Breaking News
Trending Tags
Beranda » EKBIS » “Booth” JNE Jadi Magnet Pengunjung Prambanan Jazz Festival, “Merchandise” Gratis hingga “Face Painting” Diserbu

“Booth” JNE Jadi Magnet Pengunjung Prambanan Jazz Festival, “Merchandise” Gratis hingga “Face Painting” Diserbu

  • account_circle Warjono
  • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
  • comment 0 komentar

TERAS MALIOBORO–Booth JNE Prambanan Jazz Festival 2026 menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi penonton selama gelaran festival musik internasional di kompleks Candi Prambanan, 3-5 Juli 2026. Tak hanya menjadi tempat beristirahat sejenak di sela menikmati konser, booth tersebut dipadati pengunjung yang berburu merchandise eksklusif, mencoba face painting, hingga mengikuti permainan berhadiah yang disiapkan JNE.

Sejak sore menjelang pertunjukan hingga malam hari, antrean pengunjung nyaris tak pernah putus. Anak-anak muda, keluarga hingga wisatawan yang datang ke Prambanan Jazz Festival bergantian mendatangi booth JNE untuk menikmati berbagai aktivitas interaktif yang disiapkan selama festival berlangsung.

Berbagai hadiah menarik menjadi daya tarik utama. Mulai dari bag charm, soft drink, merchandise eksklusif JNE, hingga kesempatan membawa pulang merchandise resmi Prambanan Jazz Festival 2026 melalui permainan spin wheel. Syaratnya pun cukup sederhana, yakni mendaftar sebagai anggota JNE Loyalty Card (JLC).

Selain pengunjung baru, JNE juga memberikan apresiasi kepada pelanggan setianya. Member JLC yang sudah terdaftar dapat menukarkan poin maupun resi pengiriman untuk memperoleh berbagai hadiah menarik. Tak sedikit pula pengunjung yang mengikuti giveaway tiket konser sebagai bagian dari program khusus bagi #temanJNE.

Keseruan di booth JNE menjadi pelengkap suasana Prambanan Jazz Festival 2026 yang tahun ini kembali mengusung tema “Celebrate the Joy”. Festival musik yang memasuki penyelenggaraan ke-12 tersebut menghadirkan deretan musisi papan atas dunia seperti NIKI, The Rose, Henry Moodie, hingga Xdinary Heroes dengan latar megah Candi Prambanan.

Di balik kemeriahan festival, JNE juga memegang peran penting sebagai Official Logistics Partner. Perusahaan dipercaya menangani kebutuhan logistik penyelenggaraan konser, mulai dari distribusi perlengkapan produksi hingga berbagai kebutuhan teknis yang mendukung kelancaran acara.

Dekat Industri Kreatif

SVP Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, mengatakan kehadiran JNE di Prambanan Jazz Festival bukan sekadar mendukung aspek logistik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendekatkan diri kepada masyarakat melalui industri kreatif.

“Selama lebih dari 35 tahun, JNE tidak hanya berfokus pada layanan logistik, tetapi juga terus berupaya menjadi bagian dari perjalanan dan kebahagiaan masyarakat. Musik memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan hati, sama halnya dengan komitmen JNE. Melalui semangat Connecting Happiness dan Bergerak Bersama, kami bangga dapat mengawal jalannya Prambanan Jazz Festival 2026,” ujar Eri.

Menurut Eri, Yogyakarta memiliki ekosistem kreatif yang sangat kuat karena didukung banyak mahasiswa dan generasi muda yang terus melahirkan berbagai karya inovatif.

“Kota Yogyakarta memiliki banyak ruang kreatif yang tumbuh dari anak-anak mudanya. Energi seperti inilah yang ingin terus kami dukung melalui berbagai kolaborasi, termasuk di Prambanan Jazz Festival,” katanya.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan festival musik. Selama ini JNE juga aktif mengembangkan ruang bagi talenta kreatif lewat JNE Content Competition, berbagai kegiatan komunitas, hingga dukungan terhadap dunia olahraga melalui tim futsal Cosmos JNE.

Dukungan Logistik Penting

Sementara itu, CEO Rajawali Indonesia, Tovic Raharja, mengatakan kolaborasi dengan JNE menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2026 yang menghadirkan standar produksi bertaraf internasional.

Menurutnya, penyelenggaraan konser berskala besar membutuhkan sistem distribusi yang presisi agar seluruh perlengkapan produksi, kebutuhan kru, hingga perangkat pendukung pertunjukan dapat tiba tepat waktu dan siap digunakan.

“Sinergi bersama JNE memastikan seluruh kebutuhan logistik dari proses pengiriman hingga siap digunakan di area konser dapat berjalan lancar sehingga penyelenggaraan festival berlangsung optimal,” ujar Tovic.

