Breaking News
Trending Tags
Beranda » HEADLINE » ANTARA ZIKIR DAN TASBIH (1)

ANTARA ZIKIR DAN TASBIH (1)

  • account_circle Ustadz Sujarwo
  • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
  • comment 0 komentar

Teras Malioboro – Tulisan Antara Zikir dan Tasbih ini, terinspirasi dari tulisan Bu Binti yang dimuat di group One Week One Juz. Sewaktu beliau memberi ulasan tafsir dan tadabbur terkait ayat 41-42 dari surah Al Ahzab.

“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

Di antara kata yang paling akrab di telinga seorang Muslim adalah zikir dan tasbih. Keduanya hadir dalam doa, pengajian, dan percakapan sehari-hari. Namun Al-Quran menyebut keduanya secara berdampingan, seolah ingin mengajarkan bahwa meskipun keduanya berjalan beriringan, masing-masing memiliki ruang makna dan kedalaman. Dari sinilah kita diajak memasuki sebuah perjalanan batin yang tidak hanya melibatkan ucapan, tetapi juga kesadaran.

Zikir pada hakikatnya adalah menghadirkan Allah ke dalam ingatan dan kesadaran. Ia bukan sekadar gerakan lidah, melainkan hidupnya hubungan antara manusia dengan Tuhan dalam setiap keadaan. Ketika seseorang menahan amarah karena merasa diawasi Allah atau ketika ia mengurungkan keburukan karena teringat Allah, di situlah zikir menemukan penghayatan. Sebab hakikat zikir bukan banyaknya lafaz yang diucapkan, melainkan hadirnya Allah dalam ruang kesadaran.

Tasbih memiliki warna yang berbeda. Meskipun Tasbih bagian dari zikir, namun arah utamanya bukan sebatas tentang mengingat Allah. Justru lebih tentang menyucikan Allah dari segala kekurangan dalam pikiran dan pandangan. Ketika seseorang mengucapkan سُبْحَانَ اللَّهِ, ia sesungguhnya sedang melepaskan Allah dari segala prasangka, tuduhan, dan keterbatasan pemahaman. Ia mengakui bahwa pengetahuannya terbatas, sedangkan Allah adalah sumber mata air pengetahuan. Ia menyadari bahwa pandangannya pendek, sedangkan Allah melihat seluruh perjalanan.

Bayangkan seseorang berjalan di malam hari dengan membawa lampu kecil sebagai sumber penerangan. Cahaya lampu itu membantunya mengenali jalan dan menentukan arah tujuan. Itulah perumpamaan zikir yang menjaga hati tetap berada dalam ingatan. Namun apabila kaca lampu itu dipenuhi debu, cahaya yang keluar akan menjadi redup dan kehilangan sebagian kejernihan. Membersihkan kaca itulah tasbih, yaitu membersihkan cara pandang agar tidak terhalang oleh prasangka dan kesalahpahaman.

Karena itu seseorang dapat saja banyak berzikir, tetapi belum tentu banyak bertasbih dalam pandangan. Ia masih menyebut nama Allah dalam doa dan permohonan, tetapi mulai mempertanyakan keadilan Allah ketika berhadapan dengan ujian. Ia masih mengingat Allah ketika membutuhkan pertolongan, tetapi diam-diam menyimpan keraguan terhadap kebijaksanaan ketentuan. Dalam keadaan seperti itu, zikir masih hidup sebagai ingatan, tetapi tasbih belum tumbuh menjadi keyakinan.

Di sinilah kita dapat memahami mengapa Nabi Yunus memulai doanya dengan tasbih sebelum pengakuan. Beliau tidak memulai dengan keluhan atau pembelaan, melainkan dengan penyucian. Beliau tidak terlebih dahulu menjelaskan kesulitannya, melainkan lebih dahulu menegaskan kesempurnaan Allah yang Maha Rahman. Seolah-olah beliau sedang berkata bahwa jika ada yang perlu diperbaiki, maka yang membutuhkan perbaikan adalah dirinya, bukan keputusan dan ketetapan Tuhan.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang kehilangan ketenangan bukan karena kurang berzikir, melainkan karena kurang bertasbih. Mereka masih mengingat Allah ketika berdoa, tetapi kesulitan menerima jalan yang berbeda dari harapan. Mereka masih menyebut nama Allah dalam lisan, tetapi belum sepenuhnya percaya kepada keluasan perencanaan. Padahal sering kali yang perlu diubah bukan keadaan di luar diri, melainkan cara kita memandang Allah dalam setiap kejadian.

Seorang petani yang menanam benih tidak mencabutnya setiap hari untuk memastikan apakah ia sudah tumbuh atau belum. Ia percaya bahwa kehidupan sedang bekerja di bawah tanah dalam kesunyian. Ia tidak melihat prosesnya, tetapi ia tetap merawat dengan penuh keyakinan.

