perkuat Pengendalian Hama Tikus di Sedayu
Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro yang dipimpin oleh BRI, Pegadaian menghadirkan layanan terpadu melalui outlet “Senyum”. Layanan ini mengintegrasikan berbagai produk dari Pegadaian, BRI, dan PNM dalam satu titik akses, sehingga memudahkan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, memperoleh solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Heri menjelaskan, transformasi Pegadaian saat ini tidak hanya bertumpu pada layanan gadai, tetapi juga mencakup berbagai produk yang mendukung pengembangan usaha. Mulai dari pembiayaan usaha mikro, investasi emas, hingga layanan digital melalui aplikasi “Tring” yang semakin mempermudah akses layanan keuangan.
Dalam aspek pembiayaan, Pegadaian menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah yang dapat diakses tanpa agunan untuk pinjaman di bawah Rp20 juta, dengan syarat usaha telah berjalan. Program ini menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Seiring pertumbuhan usaha, nasabah dapat mengakses pembiayaan lanjutan seperti Kreasi Ultra Mikro hingga skala yang lebih besar.
“Pendampingan kami lakukan secara berjenjang, dimulai dari pembiayaan kecil hingga meningkat sesuai perkembangan usaha. Kami juga melakukan analisis menyeluruh terhadap kelayakan usaha dan karakter nasabah,” jelasnya.
Baca Juga : Laba Telkomsel Naik 8,3 Persen, Bisnis Digital dan Data Jadi Mesin Pertumbuhan
Beragam sektor usaha telah merasakan manfaat layanan Pegadaian, mulai dari perdagangan ritel, grosir, konstruksi, hingga sektor pariwisata seperti pengelola kos, homestay, dan usaha kecil di kawasan wisata.
Selain pembiayaan, Pegadaian juga aktif meningkatkan literasi keuangan dan digitalisasi UMKM. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan memanfaatkan layanan digital, termasuk transaksi pembiayaan dan investasi emas secara online.
Pegadaian juga membuka peluang tambahan melalui program kemitraan keagenan. Dalam skema ini, pelaku usaha dapat menjadi agen pemasar yang mereferensikan produk Pegadaian dan memperoleh referral fee. Seiring meningkatnya jumlah nasabah, agen berpeluang naik menjadi agen gadai setelah mengikuti pelatihan khusus, termasuk kemampuan menaksir barang jaminan dan mengelola transaksi.
“Potensi penghasilan tambahan dari keagenan cukup menjanjikan, bahkan bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, tergantung aktivitas dan jumlah nasabah,” ungkap Heri.
Program keagenan ini didukung sistem digital terintegrasi yang memungkinkan pencatatan transaksi, pengelolaan nasabah, hingga pemantauan pendapatan secara real time.
Baca Juga : Pendapatan Telkom Tembus Rp 75,9 Triliun, Bisnis Seluler dan Infrastruktur Digital Jadi Penopang
Di hadapan peserta, Heri juga menegaskan peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Dampaknya sangat nyata, bahkan dari skala usaha yang paling sederhana.
“Satu UMKM saja bisa menghidupi satu keluarga. Jika berkembang dan memiliki lebih banyak karyawan, maka dampak ekonominya akan semakin luas,” ujarnya.
Melalui rangkaian program pelatihan, pembiayaan, dan pendampingan yang terintegrasi, Pegadaian berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga terus tumbuh, berkembang, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi.
“Harapan kami, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga mampu meningkatkan skala usaha dan ke depan bisa menjadi mitra strategis Pegadaian,” ujarnya. (*)
- Penulis: Chaidir






Saat ini belum ada komentar