Prambanan Jazz Festival 2026 sendiri menghadirkan empat area pertunjukan, yakni Guyub Stage sebagai panggung utama, Rukun Stage untuk pertunjukan yang lebih intim, Langgam Stage di kawasan Pasaraya, serta Special Show Stage yang menyuguhkan konser eksklusif sejumlah musisi pilihan.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, festival tahun ini juga memperkenalkan seniman kontemporer Eko Nugroho sebagai commissioned artist yang merancang identitas visual bertema “Celebrate the Joy”. Melalui karya-karyanya yang khas, Eko mengajak pengunjung memaknai festival sebagai ruang berbagi kegembiraan yang menyatukan manusia, budaya, dan alam.

Dengan ribuan penonton yang memadati kawasan Candi Prambanan setiap harinya, keberadaan booth JNE menjadi salah satu ruang interaksi yang menghadirkan pengalaman berbeda di luar panggung konser. Di sela euforia menyaksikan penampilan musisi favorit, pengunjung juga membawa pulang kenangan melalui berbagai aktivitas seru yang disiapkan JNE selama Prambanan Jazz Festival 2026. (*)

  • Penulis: Warjono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhirnya Gus Yahya Tunduk pada Roadmap Islah Syuriah PBNU

    Akhirnya Gus Yahya Tunduk pada Roadmap Islah Syuriah PBNU

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Ketegangan panjang di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kini mengarah pada satu simpul penentuan. Mantan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dikabarkan menyatakan kesediaannya menempuh roadmap islah yang ditetapkan Syuriah PBNU, sebuah langkah yang menandai perubahan arah dalam krisis kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Pilihan Gus […]

  • Dua Jam Bertemu Wagub, Konjen RI di New York Sebut Serat Nanas  

    Dua Jam Bertemu Wagub, Konjen RI di New York Sebut Serat Nanas  

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO—Konjen RI di New York, Winanto Adi menyebut, Jogja memiliki banyak potensi yang bisa disinergikan dengan New York. Salah satunya adalah potensi pertekstilan khususnya serat nanas. Hal ini terungkap dalam pertemuan selama dua jam antara Winanto Adi dengan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Senin (17/11/2025) di Gedhong Pare Anom Kompleks Kepatihan Yogyakarta. […]

  • Dengar Kritik Masyarakat, Kantor Pertanahan Yogyakarta Siapkan Strategi Layanan “Anti-Ribet” 2026

    Dengar Kritik Masyarakat, Kantor Pertanahan Yogyakarta Siapkan Strategi Layanan “Anti-Ribet” 2026

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA–Berurusan dengan administrasi pertanahan sering kali dianggap rumit oleh sebagian masyarakat. Namun, Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta mencoba mendobrak batasan tersebut dengan membuka diri terhadap kritik dan masukan secara langsung. Melalui langkah transparan ini, pelayanan pertanahan di Kota Gudeg diproyeksikan akan semakin modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga di tahun mendatang. Kegiatan bertajuk Forum […]

  • Memberi Maaf Menyembuhkan

    Memberi Maaf Menyembuhkan

    • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO – Hari ini, kita diminta untuk memohon dan memberi maaf kepada sesama. Setelah sepuluh terakhir Ramadhan kemarin, kita menghiba dan mengemis maaf kepada Allah. Bukan hanya dosa dan salah kita minta ditutup dan dampak buruknya Allah angkat. Tetapi sekaligus pinta, supaya dosa dan salah, Allah hapuskan sehingga tidak meninggalkan jejak bahwa ia pernah […]

  • Tak Perlu Ribet, Resep Sederhana Ini Berhasil Menurunkan Prevalensi Stunting Gunungkidul ke 16,62 Persen

    Tak Perlu Ribet, Resep Sederhana Ini Berhasil Menurunkan Prevalensi Stunting Gunungkidul ke 16,62 Persen

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Gunungkidul membuktikan inovasi lokal adalah kunci sukses melawan stunting. Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Gerakan Ayah Teladan yang diluncurkan pemerintah daerah membuahkan hasil luar biasa, membuat prevalensi stunting anjlok signifikan. Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS), Joko Parwoto, mengumumkan penurunan drastis prevalensi stunting di Bumi Handayani. […]

  • Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Raih Gelar Profesi, Dosen UGM Desak Pemerintah Cari Solusi Retaker

    Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Raih Gelar Profesi, Dosen UGM Desak Pemerintah Cari Solusi Retaker

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERAS MALIOBORO–Di tengah masih tingginya kebutuhan dokter di Indonesia, ribuan calon dokter justru menghadapi ancaman gagal memperoleh gelar profesi meski telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan kedokteran. Kondisi ini memunculkan perdebatan mengenai keadilan sistem pendidikan kedokteran sekaligus efektivitas mekanisme uji kompetensi nasional. Persoalan tersebut berkaitan dengan kelompok yang dikenal sebagai retaker, yakni dokter muda yang telah […]

expand_less