Dalam banyak hal, tasbih adalah kemampuan untuk tetap mempercayai kebijaksanaan dan ketetapan Allah meskipun kita belum memahami seluruh penjelasan.

Mungkin karena itulah Al-Qur’an memerintahkan zikir dan tasbih secara bersamaan. Zikir menjaga hati agar tidak tenggelam dalam kelalaian. Tasbih menjaga hati agar tidak tersesat dalam prasangkaan. Zikir menumbuhkan kedekatan. Tasbih memurnikan pandangan. Dan ketika keduanya bertemu, lahirlah ketenangan yang tidak bergantung pada keadaan, melainkan bertumpu pada keyakinan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dalam setiap perjalanan.***

  • Penulis: Ustadz Sujarwo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Jepara hingga Manggarai Barat, TelkomGroup Perkuat Pesisir dengan 20 Ribu Mangrove

    Dari Jepara hingga Manggarai Barat, TelkomGroup Perkuat Pesisir dengan 20 Ribu Mangrove

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Aksi penghijauan TelkomGroup menjangkau dua kawasan pesisir dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur. TelkomGroup menanam 20 ribu bibit mangrove di Desa Kedungmalang, Kabupaten Jepara, dan Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat. TelkomGroup menanam 10 ribu bibit mangrove di masing-masing wilayah. Aksi ini menyasar kawasan dengan kebutuhan konservasi yang berbeda. Jepara menghadapi persoalan abrasi. […]

  • Bank Mandiri Dorong Laju Ekonomi Hijau dengan Dukung Transisi Energi Bersih di Indonesia

    Bank Mandiri Dorong Laju Ekonomi Hijau dengan Dukung Transisi Energi Bersih di Indonesia

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai motor pendukung transisi energi bersih di Indonesia. Hingga Kuartal III tahun 2025, pembiayaan berkelanjutan untuk sektor energi terbarukan sudah tembus Rp13 triliun. Itu berarti, naik 29 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi bukti, bagaimana Mandiri semakin agresif mendorong agenda ekonomi hijau yang kini menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Senior Vice […]

  • Disnaker Resmi Buka Posko THR, Ingatkan Pengusaha Bayar Tepat Waktu

    Disnaker Resmi Buka Posko THR, Ingatkan Pengusaha Bayar Tepat Waktu

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman membuka Posko Tunjangan Hari Raya (THR) untuk melayani konsultasi dan aduan pekerja menjelang Idul Fitri 2026. Disnaker meminta seluruh pengusaha mematuhi kewajiban pembayaran THR sesuai aturan. Posko THR mulai beroperasi sejak 19 Februari 2026 hingga H-7 Lebaran. Layanan ini membantu pekerja yang membutuhkan informasi maupun ingin melaporkan persoalan […]

  • Beri Kepastian Hukum, Keraton Serahkan 141 Serat Palilah kepada Warga Turgo Pakem

    Beri Kepastian Hukum, Keraton Serahkan 141 Serat Palilah kepada Warga Turgo Pakem

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Keraton Yogyakarta melalui Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi menyerahkan sebanyak 141 serat palilah kepada warga Padukuhan Turgo, Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman. Penyerahan tersebut dilakukan di Balai Warga Relokasi Sudimoro, Senin (26/1/2026), dan didampingi langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya. Penyerahan serat palilah ini menjadi bentuk nyata kepastian hukum bagi warga relokasi dalam […]

  • Semangat Hardiknas, Bank Mandiri Tegaskan Komitmen Akselerasi Inklusi Keuangan dan Literasi Pelajar

    Semangat Hardiknas, Bank Mandiri Tegaskan Komitmen Akselerasi Inklusi Keuangan dan Literasi Pelajar

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Dalam semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Bank Mandiri menegaskan perannya yang lebih dari sekadar institusi keuangan. Bank Mandiri hadir sebagai enabler pembentukan generasi yang berorientasi masa depan, bukan hanya membuka rekening, tetapi membuka peluang yang berkelanjutan bagi masa depan anak bangsa. Melalui Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel), Bank Mandiri mendorong akselerasi inklusi keuangan […]

  • Mentan Bongkar “Kartel Gabah” Penyebab Kenaikan Harga Beras

    Mentan Bongkar “Kartel Gabah” Penyebab Kenaikan Harga Beras

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Polemik kenaikan harga beras yang terus terjadi di pasar kembali memanas, memicu tudingan bahwa Perum Bulog menjadi penyebab distorsi harga karena penyerapan gabah yang masif. Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menepis anggapan tersebut dengan mengungkap fakta mengejutkan mengenai struktur penguasaan gabah nasional. ​Dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Mentan Amran dengan tegas menyatakan […]

expand_less